Apakah cinta mengenal darah?

Apakah cinta mengenal darah?
Bukti Kesetiaan.


__ADS_3


~ di taman bunga matahari


“Daf aku dengar Siswa bernama Rido dia pindah sekolah Daf, beberapa teman nya bilang ia pindah ke Jakarta. Pantas saja aku tidak pernah melihat dia lagi..” ujar Nayla.


“Aku gak suka deh kamu bicarain laki-laki lain apalagi saat bersama ku, dan lagian aku pun gak suka kamu menjadi pelatih si Rico itu anak kelas XI yang tiap berangkat sekolah bawa motor gede” ujar Daffa kesal.


“Rico lagi.. sudah berapa kali sih aku bilang kalau aku dan Rico itu tidak ada apa-apa, dia itu ikut ekskul basket jadi jelas pasti bertemu setiap aku latihan basket” ujar Nayla.


“Kelak jika aku sudah mendapatkan pekerjaan aku akan beli motor gede dan akan antar jemput kamu dengan motor ku!” ujar Daffa.


“Daf aku enggak pernah permasalahkan itu.. kenapa kamu jadi sensi seperti ini sih?” ujar Nayla kesal.


“Jelas lah aku cemburu, aku enggak suka ada laki-laki lain di sekitar kamu!” ujar Daffa.


“Aku mau pulang Daf,aku capek setiap hari kamu bahas ini terus.. aku selalu jelasin ke kamu berulang-ulang bahwa aku enggak ada apa-apa sama laki-laki lain!” ujar Nayla


“Setelah lulus kamu mau kan Nay nikah sama aku? Walau mungkin aku enggak bisa janjiin berapa besar tabungan ku nanti tapi aku mau secepatnya nikahin kamu..” ujar Daffa memegang tangan Nayla.


“Iya Daf..” ujar Nayla.


“Aku sayang banget sama kamu Nay..” ujar Daffa lalu mencium kening dan bibir Nayla.


~ Sepulang sekolah


Nayla sedang menunggu Daffa di depan parkiran sekolah.


“Kak Nayla mau aku anter pulang? Sebentar lagi seperti nya akan turun hujan..”

__ADS_1


Tiba-tiba datang seorang siswa dengan motor gede sporty nya bernama Rico.


“Aku bilang panggil Nayla saja,kita seumuran kok. Makasih Co tapi aku sudah ada janji..” ujar Nayla.


Dan datang lah Daffa dengan motor Bebek nya.


“Nayla sudah ada yang jemput yaitu pacarnya. Jadi kamu pulang saja..” ujar Daffa kesal.


“Ooh kalau gitu aku pulang duluan ya Kak Nayla..” ujar Rico.


~ Di rumah Daffa..


Hujan pun turun dengan deras nya..


“Daf kenapa kita ke rumah kamu?” tanya Nayla.


“Ini sedang hujan lebat,setelah reda baru aku antar kamu pulang.. lagian di rumah sedang tidak ada siapa-siapa Nay, Bapak Ibu ku tadi pagi pergi menjenguk Bibi ku yang sakit dan baru akan pulang nanti malam..” ujar Daffa.


“Daf.. dari mana kamu dapat kan semua foto ku ini?” tanya Nayla terkejut.


“Hm hehe jika aku sedang bermain dengan kamu aku sering diam-diam mengambil gambar kamu dengan kamera kecil ku,ya meskipun kamera jadul tapi ini pemberian Bapak sejak dulu dan awet sampai dengan sekarang..” ujar Daffa menunjukan berbagai foto Nayla.


“Kamu punya foto ku dari masa ke masa yang bahkan aku sendiri tidak punya..” ujar Nayla takjub.


“Kamu jadi paham kan Nay seberapa besar cinta dan sayang aku? Seberapa besar ketakutan aku kehilangan kamu?” tanya Daffa menatap mata Nayla.


Nayla hanya tersenyum haru. Tangan Daffa pun meraih kepala Nayla dan diciumlah bibir manis Nayla, ia ******* bibir Nayla dengan sangat liar. Badan Nayla pun tanpa sadar kini tertindih oleh badan Daffa di kasur, Daffa pun membuka kancing seragam Nayla lalu memindahkan bibir nya ke bagian leher Nayla lalu ia pindahkan bibir nya ke bagian atas payudara Nayla, Daffa membuat tanda merah di atas payudara Nayla.


“Daf.. tolong hentikan.. jangan lakukan Daf..” ujar Nayla.

__ADS_1


“Nay.. badan kamu milikku, boleh kah aku mengambil keperawanan kamu sekarang Nay?” ujar Daffa sambil mencium leher Nayla.


“Stop Daf.. aku enggak mau kita diluar batas. Melakukan itu setelah kita sudah menikah Daf!” ujar Nayla menyingkirkan tubuh nya dari badan Daffa.


“Tapi Nay.. setidak nya agar aku tenang bahwa kamu akan menjadi milikku seutuhnya


Dan hanya untuk ku..” ujar Daffa.


“Tidak dengan cara ini Daf..!” ujar Nayla.


“Hentikan Daf.. aku mau pulang.. “ ujar Nayla sambil menutup kancing seragam nya.


“Baik lah sayang.. jangan marah ya sayang.. maafkan aku.. aku akan menunggu sampai kita menikah nanti..” ujar Daffa sambil menatap wajah Nayla.


Tiba-tiba Daffa pun menerima telepon dari Handphone nya..


“Halo?ia saya Daffa anak dari Pak Murdin dan Ibu Ningsih.. A..apa?! Bapak dan Ibu kecelakaan?!” teriak Daffa histeris saat menerima telepon.


“Daf.. telepon dari siapa?” tanya Nayla cemas.


“Bapak dan Ibu ku kecelakaan Nay.. sekarang mereka ada di IGD Rumah Sakit..” ujar Daffa.


“Mari kita segera kesana Daf..” ujar Nayla.


Bapak dan Ibu Daffa mengalami kecelakaan saat perjalanan pulang menuju rumahnya, Bus yang dinaiki oleh orang tua Daffa mengalami rem blong sehingga terjadi kecelakaan beruntun.


Ibu Daffa meninggal saat 4 Jam berada di IGD dan Bapak nya Daffa kritis dan berada di ruang ICU..


Almarhum Ibu Daffa sudah di semayamkam di TPU desa tempat tinggal Daffa, teman-teman dan para tetangga Daffa pun hadir untuk mengantar kepergian Almarhum Ibu Daffa..

__ADS_1


Nayla selalu setia mendampingi Daffa yang terlihat sangat sedih dan terpukul.


__ADS_2