Arkabian

Arkabian
14. Birthday Party


__ADS_3

"kapan Ayah pulang ya?"


Luna memandang foto ayahnya yang berada di ponsel miliknya. Rey benar-benar lama meninggalkan putrinya. Luna benar-benar khawatir jika ayahnya jauh dari dirinya.


"Luna udah makan?"


"Belum tan."


"Kebiasaan, nanti magh kamu kambuh sayang."


Tante Gita sudah tidak menginap di rumah Luna, namun wanita itu tetap sering berkunjung untuk memastikan Luna baik-baik saja. Tante Gita sudah menawarkan agar Luna menginap di rumahnya namun gadis itu menolaknya.


"Hehe lupa tante," jawab Luna tersenyum memperlihatkan giginya.


"Ya udah nih dimakan." Tante Gita membawakan satu porsi nasi goreng dan beberapa yogurt. Tentu saja itu membuat senyum Luna menggembang.


"Makasih tante, tau aja Luna pengin yogurt."


"Sama-sama, sayang."


Luna melahap nasi goreng dengan penuh semangat, entah nasi gorengnya yang enak atau memang Luna yang lapar dalam waktu yang singkat nasi goreng itu ludes seketika.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu membuat Luna yang akan mengambil yogurt terhenti, ia berniat akan membuka pintu namun Tante Gita menahannya.


"Biar tante aja ya,"


Tak lama setelahnya tante Gita kembali dengan sebuah kotak ditangannya. "Ini kayaknya buat kamu deh, Lun.'' tante Gita menyerahkan kotak itu


"Dari siapa tan?"


"Nggak tau, tapi disitu ada nama kamu."


"Ya udah Luna buka nanti, sekarang yogurt dulu yeyy."


Tante Gita geleng-geleng kepala melihat keponakannya yang menggemaskan ini. Wanita itu tidak bisa lama-lama dirumah Luna, ia harus mengurus beberapa urusan.


Setelah merasa kenyang Luna pergi ke kamar membawa kotak berwarna pink itu bersamanya. Namun ia belum mau membukanya.


"Mau ngasih kado apa ya buat Arka?'' gumamnya


Ting!


Suara notifikasi ponsel milik Luna berbunyi. Sepertinya Arka benar-benar panjang umur, cowok itu mengirimkan pesan padanya.


[Nanti malam pakai baju yang gue belikan! Udah nyampai kan barangnya?]

__ADS_1


"Jadi ini dari Arka."


Luna mengambil kembali kotak itu dan membukanya. Matanya terkejut melihat isi didalamnya. "Gue beneran harus pakai ini?"


...****...


Tin tin


Arka terus memberi klakson karena Luna tak kunjung keluar. Cowok itu memang berniat untuk menjemput Luna, padahal Luna bisa saja pergi kesana sendiri.


Karena kesal Arka turun dari mobil dan mendekati ke rumah Luna, belum sempat cowok itu mengetuk pintu, pintu itu terlebih dahulu terbuka menampilkan Luna yang sudah rapi.


"Cantik." Kalimat pertama yang Arka ucapkan, bahkan cowok itu sempat terpana dengan penampilan Luna malam ini.


"Ini beneran nggak papa, Ka?"


Sebenarnya Luna agak risih dengan pakaiannya. Ia memakai dress hitam panjang namun sedikit terbuka di bagian atas sehingga mengekspos bahunya.


"Lo cantik." Puji Arka untuk kedua kalinya


Wajah Luna benar-benar panas saat ini, mungkinkah sekarang mukanya seperti kepiting rebus?


"Makasih, tapi Ka—"


"Cepat ayo!"


"Nanti di pesta lo jangan jauh-jauh dari gue ngerti." Ucap Arka yang fokus menyetir namun sesekali melirik Luna


"Lagian gue nggak akan kemana-mana kok." Karena Luna yakin sebagian besar yang menghadiri pesta pasti anak ALTARES dan keluarganya, itu pasti akan membuat Luna tak berkutik.


Arka mengelus kepala Luna. "Good girl."


Tak butuh waktu yang lama mereka berdua sampai di rumah Arka.


Arka mengandeng Luna ke area kolam renang karena pesta ulang tahunnya diadakan disana agar suasananya sejuk.


