
Saat itu... aku masih berumur enam tahun, dan sebentar lagi aku akan memasuki hari pertama ku di sekolah dasar yang ku impikan. Aku sangat menantikan hal itu, dan aku segera tidur agar hari cepat berlalu. Agar hari yang ku impikan saat di sekolah dasar yang ku inginkan segera tiba. Malam itu aku tertidur begitu lelap, dan mimpi indah menyelimuti pikiran ku.
Mimpi yang sangat indah untuk seorang anak kecil seperti ku. Benar-benar mimpi yang sangat indah...
"Ryan! bangun Ryan!..."
Aku tertidur sangat lelap sampai tak mendengarkan siapapun yang berbicara. Aku sangat menikmati mimpi yang indah itu, karena ini adalah pertama kalinya dalam hidupku merasakan mimpi yang indah. Sampai-sampai mulut ku tersenyum karena sedang memimpikan hal yang sangat menyenangkan.
Brak! bruk! blarrrrr! Api menjalar ke seluruh bangunan rumahku, yang menyebabkan langit-langitnya hancur, dan berjatuhan. Keadaan di rumah ku begitu buruk, hanya ada api membara di semua tempat, dan asap yang menghalangi pengelihatan.
"Suamiku! ti-tidak!? huwaaaa!" tangisan penderitaan ini adalah tangisan ibuku.
"Cepat... ba-bawa Ryan keluar dari rumah... jangan pedulikan aku" ucap seseorang dengan suara yang letih seperti sedang terluka parah, dan itu adalah suara ayahku.
"Ta-tapi, bagaimana dengan..."
"Jangan pedulikan aku! cepat pergi saja!" teriak ayahku yang membuat ibuku berhenti menangis, dan berlari membawaku keluar rumah yang sedang dalam keadaan tertidur. Mimpi indah ku masih berlanjut saat itu juga, meski dalam keadaan seperti ini di dunia nyata.
__ADS_1
Orang bilang... kalau kita sudah mendapatkan kebahagiaan yang kita inginkan... maka itu adalah pertanda buruk, sangat buruk. Karena setelah kebahagiaan yang kita inginkan sudah tercapai... maka... penderitaan yang tidak kita inginkan akan datang untuk selama-lamanya. Sampai tak bisa meraih cahaya kebahagiaan di kegelapan yang nyata.
Brak! puing-puing atap rumah berjatuhan, dan mengenai wajah ibuku hingga ibuku terjatuh, begitu juga dengan ku yang sedang di gendong olehnya. Aku terlempar oleh ibuku secara tak sengaja karena itu terjatuh, aku terlempar ke dalam api yang membara di depan mata ibuku.
"RYAAAAAAAAN!!!" ibuku berteriak dengan sangat keras saat aku melayang, dan seluruh tubuhku terbakar di dalam api itu. Namun tiba-tiba saja banyak warga yang berdatangan setelah itu... para warga desa yang melihat kebakaran itu segera membawa seember air, dan menyiram api yang sudah membakar ku.
Kenapa?... kenapa mereka datang terlambat? kenapa mereka tidak datang lebih dulu sebelum semuanya menjadi seperti ini? apakah mereka sengaja membiarkan kami seperti ini dulu baru mereka akan membantu kami?. Benar-benar menjengkelkan... sangat muak! benar-benar membuatku kesal!.
Sejak hari itu ayahku dinyatakan mati dalam keadaan seluruh tubuhnya yang hangus terbakar, dan sudah tak berwujud. Lalu ibuku yang memiliki paras yang cantik menjadi menyeramkan karena memiliki luka bakar di wajahnya, siapapun yang melihatnya pasti akan memalingkan wajahnya segera.
Lalu aku? tidak hanya wajahku... lengan, kaki, badan... hampir semuanya... aku benar-benar seperti seorang monster sekarang. Wujud ku begitu mengerikan karena luka bakar yang ku dapat, aku koma selama satu bulan di rumah sakit. Lalu karena ibu sudah tak memiliki uang lagi untuk membiayai pengobatan ku di rumah sakit, akhirnya aku di keluarkan dari rumah sakit meski dalam keadaan koma.
