
~ Di sekolah
Nayla sedang melamun di lapangan basket sambil mengusap dahi nya yang berkeringat dengan handuk kecil nya.
"kenapa ya Bapak semalam jadi diam saja setelah aku cerita ke Bapak bahwa aku menyukai Daffa?apa yang telah aku lakukan salah?" ujar Nayla di dalam hati nya.
"Hai Bek.. kamu kok melamun.. bisa kena lemparan bola loh kalo melamun" ujar Kevin tiba-tiba datang lalu duduk di sebelah Nayla.
"Ah.. engga ada sesuatu yang sedang aku fikirkan saja vin.." ujar Nayla
"Gimana kalau kita battle biar kamu sedikit bikin plong fikiran kamu itu" ujar Kevin.
"Aku sedang tidak bersemangat vin.. lain kali saja.." ujar Nayla lesu.
"Bilang saja kalau kali ini kau takut kalah.." ujar Kevin.
"Arrghh.." Nayla pun bangkit lalu meraih bola basket yang sedari tadi di pegang Kevin.
Nayla dan Kevin pun bertanding one by one dan Nayla pun tampak sangat ceria saat bermain basket.
"Kamu jangan curang dong vin.." ujar Nayla saat ingin merebut bola dari Kevin.
__ADS_1
"Kalau aku yang menang,boleh izinin aku jadi pacar kamu Nay?" ujar Kevin sambil medriblle bola basket nya.
Nayla hanya terdiam kaget mendengar ucapan Kevin tadi.
"Ah bercanda kamu vin.." ujar Nayla merebut bola dari Kevin.
"Serius Nay,aku sudah suka sama kamu sejak aku melihat kamu di lapangan saat MOS.kamu sesuai dugaanku saat pertama ku melihatmu,selain cantik kamu pun baik hati dan juga pintar" lalu Kevin merebut bola basket nya dari tangan Nayla yang tiba-tiba terdiam mendengar ucapan Kevin tersebut.
"Masuk.." Kevin pun berhasil memasukan bola basket ke dalam ring.
"Aku yakin ucapan kamu itu bercanda vin,tapi kalau pun itu serius.. aku gak bisa untuk jadi pacar kamu vin.. aku harap kita tetap bisa menjadi sahabat ya vin." ujar Nayla
"hehe tanpa butuh waktu lama kamu menolak ku Bebek,tega nya.. tapi tidak apa-apa menjadi sahabat kamu saja aku senang ko,ya aku harap suati hari nanti kamu bisa bilang ya atas pertanyaan aku tadi.. gak ada yang enggak mungkin kan Bek.." ujar Kevin.
~ di ruang OSIS
"Camping sekolah akan diadakan 2 minggu lagi,jadi hari minggu aku harap panitia bisa meluangkan waktu nya untuk survey tempat perkemahan di beberapa tempat,kita akan bersama beberapa guru pembina juga.." ujar Daffa di depan beberapa anggota OSIS dan pramuka saat rapat berlangsung.
"Gila sih biar lagi keringetan gitu Nayla tetap keliatan cantik dan bersinar.. gaya tomboy nya malah bikin makin cantik.." ujar ujang dengan nada suara kecil sambil melihat ke luar jendela.
"Jang kamu perhatikan apa yang tadi kita bahas?" tanya Daffa
"Hmm iya.." ujar Ujang kaget.
__ADS_1
Mata Daffa pun tertuju ke luar jendela tepatnya di lapangan basket,ia melihat Nayla sedang bermain basket dengan Kevin.tatapan kesal nya pun terlihat saat melihat Nayla dan Kevin asik bermain basket.
~ Sepulang sekolah
Daffa mengajak Nayla ke bangku bambu tempat favorit mereka.
"Daf ada apa? ko kelihatan nya dari tadi kamu sepertinya sedang kesal?" tanya Nayla bingung.
"Aku enggak suka lihat kamu dekat dengan Kevin,aku rasa seperti nya dia menyukai kamu" ujar Daffa kesal.
"Jadi maksud nya kamu sedang cemburu kah? hehe" ujar Nayla sedikit tertawa.
"Kok kamu malah ketawa.. ya aku cemburu lah pacar aku dekat dengan laki-laki lain" ujar Daffa.
"Tadi sebenarnya Kevin menyatakan cinta nya Daf di lapangan basket,tapi aku sudah memberi dia jawaban bahwa aku tidak bisa.aku dan Kevin hanya berteman kok Daf,ya mungkin karena dari awal MOS kita sudah kenal.tapi aku tidak ada perasaan apa-apa kok dengan Kevin.." ujar Nayla.
"Berani nya Kevin itu nembak pacar ku.." ujar Daffa kesal.
"Sudah lah Daf,yang penting Kevin terima keputusan ku dan kita tetap berteman baik" ujar Nayla
Daffa pun mencium tangan Nayla,ia melihat cincin pemberian nya dipakai di jari manis Nayla ia pun tersenyum saat melihat nya.
"Kamu hanya boleh menjadi milikku saja Nay.."
__ADS_1