Luna sangat gugup berada di antara mereka, apalagi sekarang Arka menggandeng dirinya menemui orang tuanya.


"Ya ampun ini siapa Arka?" Tanya Clara menatap kagum Luna


"Nama saya Luna tante," Luna menjabat dan mencium tangan Clara dan Prama bergantian.


"Wah cantik ya, kamu pacarnya Arka ya?" Ujar Clara


"I-iya tante," jawab Luna gerogi. Clara nampak ramah terhadap Luna namun berbeda dengan Prama, pria paruh baya itu nampak tidak suka padanya.


Arka yang mengerti dengan keadaan Luna, sontak ia mengajak Luna pergi sisi lain menemui teman-temannya.

__ADS_1


"Happy birthday Arka. Semoga langgeng ya sama Luna." Ucap Nisa memberi selamat


"Happy birthday bro, umur lo udah dikurangin satu. Baik-baik jangan jadi bos yang galak, sering-sering traktir kita dong." Perkataan Razi membuat Arka menatap cowok itu garang.


Lalu setelah itu Okta, Devano, dan Karlo juga turut memberikan selamat pada Arka. Perhatian mereka teralihkan kerena kehadiran Reza disana bersama seorang perempuan.


"Itu Reza sama?" Beo Luna melihat temannya bersama cowok itu.


"Selamat ulang tahun ya, Arka. Semoga panjang umur dan jangan pernah nyakitin sahabat gue. Oh iya ini kado dari gue dan Reza." Cewek itu memberi selamat serta kado pada Arka.


Semua yang berada disana dibuat tidak percaya dengan apa yang ada dihadapannya. Reza yang kaku menghadiri pesta dengan seorang cewek?


"Nara kok lo bisa sama Reza?" Tanya Nisa yang berada disamping Alga


"Oh ya gue belum cerita ya, gue sama Reza udah tunangan." Jawabnya sambil memperlihatkan cicin cantik di jarinya.


Nara benar-benar bahagia hari ini berbeda dengan Reza yang selalu memasang wajah datar. Sebenarnya masih banyak pertanyaan dari ALTARES pada mereka berdua, namun Reza malas menanggapi dan menarik Nara menjauh dari sana.


"Gue tadi liat makanan enak, temenin gue yuk Ta." Karlo menarik Okta paksa mencari makanan yang sudah menggodanya


"Ca, ke sana yuk." Devano mengajak Nisa untuk mengambil minuman.


"Ayo."


Lalu Alga mendekati Arka dan memberi selamat. "Selamat ya Ka. Doa terbaik buat lo, semoga bahagia selalu menyertai lo, dan jadi ketua yang baik buat ALTARES."


"Thanks, Al."


Alga mengangguk lalu hendak menyusul Nisa, tapi sebelum itu Alga menepuk bahu Arka. "Erat banget tangannya takut hilang ya, Ka." Goda Alga lalu tertawa meninggalkan mereka berdua.


Arka yang mendengar ejekan itu segera melepas genggaman tangannya. Luna memberikan sebuah kotak pada Arka.


"Selamat ulang tahun ya, Arka. Gue tau mungkin hadiah gue nggak seberapa buat lo, tapi gue harap lo terima ya." Luna memang menyiapkan kado itu khusus buat Arka


"Makasih," Arka mengambilnya. Lalu dengan tiba-tiba ada seseorang yang mendorong Luna sehingga cewek itu menyebur ke kolam renang


Byurr


"Aaaaa tolong!" Teriak Luna yang memang tidak bisa berenang.


Seketika suasana disini menjadi gaduh. Arka membeku di tempat saat melihat siapa yang mendorong Luna. Kakinya tiba-tiba lemas, jantungnya tidak beraturan.


Sedangkan Luna disana sudah hampir lemas karena air yang masuk ke dalam mulutnya.


"Arka tolong!" Teriaknya susah payah


Namun sepertinya Arka sudah tuli, bahkan cowok itu tidak berpaling sedikitpun. Karena tidak ada yang berniat menolong Luna akhirnya Devano terjun menyelamatkan cewek itu.

__ADS_1


"L-lolly?"


__ADS_2