Benar-benar memuakkan! kami sudah tak memiliki rumah lagi sekarang, uang, makanan, minuman, semuanya!. Kami benar-benar begitu sial... sangat sial sekali... kekayaan, kekuasaan semuanya telah terbakar dalam satu malam. Semuanya... semuanya benar-benar telah pergi meninggalkan kami, dan hanya penderitaan yang membuat kami bertahan.
Lalu ibuku berjalan sambil menggendong ku di trotoar sembari berharap kalau ada seseorang yang akan memberikan kamu kehidupan. Berjalan tanpa alas kaki, dan pakaian yang lusuh, dan bau yang tidak enak. Apakah ada orang yang akan menerima kami? tentu saja tidak ada, karena kami...
Ckit! tiba-tiba saja ada sebuah mobil mewah yang berhenti mendadak, dan pemilik mobil itu keluar dari mobil dengan pakaiannya yang mewah. Dari atas sampai bawah orang itu menggunakan barang-barang branded, dan wajahnya juga sangat tampan untuk seorang pria yang mapan.
__ADS_1
"Apa kalian butuh bantuan?" ucap orang itu.
Setelah itu... kehidupan kami berubah... tidak, sebenarnya hanya sedikit saja yang berubah. Karena kami masih akan tetap menjadi seorang pecundang. Kebetulan sekali orang itu menemukan kami, dan berniat untuk menjadikan ibuku sebagai seorang pembantu di rumahnya yang sangat besar.
Bahkan rumahnya lebih besar dari pada rumah kami sebelumnya. Banyak kendaraan, dan barang-barang yang sangat mewah di rumah ini. Lalu ibuku menerima pekerjaan orang itu sebagai pembantu di rumahnya. Ini adalah tugas seorang ibu yang harus menghidupi anaknya. Lalu aku yang masih dalam keadaan koma, akhirnya di bawa kembali ke rumah sakit yang jauh lebih hebat dari pada rumah sakit sebelumnya, dan biaya itu di tanggung oleh orang itu.
Hingga dalam beberapa minggu kemudian akhirnya aku sadar. Aku membuka mataku untuk sekian lamanya tertidur, dan aku... benar-benar sangat syok melihat apa yang terjadi padaku, ibuku, keluarga, semuanya. Karena ku pikir saat itu aku benar-benar dalam keadaan yang membahagiakan tanpa akhir.
Ternyata itu semua hanya mimpi, dan tanpa tahu saat aku sadar tiba-tiba saja semuanya berubah menjadi mengerikan. Aku benar-benar sangat syok karena begitu aku terbangun semuanya memang benar-benar telah berubah. Aku menangis, dan menyalahkan diriku begitu aku mendengarkan semua kejadian yang sebenarnya selama aku tak sadarkan diri dari ibuku.
Bahkan aku sampai tak mengenali wajah ibuku karena rupanya yang mengerikan. Aku menangis, dan menangis... menyesali, dan menyesali... karena aku berpikir semua yang terjadi saat itu adalah salahku. Kalau saja aku tak tertidur dengan lelap, mungkin ayah masih hidup, dan wajah ibu, tak menjadi seperti ini.
Begitu juga dengan wujud ku, aku pasti tidak akan seperti monster sekarang. Kalau saja saat itu aku mendapatkan mimpi yang sangat buruk, dan segera terbangun dari mimpi buruk itu pasti semuanya akan baik-baik saja. Karena setelah mimpi buruk akan ada kebahagiaan yang nyata di masa yang akan datang.
Meski rumah kami terbakar, dan keadaan kami baik-baik saja. Ayah hanya perlu bekerja lagi, karena ayah mendapatkan posisi penting di sebuah perusahaan. Dengan begitu aku tak masalah dengan rumah yang hancur terbakar, karena ayah dapat membangun rumah yang lagi atau yang lebih baik.
Tapi kenapa harus seperti ini?
__ADS_1
"Ryan... ini putra ku... Adrian" ucap pria itu yang memperkenalkan ku kepada anaknya, saat aku baru saja keluar dari rumah sakit, dan datang ke rumah yang besar ini. Dia terlihat seperti seumur dengan ku... wajahnya, penampilan nya, kehidupannya... benar-benar menjanjikan. Sungguh beruntung nasih anak itu jika dibandingkan dengan ku.