Apakah Takdir Harus Seperti Ini?

Apakah Takdir Harus Seperti Ini?
Prolog


__ADS_3

..."Semua cerita ini hanyalah imajinasi saya sendiri, jadi mohon jangan terlalu di bawa ke hati yang teman-teman :D, semoga kalian suka dengan cerita baruku"...


Apakah kalian pernah berpikir bagaimana rasanya menjadi terkenal? menjadi yang terhebat? menjadi yang terpintar? menjadi yang berkuasa? menjadi semua apa yang kalian inginkan, sesuatu yang mustahil untuk di capai oleh manusia pada umumnya. Sesuatu yang sangat luar biasa itu apakah benar-benar ada? jika memang benar ada... apa orang seperti ku boleh meraih kesempatan itu?.


Kehidupan yang menyenangkan, kehidupan yang mudah, kehidupan yang tentram, kehidupan yang damai, kehidupan yang sesuai dengan keinginan ku? apa aku bisa meraih semua hal itu sekarang?. Setidaknya salah satu dari semua hal yang sudah ku sebutkan, mungkin aku akan memilih kehidupan yang bahagia, dimana aku bisa tertawa, dan merasakan perasaan cinta.


Perasaan yang membuat hatiku bergetar karena bahagia. Sesuatu yang sangat menakjubkan adalah kebahagiaan, itu menurut ku. Bahagia itu mungkin di anggap enteng oleh orang lain... namun bagiku mendapatkan sebuah kebahagiaan kecil saja adalah sebuah anugerah yang sangat besar yang diberikan tuhan untukku.


Dunia yang indah... dunia yang menyenangkan... rasanya aku hampir mendekati hal itu...


"Kumohon! hiks! hentikan!..."


Dunia yang menyenangkan itu... rasanya sudah hampir mendekati ku. Aku mulai bisa merasakannya walau hanya sedikit... tapi rasanya itu terasa sangat luar biasa. Begitu ajaibnya sesuatu yang di sebut sebagai kebahagiaan, benar-benar sangat ajaib sampai membuatku menjadi gila.


"Kumohon!... huhu!... hentikan ini!..."


Tapi apakah hal itu dapat di raih untuk orang sepertiku? apakah orang seperti benar-benar bisa memperoleh kebahagiaan itu?. Kumohon katakan lah iya, dan jangan katakan tidak..., "TIDAK"... jadi benar... orang seperti ku memang tidak pantas untuk mendapatkan kebahagiaan yang sangat ku inginkan itu.

__ADS_1


Ahahaha! bodoh sekali aku! bodohnya diriku karena telah berharap kalau kebahagiaan itu akan datang untuk orang sepertiku. Orang sepertiku yang tidak pernah di perhatikan manusia, bahkan tuhan pun tak pernah melirik ku... bisa-bisanya aku berharap untuk mendapatkan sebuah kebahagiaan.


Sungguh ironis... kenapa sifat manusia tidak pernah berubah sejak dulu. Kenapa sesuatu yang mereka inginkan tidak selalu sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Sesuatu yang benar-benar kami inginkan tidak mungkin dengan mudah terjadi begitu saja dengan apa yang kami inginkan.


Karena sifat manusia itu begitu buruk... manusia begitu hina, dan begitu naif. Mereka hanya memperhatikan orang-orang yang hebat, orang-orang yang tak berguna seperti ku tidak mungkin di perhatikan oleh mereka. Bahkan melirikku dalam sekejap mata saja mereka tidak mau, mereka menganggap orang seperti ku sebagai binatang yang menjijikkan.


Orang yang kuat akan berkuasa, sementara orang yang lemah akan di tindas oleh yang kuat. Padahal aku pernah mendengar seseorang yang mengatakan kalau orang kuat harus melindungi orang yang lemah... tapi apa-apaan ini? lagi-lagi dunia berjalan seenaknya, dan tidak sesuai dengan apa yang ku inginkan.


Orang kuat yang sebenarnya tidak peduli dengan hal itu, asal mereka kuat mereka tak akan peduli dengan siapapun di sekeliling nya. Tapi kenapa harus menindas orang yang lemah? kenapa? sebenarnya apa yang ada di pikiran kalian? aku benar-benar tak mengerti akan hal itu.


Lalu... orang-orang yang pintar... mereka begitu sombong, dan angkuh. Mereka juga sama, tidak ada bedanya dengan orang kuat yang ku ceritakan tadi. Mereka juga tidak mempedulikan orang yang bodoh seperti ku. Mereka benar-benar tidak mempedulikannya, padahal tugas orang yang pintar adalah mengajarkan sesuatu kepada orang bodoh.


