
Kana Almira, gadis cerdas dan di dukung Paras yang elok menunjang keberuntungan dalam hidupnya. Kuliah di Universitas kelas Internasional ternama, kekasih yang sangat mencintainya dan calon mertua yang begitu menyayanginya.
meski pertemuan awal dengan sang kekasih karena sebuah petaka malam panas yang tak sengaja dilaluinya, justru membawa ia pada keluarga yang dengan tulus mencintainya, ia diperlakukan bak seorang ratu, hidup bergelimang harta dan cinta.
flashback tiga tahun lalu
seorang gadis tersedu-sedu di pagi hari kala ia terbangun tanpa sehelai benang pun yang menempel di tubuhnya. Ia merintih, tak mampu berjalan untuk menopang langkah kakinya karna bagian intinya sangat perih bahkan sangat ngilu untuk sekedar beranjak.
tangisannya membangunkan sosok laki-laki tampan yang telah merenggut kesuciannya tadi malam. laki-laki dari klan Hasyim yang terkenal sebagai konglomerat ternama.
Kana mengingat betul, semalam ia yang hendak pulang sehabis bekerja paruh waktu di sebuah hotel, tiba-tiba di tarik paksa oleh lelaki yang mabuk dan seperti terpengaruh obat perangsang.
"eugh", terdengar lenguhan laki-laki di sebelah Kana. Tangisan Kana membuat lelapnya sirna dan menyadari apa yang diperbuatnya.
" Siapa namamu?" tanya lelaki di sebelah Kana. lelaki itu bangkit duduk, lalu tanpa sengaja matanya melihat noda merah di atas sprei putih.
"A-aku Kana", jawab Kana masih disertai isak tangis.
__ADS_1
" Mari menikah, aku akan bertanggung jawab atas perbuatanku padamu". Tanpa basa basi dan tanpa banyak pikir si lelaki langsung menawarkan pernikahan pada Kana. Ia berpikir nanti saja akan mencari tau siapa gadis yang telah ia renggut kesuciannya, sekarang harus membuat gadis itu tidak ketakutan menatap masa depannya ia yakin akan bertanggung jawab.
"Hah?" Kana terperanjat dengan ucapan laki-laki disebelahnya. Mendadak isak tangisnya terhenti berganti dengan rasa takut dan ragu.
"Ta-tapi... kita tidak saling mengenal apalagi saling mencintai", jawab Kana.
" Tidak sulit untukku mencari tahu siapa dirimu. perkenalkan aku Kenzi Hasyim. Semoga kamu sudah tahu siapa keluarga Hasyim".
"Hah? keluarga Hasyim?" batin Kana. tentu saja ia tahu siapa keluarga Hasyim. keluarga konglomerat dengan gurita bisnis di dalam mau pun di luar negri.
Kana hanya mengangguk paham
" Aku akan membersihkan diri, setelah itu ikutlah denganku", ajak Kenzi
Lagi-lagi Kana hanya mengangguk patuh
setelah selesai membersihkan diri, Kana yang baru saja keluar dari kamar mandi dan berganti pakaian yang entah sejak kapan disiapkan oleh Kenzi, mereka menikmati sarapannya di dalam kamar hotel.
__ADS_1
ini adalah sarapan termewah versi Kana yang notabene hanya seorang mahasiswi dengan modal beasiswa, bahkan untuk hidup sehari-hari ia bekerja paruh waktu di hotel tempat tadi malam ia menghabiskan malam panasnya dengan klan Hasyim.
"Ayo makanlah, setelah itu akan aku perkenalkan dengan kedua orang tuaku", ajak Kenzi
Kana pun mengambil tempatnya, tepat di sebelah Kenzi dan mulai menikmati sarapannya.
"Boleh aku bertanya sesuatu?" Kana yang sejak tadi hanya diam dan patuh kini mulai mengeluarkan suaranya.
" Silahkan saja. Kau bebas bertanya apa pun padaku". jawab Kenzi
"Huhh... " sejenak Kana menghela napasnya panjang
"Kenapa kamu begitu yakin langsung ingin menikahiku?" tanya Kana
"Bagaimana kamu yakin tidak hamil setelah kejadian semalam?" Kenzi balik bertanya. "Ingat, aku tidak menggunakan pengaman", lanjut Kenzi
to be continue
__ADS_1