
~ Di Bukit taman bunga matahari..
"Ada apa Nay?pasti kamu mau bilang kalau kamu kangen kan sama aku.. hehe" ujar Daffa sambil memegang tangan Nayla.
"Daf.. aku fikir mungkin sebaik nya kita berteman saja seperti dulu Daf.. " ujar Nayla sambil menahan tangis nya.
"Maksud kamu Nay?" tanya Daffa kaget.
"Aku sudah fikirkan baik-baik Daf,aku rasa mungkin lebih nyaman kita bersahabat seperti dulu saja.. dan lagi sebentar lagi kamu pun ingin ujian nasional kan kamu harus fokus dengan sekolah kamu dulu.." ujar Nayla.
"Maksud kamu.. kamu ingin kita putus?" tanya Daffa kaget.
"Iya Daf.. mari kita putus saja.." ujar Nayla sambil menangis.
__ADS_1
"Loh Nay ada apa? ada masalah apa sampai kamu ingin kita putus?karena Bapak kamu masih belum menerima ku?aku pernah bilang kan Nay akan tiba waktu nya Bapak kamu menerima dan aku akan ngomong ke Bapak kamu.. gak perlu kita sampai putus dan aku enggak mau jika kita putus." ujar Daffa.
"Pokoknya aku ingin kita bersahabat saja seperti dulu Daf.." ujar Nayla menatap Daffa yang sedang menahan air mata nya.
"Nay aku sudah menahan perasaan dengan kamu sejak kecil bahkan Nay.. dan aku sadari itu bukan perasaan ke sahabat,tapi lebih dari itu.seorang sahabat akan mendukung jika sahabat nya bahagia dengan laki-laki pilihan nya,tapi aku enggak bisa Nay.. aku hanya ingin kamu jadi milikku,bukan sebagai sahabat. tapi sebagai wanitaku.. istri ku nanti.." ujar Daffa menangis sambil memegang tangan Nayla.
"Daf.. aku mohon.." ujar Nayla menangis.
"Apapun masalah nya kita selesai kan bersama ya Nay.. tanpa harus hubungan kita putus.." ujar Daffa memohon.
Daffa pun langsung memeluk Nayla dari belakang dan akhirnya mereka menangis bersama sambil terduduk di rumput bukit taman bunga matahari yang kala itu sedang sepi dengan sepoy angin yang sejuk.
"Daf aku mohon lepaskan aku.." ujar Nayla menangis.
"Nay.. aku mohon.. jangan tinggalkan aku.. aku enggak mau kita putus.. " ujar Daffa lalu tiba-tiba mencium bibir Nayla sambil menangis.
__ADS_1
"Hmm lepaas Daf.." ujar Nayla memberontak menjauhkan tubuh Daffa yang memeluk dengan sangat erat badan Nayla.
Daffa pun tiba-tiba menggendong Nayla dan membawa nya ke belakang bukti taman bunga
"Daf.. lepasin aku.. kamu mau apa..?!" ujar Nayla menepuk-nepuk dada Daffa.
Daffa menaruh tubuh Nayla ke rumput lalu menindih badan Nayla dan menciumi bibir Nayla dengan liar lalu tangan nya perlahan masuk ke dalam rok panjang yang sedang Nayla pakai.
"Daf.. kamu sedang apa lepaskan aku..!!" ujar Nayla berontak.
"Mungkin dengan mengambil keperawanan kamu dan menghamili kamu,kamu akan menjadi miliku seutuh nya dan selama nya Nay.. dan gak akan ada yang bisa misahin kita.. aku enggak mau kehilangan kamu.." ujar Daffa.
"Daf.. kamu sudah gila ya!" ujar Nayla marah sebelum akhirnya tangan Daffa dapat meraih celana dalam yang dipakai Nayla,Nayla pun menampar wajah Daffa yang seketika membuat Daffa terdiam.
Nayla lalu bangun dan mencoba merapihkan pakaian nya.
__ADS_1
"Aku benci kamu!" ujar Nayla marah sambil menangis lalu pergi meninggalkan Daffa yang terdiam menangis.