Apakah Takdir Harus Seperti Ini?

Apakah Takdir Harus Seperti Ini?
Ujian Akhir Semester


__ADS_3

Hari ini sudah hari masuk sekolah lagi, waktu terasa cepat sekali karena aku harus menjalani kehidupan yang sama saat di sekolah. Kehidupan yang busuk, dan mengerikan terus menghantui kehidupan ku. Dan lagi... seharusnya aku belajar dengan giat sebelum-sebelumnya... karena hari ini adalah hari ujian akhir semester!. Aku benar-benar lupa kalau hari ini adalah waktunya ujian akhir semester di mulai.


Seketika suasana di kelasku menjadi hening, dan menegangkan. Padahal pengawas ujian belum datang ke kelas, para murid sudah bersiap-siap duduk dengan rapih dalam keadaan tegang. Kecuali gengnya Arya yang tidak peduli dengan ujian ini sama sekali, dan dia masih bisa tertawa terbahak-bahak walaupun ujian akhir semester sudah ada di depan mata.


"Hahaha! yang kemarin itu lucu sekali! aku tak bisa berhenti untuk tertawa Haha!" tawa Arya yang tertawa terbahak-bahak bersama dengan teman-temannya yang ikut tertawa. Mendengar kata, "Kemarin" dari Arya, mengingatkan ku pada Adrian yang kemarin pergi bersama dengan mereka. Aku tak tahu apa yang mereka lakukan di luar sana, aku selalu merasa khawatir pada Adrian yang terlihat memaksakan dirinya untuk berteman dengan orang-orang seperti mereka.


"Kau benar! aku tak menyangka kalau ada orang bodoh yang berani menantang kita" ucap Roy dengan keras, sambil tertawa kecil.


"Wajahnya saja seram, tapi ternyata mereka tidak lain adalah sekumpulan pecundang! dan lagi Adrian bisa mengatasi para pecundang itu dengan baik" ucap Yuda sambil menepuk punggung Adrian untuk memberi penghargaan, atau bangga terhadap Adrian yang berubah drastis kalai ternyata dia bukanlah pecundang seperti yang lainnya.


"Benar! kau keren sekali Adrian, tatapan mu saat melihat para pecundang itu membuatku sedikit merinding" ucap Arya yang tersenyum kepada Adrian.

__ADS_1


"Hahaha! aku hanya melakukan apa yang ingin ku lakukan, hanya itu saja" ucap Adrian yang sedang duduk di atas meja milik Kasta. Aku melihat wajah Kasta yang terlihat ketakutan karena tempat itu biasa di jadikan tempat berkumpulnya geng Arya untuk mengobrol, dan bermain. Kasta hanya bisa menurunkan pandangannya di hadapan mereka, dan menerima dirinya sebagai pecundang.


Kemudian tak lama lagi pengawas ujian akhir semester datang, sambil membawa banyak lembar yang berisi ujian tulis. Seketika suasana menjadi benar-benar hening, dan gengnya Arya kembali ke tempat duduknya masing-masing, dan bersiap-siap untuk memulai ujian. Setelahnya pengawas ujian segera membagikan lembar ujiannya kepada seluruh murid di kelas.


Aku benar-benar sangat tegang sekali, dan yang paling parahnya mata pelajaran pertama ujian hari ini adalah matematika!. Astaga kenapa ujian mata pelajaran matematika harus di mulai hari ini. Aku hanya bisa menatap dengan tatapan kosong kepada lembaga ujian yang sudah di bagikan. Melihat angka-angka yang ada di lembar ujian itu saja sudah membuatku pusing, dan mual.


Tiga puluh menit sudah berlangsung, dan aku masih belum mengerjakan satu soal pun. Aku sangat panik, dan hatiku sangat resah sekali, aku benar-benar tak berani untuk mengumpulkan lembar jawaban nya nanti. Aku terus berharap kalau Kasta atau, Alan membantu ku untuk mengerjakan ujian matematika ini dengan melemparkan sebuah kertas kecil yang sudah di remuk kepada ku.


