Apakah cinta mengenal darah?

Apakah cinta mengenal darah?
Menyukai BEBEK.


__ADS_3


~ di sekolah


Nayla terus berjalan tanpa peduli apa yang ia tabrak,air mata pun mengalir dan lalu ia usap.


"Bek.. bebek.. tunggu" ujar Kevin di belakang Nayla memanggil.


Namun Nayla tetap berjalan tanpa memperdulikan Kevin memanggil nya,dan tiba-tiba Daffa pun muncul di hadapan Nayla.


"Nay.. kamu kemana saja sih.. aku cari kamu dari tadi.. ya sudah kita pulang yuk" saat Daffa meraih tangan Nayla,dengan segera Nayla pun melepaskan tangan Daffa.


"Nay.." Daffa pun kaget.


"Aku mau pulang sendiri." Nayla pun beranjak pergi meninggalkan Daffa.


Daffa menarik lagi tangan Nayla


"Nay kamu kenapa.. kan kita biasa nya pulang bareng.." ujar Daffa khawatir


"Lepasin.." Nayla mencoba melepaskan tangan Daffa dari lengan nya namun Daffa tetap memegang erat lengan Nayla.


"Nayla bilang lepasin!" Kevin pun memisahkan tangan Daffa dari lengan Nayla dengan muka tegas.


"Nay biar aku anter kamu pulang ya.." ujar Kevin.


Nayla pun mengangguk dan akhirnya pergi bersama Kevin.


Daffa hanya terdiam sambil menatap Nayla dan Kevin pergi meninggal kan dia.


--


Kevin dan Nayla pun pulang bersama dengan sepeda motor Kevin.

__ADS_1


"Kamu bisa turunin aku disini saja ko.. nanti aku jalan saja.." ujar Nayla.


"Aku harus mengantarkan kamu pulang tepat di depan pintu rumah mu oke"


"Tapi.."


"Oh iya ada yang harus kamu pertanggung jawab kan dulu.." Kevin langsung memotong pembicaraan Nayla.


"Maksud nya?" tanya Nayla.


~ di rumah Nenek Kevin.


Nayla dan Kevin pun sampai di rumah Nenek Kevin,Ibu Risma.


Ibu Risma adalah Saudagar kaya raya di kampung nya, ia memiliki berhektar-hektar sawah dan beberapa pabrik.


Nayla masuk ke rumah besar dengan halaman yang lebar dan banyak pohon buah-buahan.


"Assalamu'alaikum Nek.. aku pulang.. ayo Nay masuk.." ujar Kevin.


"karena ada yang harus kamu pertanggung jawabkan" ujar Kevin senyum.


"Wa'alaikum salam.. sudah pulang toh nang.. Ohh ada Nayla juga toh.. masuk Nayla


.. ?" ujar Bu Risma menyambut Kevin dan Nayla dengan hangat.


Nayla pun duduk di ruang tamu dan tercengang dengan isi rumah nya yang megah. ia baru melihat Televisi 3x lipat besar nya dari Televisi kecil hitam-putih miliknya di rumah,Sofa yang besar dan empuk serta perabotan yang antik. terlihat pula foto Bu Risma bersama Suami nya,dan foto Kevin dan orang tua nya.


ternyata Bapak Kevin memiliki darah blasteran,oleh karena itu Kevin memiliki kulit putih seperti orang bule.


"Hehe maaf ya Nay aku gak bilang-bilang ajak kamu ke rumah, jadi ini dia Nek chef kue yang enak waktu itu.. jadi Nenek suka sekali kue yang kamu jual di pasar itu Nay" ujar Kevin.


"Oh Nayla toh yang buat.. wenak tenan Nay kue nya.. hebat kamu masih remaja sudah bisa membuat kue seenak itu" ujar Bu Risma

__ADS_1


"Hehe Nayla pun masih harus banyak belajar Nek.. Alhamdulillah kalau Nenek suka kue buatan Nayla.."


"Jadi kamu mau kan Nay ajari Nenek cara membuat nya?" tanya Bu Risma sambil tersenyum.


"Hm tentu Nek.." ujar Nayla tersenyum.


~ Di dapur


Nayla dan Bu Risma sedang membuat kue di dapur,sambil sesekali memperhatikan jendela dimana terlihat Kevin sedang berusaha mengambil Durian di kebun nya.


"Nenek senang Kevin semenjak pindah kesini menjadi bersemangat lagi.." ujar Bu Risma.


"Hm iya Nek Kevin di sekolah Ceria dan cukup aktif dalam kegiatan ekskul" ujar Nayla.


"Kevin pindah kesini karena orang tua nya yang bercerai,karena alasan yang Nenek pun tidak mengetahui pasti mereka memilih berpisah.


Kevin anak tunggal,jelas dia sangat terpukul atas perpisahan orang tua nya. belum lagi kesibukan orang tua nya yang membuat Kevin seperti tidak di perhatikan di Jakarta.padahal disana dia di fasilitasi mobil mewah,handphone canggih,kartu kredit dengan limit yang tidak terbatas,tapi itu semua tidak membuat Kevin bahagia..


akhirnya ia memilih untuk tinggal bersama Nenek,menemani Nenek karena suami Nenek pun sudah meninggal 5 tahun yang lalu.sebelum Kevin tinggal bersama Nenek,Nenek hanya tinggal di rumah sebesar ini bersama ART saja.


senang sekali bisa ditemani cucu Nenek yang kini telah bersemangat lagi.." ujar Bu Risma sambil menatap Kevin yang sedang memanjat pohon durian miliknya.


"Jadi dibalik Kevin yang ceria.. ia memiliki kepedihan yang ia pendam sendiri.." ujar Nayla di dalam hati.


"Oya jangan-jangan kamu lagi si Bebek" ujar Bu Risma.


"Hah apa nek?" tanya Nayla bengong.


"di hari pertama Kevin pindah sekolah ia bercerita sedang menyukai Bebek,lalu Nenek fikir dia sungguh menyukai Hewan Bebek.


Nenek sampai membuat kandang Bebek yang besar untuk Kevin ternak.


tapi ternyata katanya Bebek itu seorang perempuan.." ujar Bu Risma tertawa.

__ADS_1


Nayla pun tertawa mendengar cerita Bu Risma.


__ADS_2