
~ Esoknya..
Daffa dan Nayla pun berangkat sekolah bersama,hari ini adalah MOS hari terakhir. Nayla pun masih berpakaian sama seperti sebelumnya
~ Di ruang OSIS
"oke sementara adik kelas kita sedang istirahat,kita rencanakan dulu untuk pertunjukan ekskul untuk menarik minat para adik kelas kita"
ujar Daffa saat sedang Rapat OSIS di depan teman-temannya.
setelah rapat,ketika Daffa bergegas pergi menuju lapangan dengan pakaian basket nya
"Daf..." seorang wanita cantik dengan postur tubuh seperti model menghampirinya,ia pun memberikan Daffa sebotol air mineral
"Oh Citra.. ada apa? oh iya makasih tapi gak perlu aku sudah bawa ko" ujar Daffa menolak pemberian perempuan tersebut.
"hanya air mineral pun kau tolak? semua nya pemberianku kau tolak! coklat, baju basket, sepatu semua kau tolak. bahkan kau tolak aku saat aku berikan nomor handphone ku untuk kau hubungi.. tak tertarik kah sedikit saja padaku Daffa? sejak kelas X aku sudah menyukaimu dan bahkan aku mengikuti OSIS karena ada kamu!" ujar Citra dengan mata sedikit berlinang.
"Aku baru tahu kamu ikut OSIS karena alasan itu. gabung dengan organisasi ini dengan ketulusan hatimu sebagai siswa.. bukan hal lainDaffa pun meninggalkan Citra dengan berlari kecil menuju lapangan basket.
~ Di Lapangan Basket..
"dan setelah ekskul PMR,Kesenian,Paskibra sudah unjuk kebolehan mereka.. kini saat nya dari ekskul basket ingin menujukan aksinya...!" ujar Ujang dengan Mikrofon nya dengan suara lantang.
datanglah Daffa dengan tim basketnya, para peserta MOS yang dominan perempuan pun histeris dengan kedatangan mereka.
"Nay itu Ka Daffa.. keren banget sih!" ujar Amel sambil mengigit jarinya
__ADS_1
Nayla hanya tersenyum
ditengah riuhnya pertunjukan basket tiba-tiba ada yang mengagetkan Nayla dari belakang.
"Hai bebek.." sapa seorang laki-laki sesama peserta MOS, ia memakai seragam olahraga SMA Negeri di Jakarta.
"oh ya.. " jawab Nayla singkat
"sebenarnya aku sudah liat kamu dari kemarin,saat aku ingin menyapamu namun kamu sudah pergi pulang. perkenalkan,aku Kevin. aku pindahan SMA di jakarta,aku pindah ke desa ini tinggal dengan Nenekku. apa kamu kenal Bu Risma?"
"oh ya salam kenal. aku Nayla. Bu risma? oh.. Ibu pemilik perkebunan teh yang dekat rumahku ya.. iya aku sering bertemu, beliau sering memberi masakan untuk ayahku dan aku. Bu Risma memang sangat baik.."
"iya memang begitu nenekku dari dulu hingga sekarang,kapan-kapan boleh aku berkunjung ke rumahmu Nayla?"
"oh iya boleh saja.." ujar Nayla tersenyum.
Dan di Lapangan Basket, Daffa Cs sedang membuat games untuk para peserta MOS
Games pun dimulai,bola pun dilempar mengelilingi tiap barisan.
dan ketika musiknya berhenti..
"Nayla!kamu maju?" Amel pun kaget
bola itu pun berhenti di Nayla
"haduh... kenapa aku sih... " Nayla pun kedepan Lapangan
dan teman-teman lainnya memberi tepuk tangan.
__ADS_1
Daffa terlihat sumringah melihat Nayla yang maju, begitu juga Ujang yang terlihat seketika merapihkan rambutnya.
putaran kedua pun dimulai,bola dilempar dan berhenti di seorang perempuan ketika musik ingin berhenti, namun dilemparlah bola itu ke arah kevin.
"dan.. rival kamu.. Laki-laki?" ujar ujang
"mari kita lempar bola lagi.." ujar Daffa
"gak perlu kak,gak apa-apa rivalku lelaki pun" ujar Nayla
Kevin pun terkaget bola itu ditangannya dan akhirnya maju kedepan lapangan.
"Wow.. kita bertemu lagi bebek. aku sangat payah bermain basket.. sepertinya aku akan kalah.." ujar Kevin kepada Nayla
"Ini hanya games ko" ujar Nayla tersenyum
Daffa dari jauh memperhatikan mereka
"BEBEK? Siapa laki-laki itu? sepertinya mereka sudah akrab"
muka daffa terlihat kesal dengan segunung rasa penasarannya.
pertandingan one by one pun dimulai,mula-mula bola berada dalam kendali Nayla lalu Kevin berhasil merebut dan melemparkan ke Ring namun gagal. Nayla pun ambil kendali dan melemparkan ke Ring dan MASUKK....
games ini pun berakhir dengan 3-1 dan Nayla memenangkan games ini.
"Luar biasa bebek caramu bermain basket, seperti nya aku harus sering berlatih denganmu" ujar Kevin menjabat tangan Nayla
Nayla hanya tersenyum sambil mengusap keringatnya.
__ADS_1
"Apa yang mereka obrolin sih?" dari pinggir lapangan Daffa terlihat kesal sambil terus melihat ke arah Nayla ketika Nayla kembali dalam barisan.