
~ di sekolah
Ini hari senin semua murid mempersiapkan diri untuk upacara rutin.
Daffa dan Nayla seperti biasa ke sekolah bersama,kini Daffa sudah tidak membawa sepeda nya lagi.
Saat Daffa dan Nayla jalan bersama menuju kelas, Citra sedari tadi memperhatikan mereka dari kejauhan. muka nya penuh amarah melihat Daffa selalu tersenyum saat dengan Nayla,dan kebalikan nya jika dengan Citra.
Ketika upacara selesai..
Nayla dan teman-teman nya berjalan menuju kelas.
"Nay.." panggil Amel menghampiri Nayla.
"Oh Amel.. ada apa?" tanya Nayla.
"Aku ingin bicara sama kamu nanti ya jam makan siang di kantin.." ujar Amel.
"Oh oke mel.." ujar Nayla.
~ Jam makan siang di Kantin..
"Nay aku sudah berpikir keras akhir-akhir ini,aku gak bisa pendem perasaan ini terus menerus. pulang sekolah nanti aku mau menyatakan perasaan ku Nay ke Kak Daffa.." ujar Amel
Nayla yang sedang minum teh manis nya pun tersedak
"Menyatakan perasaan? ke Daffa?"
__ADS_1
"Hm iya,kamu dukung aku kan Nay.. aku sudah menyukai Kak Daffa sedari MOS kita itu.. aku tau Kak Daffa belum kenal aku,tapi menurutku aku cukup menarik jadi aku harap Kak Daffa nanti menerima aku dan kita bisa lebih jauh mengenal satu sama lain.." ujar Amel.
"Hm aku sebagai sahabat kamu dan Daffa hanya bisa mendukung.. " ujar Nayla sambil sedikit tersenyum.
"Terima kasih ya Nay.. aku tau kamu orang yang baik,dan Daffa pun sama baik nya seperti kamu.." ujar Amel memegang tangan Nayla.
~ sepulang sekolah
Daffa menunggu Nayla di parkiran sekolah
"Aku harus menyatakan perasaan ku segera.. sepulang sekolah aku akan menyatakan nya ke Nayla" ujar Daffa di dalam hati.
lalu ia menerima SMS dari Nayla..
"Daf kamu pulang duluan saja ya.. aku ada pelajaran tambahan hari ini"
Saat ia ingin beranjak mencari Nayla,datang lah Amel.
"Hai Kak Daffa.. hmm bisa bicara sebentar Kak?" tanya Amel.
"Oh hm kamu teman nya Nayla ya? hm boleh ada apa?" tanya Daffa.
"Aku suka sama Kak Daffa sejak pertama kali bertemu kakak sewaktu MOS,aku ingin kita bisa mengenal lebih jauh kak satu sama lain.. aku tau ini mengagetkan tapi aku gak bisa lagi memendam perasaan ini kak.. aku mau kakak bisa menerima aku jadi pacar kakak.." ujar Amel sambil menunduk malu-malu.
Daffa pun kaget mendengar nya. Amel memang terlihat feminim,wajah nya pun manis,dan dari cara berpakaian nya dia seperti dari keluarga berada. namun tak ada wanita lain sedari dulu yang bisa menggantikan Nayla di hati Daffa.
"Maaf dek.. kakak berterima kasih atas perhatian dan kejujuran kamu. tapi sejujurnya sudah ada wanita lain di hati kakak dan selama nya hanya wanita itu. kakak harap kita bisa menjadi teman baik kedepan nya.. sekali lagi kakak minta maaf.. kalau gitu kakak pergi dulu." Daffa pun langsung meninggal kan amel yang sedari tadi terdiam.
~ di kelas Nayla.
__ADS_1
Nayla duduk sendiri di bangku kelas nya,dia tidak beranjak padahal kelas sudah kosong.
lalu datang lah Citra masuk lalu duduk di sebelah Nayla.
"Maaf boleh bicara sebentar dek?" tanya Citra
"Oh boleh kak.. ada apa?" tanya Nayla.
"Kakak mau minta maaf atas kejadian waktu itu,pasti seragam mu kotor dan bau ya karena kakak.." ujar Citra dengan muka acting nya.
"Hm gak apa-apa kok kak.. aku baik-baik saja" ujar Nayla.
"Dan kakak mau cerita ke kamu.. karena yang kakak tau kamu sahabat baik Daffa. sejujurnya kakak sedang bersedih, akhir-akhir ini sikap Daffa berubah ke kakak.
padahal kakak gak ngerti kesalahan apa yang sudah kakak lakukan.. dia jadi cuek,bahkan berani memarahi kakak waktu itu. setelah segala nya kakak kasih ke dia.."
ujar Citra lalu langsung dipotong pembicaraan nya oleh Nayla
"Maksud nya segala nya kak?" tanya Nayla kaget
"Kakak harap kamu bisa jaga rahasia ya dek.. sejujurnya kakak pernah tidur dengan Daffa,bahkan sering.sejujurnya keperawanan kakak Daffa yang ambil.. tapi kakak gak permasalahkan itu karena kakak sayang dan cinta ke Daffa. tapi sikap nya akhir-akhir ini membuat kakak sedih.. ini kah perlakuan Daffa yang sepatutnya untuk wanita yang sudah rela menyerahkan harta berharga bagi nya ke dia.." ujar Citra dengan muka sedih.
Nayla pun hanya terbengong,jantung nya terasa berhenti dan aliran darah nya pun berhenti. wajahnya mengeluarka keringat uang padahal di kelas tidak lah panas..
"Maaf kak aku harus pergi.." Nayla pun pergi meninggalkan Citra sambil menahan tangisnya.
"Dek.. kamu mau kemana.." ujar Citra sambil tersenyum jahat.
Nayla pun berjalan dengan fikiran kosong ia sedikit menangis,ia tak percaya dengan ucapan Citra tapi akal sehat nya berfikir laki-laki mana yang bisa menolak kecantikan dan kemolekan Citra,apalagi dia adalah siswi terpopuler di sekolah.dia bingung harus percaya siapa.. hati nya seakan hancur mendengar cerita itu dari Citra dan mendengar sahabatnya Amel pun menyukai Daffa.
__ADS_1