Apakah cinta mengenal darah?

Apakah cinta mengenal darah?
Cinta yang bersemi dan Cinta yang pergi.


__ADS_3


~ Di Hutan dekat pos 6


Langit sudah mulai gelap,hujan mulai turun dengan sangat derasnya.


Nayla duduk bersandar di pohon tinggi jauh dari tempat ia ditinggalkan oleh Citra,nafas nya mulai terengah-engah namun ia masih mencoba berteriak tolong berharap ada seseorang yang menolong nya.


"Ba..pak...Daf..fa....t...to..lo..ng..." ujar Nayla sambil menangis.


Mata nya seakan sudah tidak kuat untuk melihat,badan nya sungguh lemas dengan nafas terengah-engah,namun tiba-tiba ia melihat seorang laki-laki berlari ke arah nya lalu Nayla pun pingsan.


~ di tenda pos 6


"Pak.. Nayla sudah aku temukan,sekarang aku berada di pos 6 bersama Nayla.ku harap segera kemari!" ujar Daffa berkomunikasi lewat HT kepada pembina lain yang sedang berpencar mencari.


"Nay.. sayangku... bangun Nay..." ujar Daffa cemas sambil memeluk Nayla.


~ di tenda PMR


Nayla mulai membuka mata nya,ia melihat Sinta,Ayu,Daffa dan Kevin berada di samping nya.


"Nay... Nay..." ujar Sinta dan Ayu menangis.


"Nay kamu sudah sadar?" ujar Daffa sambil memegang tangan Nayla.


"Aku dimana?" tanya Nayla dengan nada suara kecil.


"Kamu di tenda PMR Nay.. sudah jangan banyak gerak atau bicara dulu.." ujar Kevin.


"Syukurlah Nay kamu akhirnya sadar... " ujar Sinta menangis.


"Aku baik-baik saja ko.." Nayla pun mencoba bangun dan duduk di kasur nya.


"Minumlah dulu Nay.." Daffa pun memberikan segelas air putih kepada Nayla.


"Daf.. aku lapar.. boleh aku minta bubur ayam yang pedas?" ujar Nayla tersenyum.


Daffa,Kevin,Sinta dan Ayu pun tertawa.

__ADS_1


"Nayla...!"


Perkemahan pun ditutup dengan upacara penutupan,sebelum pulang Citra di panggil oleh Guru Pembina dengan saksi anggota group penelusuran nya perihal kejadian Nayla tersebut. Citra tidak bisa berkelit dan akhirnya mengakui kesalahan nya. Ia pun di jatuhi skorsing atas perbuatan nya tersebut yang membahayakan nyawa seseorang dengan sengaja. Orang tua nya pun akan di panggil oleh Guru BK perihal kasus tersebut. Citra pun meminta maafi kepada Nayla di depan semua guru pembina,anggota OSIS serta Pramuka atas perbuatan nya tersebut. Nayla pun memaafkan kejadian tersebut dan berharap agar perbuatan tersebut tidak Citra ulangi lagi.


~ Di bukit taman bunga matahari.


“Daf.. aku mau bilang makasih kamu udah nyelamatin aku,aku gak tau kalau gak ada kamu bakal gimana tadi..


juga Nay atas kejadian waktu itu.. aku gak bermaksud untuk..” saat Daffa ingin meneruskan pembicaraan nya Nayla mencium pipi Daffa.


“Aku sudah maafin kamu ko..” ujar Nayla tersenyum.


“Nay.. kamu mau kan sama-sama perjuangin hubungan kita? Susah senang kita lewati bersama? Kita sama-sama sayang bukan,gak harus kita bohongi perasaan satu sama lain.. aku janji kelak akan buktikan ke Bapak kamu bahwa aku layak menjadi Suami kamu yang akan bahagiakan kamu.. asal kamu janji jangan pernah tinggalin aku ya Nay..” ujar Daffa memegang tangan Nayla.


Nayla hanya mengangguk sambil meneteskan air mata. Daffa pun memakaikan cincin pemberian nya ke tangan Nayla yang saat itu Nayla kembalikan.


“Jangan pernah kamu lepas lagi ya Nay..” ujar Daffa.


“Iya Daf..” ujar Nayla tersenyum.


“Aku.. boleh cium kamu?” tanya Daffa malu-malu.


Daffa pun mencium bibir Nayla dengan sangat bergairah,bibir nya bahkan seakan tak mau melepaskan bibir Nayla.


