Apakah cinta mengenal darah?

Apakah cinta mengenal darah?
Kekasih ku adalah Kakak ku.


__ADS_3


~ Di Ruang ICU RS di Jakarta..


Daffa pun perlahan membuka mata nya..


“Dok.. dokter!!” teriak Andri saat melihat mata anak nya perlahan terbuka.


Dokter pun datang dan langsung memeriksa kondisi Daffa.


Setelah melakukan pemeriksaan dokter pun berbicara kepada Andri dan Ratih.


“Jadi bagaimana kondisi pasien dok?” tanya Andri.


“Pasien mengalami patah tulang di tangan kanan dan kaki kanan nya jadi untuk sementara kita pasangkan gips dan perkiraan untuk sembuh sekitar 6 bulan,kalau boleh tau pasien tersebut siapa nya Pak Andri dan Bu Ratih?” ujar dokter tersebut.


“Dia.. anak kami yang hilang 15 tahun yang lalu dok..” ujar Ratih.


“Oh dia adalah Kakak dari Nayla yang hilang 15 tahun yang lalu itu.. memang terkadang takdir kita tidak pernah tau ya Bu.. siapa sangka anak Bu ratih akan di rawat di Rumah sakit tempat Bu Ratih sendiri bekerja.. saya turut senang mendengar anak bu Ratih akhirnya bisa kembali.. lalu Nayla?” ujar dokter tersebut.


“Nayla belum kami temukan tapi kami percaya kelak Nayla pun akan kami temukan” ujar Andri.


~ Di ruang perawatan..


“Aku ada dimana?” tanya Daffa sambil memegang kepala nya dan terkejut melihat kaki dan tangan nya di gips dan terasa sangat lemas sekujur tubuh nya.


“Kamu ada di RS nak..” ujar Ratih masuk ke kamar Daffa.


“Kenapa saya bisa disini dok? Apa yang terjadi?” tanya Daffa

__ADS_1


“Kamu mengalami kecelakaan nak.. dan akhirnya kamu di bawa kesini dan dokter bilang kamu mengalami patah tulang.. akhirnya mamah bisa bertemu denganmu nak.. selama ini mamah yakin bahwa kamu masih hidup.. dan ternyata kamu tumbuh menjadi lelaki yang tampan..” ujar Ratih memeluk Daffa.


“Mamah? Maksudnya anda.. anda Ibu saya?” tanya Daffa kaget.


Ratih pun menceritakan tentang hilang nya Daffa dan adik perempuan nya 15 tahun yang lalu sampai akhirnya kini mereka dipertemukan oleh sebuah kecelakaan. Tak lama Andri datang dan langsung memeluk Daffa dan menceritakan kronologi kecelakaan dan kalung liontin itu berserta tanda lahir yang ia kenali sebagai Daffa anak nya..


Daffa pun menangis bahagia sambil memeluk kedua orang tua nya.


Daffa pun menceritakan tentang kematian Bapak nya dan menunjukan surat wasiat dari almarhum Bapaknya dan kartu nama milik Andri. Ia pun menceritakan tentang kehidupan nya berama Bapak dan Ibu nya di desa serta kekasih nya..


“Jadi kamu sudah memiliki kekasih nak?” tanya Ratih.


“Sudah mah.. dia wanita yang cantik,baik dan pintar.. aku seharusnya menghubungi nya namun setiba nya aku di jakarta dompet dan Handphone aku kecopetan dan aku pun lupa nomor handphone kekasihku..” ujar Daffa.


“Setelah kamu sembuh kita kesana ya nak untuk bertemu pacar kamu..” ujar Andri.


“Setelah kini kami sudah temukan kamu kami pun menghubungi pihak kepolisian dan detektif kami untuk melanjutkan pencarian di desa tempat kamu tinggal nak.. semoga adik kamu pun berada disitu..” ujar Ratih


“Seperti apa adik perempuan ku itu mah?” tanya Daffa.