Aku langsung melirik ke arah Alan namun dia tak sedang menatapku yang memberi tanda kalau dia yang memberikan kertas berisi kunci jawaban ini padaku. Alan terlihat sedang sibuk mengerjakan tugas itu dengan susah payah. Setelahnya aku melirik ke arah Kasta, dan ternyata Kasta sedang memperhatikan, kemudian dia langsung tersenyum kecil begitu aku memperhatikannya.


Setelahnya aku membalas senyuman kecilnya itu, yang berarti kalau dia lah yang melemparkan kertas berisi kunci jawaban ini padaku. Kemudian aku langsung mengisi lembar jawaban itu dengan kertas berisi kunci jawaban yang Kasta berikan padaku. Sat! set! sat! set! dengan cepat aku langsung mengisi seluruh jawaban yang kosong itu, dan hanya dalam hitungan detik aku berhasil menyelesaikan ujian itu dengan mudah.

__ADS_1


Lalu akhirnya ujian matematika telah selesai, dan seluruh murid di kelas segera mengumpulkan lembar jawabannya kepada pengawas ujian. Setelahnya pengawas ujian itu pergi keluar kelas, dan seketika hampir seluruh murid meneriakkan suara keputusasaan mereka mengenai jawaban ujian matematika mereka.


Masih ada waktu lima belas menit lagi untuk kami beristirahat sebelum ujian mata pelajaran ke dua di mulai. Mata pelajaran kedua hari ini adalah, pelajaran bahasa. Saat ini aku ingin sekali menghampiri bangku Kasta, tapi saat ini para gengnya Arya sudah berkumpul lebih dulu di sana, jadi aku mengurungkan niat ku untuk menghampiri Kasta, dan mengucapkan rasa terima kasih ku karena telah memberikan ku kertas berupa kunci jawaban ujian matematika tadi.


Beberapa saat kemudian, bel yang menandakan ujian pelajaran kedua sudah berbunyi, dan pengawas ujian datang kembali dengan lembar ujian barunya. Suasana kembali tegang, dan hening. Sebenarnya tentang ku... aku ini adalah orang yang sangat payah dalam belajar, meskipun hanya pelajaran bahasa. Tetap saja aku tak bisa mengerjakan tugasnya dengan benar, karena aku adalah orang yang sangat bodoh dalam bidang akademik.


Kemudian setelahnya aku membaringkan kepalaku di atas mejaku lagi sambil berharap untuk kali ini, dan seterusnya Kasta terus melemparkan sebuah kertas yang berisi kunci jawaban padaku. Hingga akhirnya Kasta melemparkan kembali kertas yang berisi kunci jawaban kepadaku. Aku merasa sangat senang sekali, dan langsung mengisi seluruh jawaban itu tanpa ragu, dan cepat.


Dalam hitungan detik, lagi-lagi aku berhasil menyelesaikan ujian yang kedua ini. Sebenarnya aku tak tahu mengapa aku harus bangga dengan hal ini. Padahal yang kulakukan ini sama saja dengan orang lain yang mengisi lembar jawaban ku. Tapi anehnya aku merasa bangga kepada diriku karena berhasil menyelesaikan lembar ujian ini.


Kemudian... di hari berikutnya lagi-lagi hal yang sama terjadi padaku. Kasta terus memberikan kertas yang di remukan yang berisi kunci jawaban miliknya padaku. Dan aku langsung mengerjakan lembar ujiannya dengan cepat begitu Kasta memberikan sebuah kunci jawabannya padaku. Aku benar-benar sangat berterima kasih kepada Kasta karena terus membantu ku dalam menjawab ujian-ujian ini.

__ADS_1


Hingga akhirnya sampai ujian terakhir pun kami mengulangi hal yang sama. Aku terus mendapatkan kertas berisi kunci jawaban dari Kasta, dan langsung mengerjakan nya. Dengan begini, aku benar-benar tak terasa kalau ujian akan menjadi mudah, dan sangat cepat berlalu. Dan hasil ujian akan di umumkan besok di mading sekolah pada hari senin, aku sudah tidak sabar untuk melihat peringkat ku.


__ADS_2