Tapi mereka malah tidak peduli, dan bersikap angkuh... mereka hanya akan berkumpul dengan orang-orang pintar lainnya, dan membuang orang yang bodoh. Sehingga orang-orang yang bodoh tidak memiliki kesempatan untuk tampil. Yah... lagi pula siapa yang mau menyaksikan orang yang bodoh? mungkin hanya orang bodoh lainnya.


Lalu orang-orang hebat yang memiliki bakat sejak mereka lahir. Mereka juga bersikap sombong, dan hanya bisa mencaci maki orang yang terlahir kurang beruntung seperti ku hanya karena tak memiliki bakat luar biasa sejak lahir. Mereka yang terlahir dengan bakat itu hanya beruntung karena tuhan ada di pihak mereka, tapi apakah tuhan berada di pihak kami? orang-orang yang tak berguna?.


Lalu orang-orang kaya hanya bisa menghina ku yang miskin, dan tak bisa apa-apa. Hanya karena mereka terlahir di keluarga kaya mereka jadi bersikap sombong, dan tak tahu diri. Mereka sering menunjukkan kekayaan mereka di depan semua orang tanpa rasa malu, mereka sangat percaya diri dengan kekayaan yang mereka miliki, sehingga mereka tak merasa malu begitu memamerkan kekayaan mereka.

__ADS_1


Kemudian orang tampan... lagi-lagi aku selalu membandingkan diriku dengan seseorang yang sebaliknya dari diriku. Orang tampan... sudah pasti di sukai banyak orang, para wanita akan berkumpul mengerubungi orang tampan dengan mata yang berbinar-binar. Benar-benar menyebalkan... hanya karena mereka terlahir tampan mereka menjadi pusat perhatian semua orang.


Orang cantik juga tidak ada bedanya dengan orang yang tampan. Mereka juga selalu merendahkan, dan menghina kami hanya karena wajah kami tidak tampan, atau cantik Sepertinya. Begitu tidak adil... dunia ini memang benar-benar tidak adil untuk orang yang tak diperhatikan, tidak di pedulikan seperti ku! benar-benar membuatku muak.


Kapan manusia akan merubah sifat-sifatnya yang busuk itu? apakah selamanya mereka akan tetap seperti itu?. Apa mereka akan terus merendahkan, dan menghina orang-orang yang berada di bawah mereka. Kenapa mereka malah menghina... setidaknya jika mereka tidak suka lebih baik abaikan saja orang-orang itu. Tapi kenapa mereka malah melakukan sesuatu yang buruk pada orang seperti itu.


Kalau mereka benar-benar membenci orang seperti itu! setidaknya kalian hanya perlu melakukan untuk tidak mempedulikan kami saja. Karena... rasanya akan sangat terasa sakit sekali... rasa di tindas, rasa di hina... apa kalian pernah benar-benar merasakan perasaan itu!?. Apa kalian tahu rasanya!? rasa penderitaan dari orang-orang yang berada di bawah? aku yakin kalian tak pernah merasakannya karena kalian melakukan perbuatan yang buruk kepada orang-orang di bawah kalian.


Asa kalian tahu... seperti apa rasanya di hina, dan direndahkan serendah-rendahnya. Rasanya... benar-benar tak tertahankan... begitu sakit, dan sakit... hingga kau benar-benar mendengarkan suara hatimu yang sedang terkoyak dengan begitu keras. Pahit... dan menyakitkan... semua rasa yang menyedihkan itu... benar-benar tidak bisa ku tahan.


Kira-kira sudah berapa lama aku merasakan hal itu? satu tahun? dua tahun? tidak... aku merasakan hal itu sejak saat pertama kali aku masuk ke sebuah sekolah dasar yang ku impikan. Sekolah dasar yang seharusnya terasa sangat menyenangkan karena aku selalu mengimpikan hal yang menyenangkan saat memiliki banyak teman, dan bermain bersamanya. Tapi... semuanya menjadi hancur begitu mengetahui kenyataan yang menyakitkan... kalau sesuatu yang ku impikan sejak saat itu juga... adapun sebuah jurang tanpa dasar yang berada di neraka.


Apakah ini adalah kehidupan yang memang harus ku jalani? lucu sekali... padahal aku mengira ini bukanlah kehidupan. Akan tetapi jalan menuju kematian yang sebenarnya, benar-benar sesuatu yang tidak dapat dikatakan sebagai kehidupan seorang manusia. Perjalanan hidup yang begitu busuk, dan mengerikan.


"TIDAAAAAAK!"


Kalau tidak salah... kejadian itu berawal saat aku masih berumur enam tahun... ya... aku akan menceritakan kejadian yang begitu buruk selama hidup ku...

__ADS_1


__ADS_2