“Sudah Daf.. ayo kita pulang..” ujar Nayla.


“Sekali lagi ya..” ujar Daffa lalu segera ******* kembali bibir Nayla, Nayla menepuk-nepuk pundak Daffa sambil tersenyum..


..


Beberapa bulan kemudian..


Daffa berhasil lulus dengan mendapatkan nilai terbaik di sekolah nya, ia pun mendapatkan penghargaan sebagai lulusan terbaik. Dan Nayla pun kini naik kelas dengan Akselerasi sehingga ia pun kini tinggal 1 tahun lagi untuk lulus sekolah SMA, ia pun menjadi siswa dengan nilai tertinggi di sekolah nya dan menjadikan dia sebagai siswa terbaik.


Namun setelah kenaikan kelas Kevin memutuskan untuk kembali ke Jakarta bersama Nenek nya karena kondisi Nenek nya yang sedang sakit sehingga perlu perawatan yang intensif sehingga Ibu dari Kevin nanti lah yang akan merawat Ibu Risma bersama dengan Kevin.


~ Bukit taman bunga matahari


Nayla, Daffa dan Kevin duduk di rerumputan sambil menatap bunga matahari yang mekar.

__ADS_1


“Berarti ini saat terakhir aku disini.. gak kerasa 1 tahun tinggal dan bersekolah di desa ini.. sedih banget sih harus ninggalin desa ini, tapi kondisi Nenek pun lebih penting sekarang. Semoga dengan di rawat intensif di Jakarta, Nenek bisa kembalj sehat seperti sedia kala..” ujar Kevin.


“Amiin.. semoga Bu Risma bisa sehat kembali ya Vin.. makasih selama ini sudah menjadi sahabat ku yang baik.. semoga di sekolah yang baru nanti kamu pun bisa mendapatkan teman-teman yang baik..” ujar Nayla.


“Teman yang baik mungkin bakal aku dapetin, tapi wanita spesial seperti kamu kaya nya enggak ada lagi Nay selain kamu.. “ ujar Kevin.


“Hey kamu lupa ada aku disini?!” ujar Daffa kesal.


“Hehe kalian janji ya harus langgeng, karena kalau kalian putus aku bakal jadiin Nayla sebagai pacarku Daf!” ujar Kevin.


“Berani nya kau ya..!” ujar Daffa kesal.


“Hehe sudah.. sudah.. kamu anak yang baik kok Vin suatu saat kamu pun akan menemukan wanita yang spesial untuk kamu.” Ujar Nayla


Daffa pun memeluk Kevin sebagai tanda perpisahan.


“Daf.. sekali aja boleh gak kamu izinin aku peluk Nayla?” tanya Kevin.


“Apa?!!” Daffa pun kesal.


Kevin pun memaksa memeluk Nayla


“Bek.. aku bakal kangen kamu.. semoga kita bertemu ya kelak di Jakarta.. kamu tau Bek.. kamu itu alasan aku bisa bahagia dan betah di desa ini, selain karena adanya Nenek. Menurut aku enggak ada alasan laki-laki untuk enggak jatuh cinta sama kamu.. makasih ya untuk selama ini..” ujar Kevin sambil menahan air mata nya.


“Ih.. udah lepas.. lepas!!” ujar Daffa melepaskan Kevin dari Nayla.


Nayla pun terharu mendengar kata-kata Kevin.


Kevin pun melambaikan tangan nya dan pergi meninggalkan Nayla dan Daffa.


..


Hari pun berlalu..


Daffa yang sudah tidak bersekolah rutin mendaftarkan ujian masuk ke Universitas dan berharap mendapatkan beasiswa. Ia pun di kini melakukan kerja paruh waktu di bengkel Bapak nya sebagai montir.


Nayla pun kini sibuk menjadi Ketua OSIS dan pelatih untuk Ekskul Tata boga dan Basket, ia menjadi Kakak kelas terfavorit di sekolah nya. Namun Nayla tetap lah Nayla yang rendah hati, ia selalu melakukan penyuluhan kepada siswa baru untuk tidak melakukan bullying.


Kesibukan Nayla di sekolah membuat Daffa sering terbakar cemburu. Sesibuk apapun Daffa ia pasti selalu menjemput Nayla pulang sekolah. Ia pun selalu memeriksa isi handphone Nayla.

__ADS_1


__ADS_2