“Dia cantik dan putih.. mata nya bagai mata bidadari yang menenangkan dan memberikan kedamaian.. umur adikmu waktu itu 3 bulan sehingga baru sebentar sekali kami menemani masa kecilnya waktu itu..” ujar Andri bersedih.


..


~ Di taman bunga matahari


Nayla duduk sambil memegangi cincin pemberian Daffa di jari manis nya..


“Ciuman itu.. perhatian itu.. dan kasih sayang itu ternyata dari kakak ku sendiri? Ya Tuhan.. kenapa engkau menjadikan semua ini begitu menyakitkan pada akhirnya... aku tak tau harus bagaimana sekarang.. “ ujar Nayla menangis.

__ADS_1


Hari demi hari pun Nayla lewati seorang diri tanpa Bapak ataupun Daffa.. di sekolah pun ia kini menjadi sosok yang pemurung.


Setiap hari Nayla pasti mengunjungi makam Bapak nya untuk membawakan bunga dan mengirim doa, ia pun terkadang curhat sambil menangis di makam Bapak nya hingga berjam-jam.


Kini demi mencukupi kehidupan nya, setiap pulang sekolah ia menjual kue di pasar. Untung saja ia mendapatkan beasiswa full sehingga untuk biaya sekolah Nayla tidak perlu memikirkan nya.


Bulan ke bulan pun Nayla lewati, ia pun kini telah lulus dengan nilai terbaik. Ia pun akhirnya membulatkan tekad untuk pergi ke Jakarta mencari orang tua nya serta Kakak nya Daffa.


“Pak.. Nayla sekarang sudah lulus sekolah.. Bapak tau.. Nayla mendapatkan penghargaan sebagai lulusan terbaik. Nayla pun mendapatkan berbagai tawaran beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas ternama.. namun Nayla masih fikirkan Pak. Sekarang ada yang harus Nayla lakukan yaitu mencari orang tua kandung Nayla dan Daffa pak.. Nayla pamit ya pak.. Doakan Nayla agar semua nya lancar..” ujar Nayla menangis di nisan makam Bapaknya.


~ Di terminal bus desa


Nayla sudah duduk di Bus arah Jakarta, ia memakai kalung pemberian Bapak nya serta liontin pemberian orang tua kandung nya. ia memakai tas ransel yang isi nya pakaian,ijasah dan beberapa surat penting miliknya.


Ia pun memegang sebuah alamat yang ia tulis sendiri, alamat tersebut ia dapat sewaktu Daffa menunjukan kartu nama milik Andri lalu Nayla catat karena ia fikir jika Daffa tak kembali ke desa ia akan mencari Daffa ke alamat tersebut.


Namun ternyata kini ia mencari Daffa bukan karena ia mencari kekasihnya, melainkan Kakak nya.


‘Daf.. aku harap kamu membaca SMS ku ini.. sekarang cita-cita ku sewaktu kecil akhirnya terwujud Daf.. aku beneran akan ke Jakarta akhirnya.. sampai bertemu disana, Kakak ku..”


Nayla mengirim SMS ke nomor Daffa meski ia tahu tidak akan diterima karena nomor Handphone Daffa sudah tidak aktif lagi.


Bus pun mulai jalan dan Nayla menangis menatap ke jendela ia telah perlahan meninggalkan desa nya, desa dimana ia dibesarkan oleh Bapak nya, desa dimana banyak kenangan di dalam nya.


“Aku tidak pernah menyesal Pak dibesarkan oleh Bapak.. dibesarkan di desa yang penuh dengan kenangan suka maupun duka.. aku tidak pernah menyesal.. Bapak harus tau.. bahwa Bapak akan selalu ada di hati Nayla dimana pun Nayla berada..” ujar Nayla di dalam hati nya sambil menangis bersandar di jendela bus.


Ia pun seperti melihat arwah Bapak nya duduk di sebelah kursi nya..


“Jangan bersedih Nak.. Bapak akan selalu ada untukmu..”

__ADS_1


__ADS_2