
“Permisi, Tuan...” sapa seorang wanita
“Shera...” Ken terperenjat melihat sosok wanita yang dihadapannya
Seorang wanita cantik dengan balutan busana nan seksi kini berdiri di hadapan Ken. Wanita yang Ken ketahui bernama Shera adalah salah satu teman ketika semasa SMA. Iya, mereka memang satu angkatan, hanya berbeda kelas saja. Ken ingat betul dulu sekali penampilan Shera sangat jauh dari kata cantik apalagi menarik. Badan gemuk penuh lemak, rambut yang selalu dikepang dan jangan lupa dengan kaca mata tebal yang selalu menghiasi wajahnya.
Suatu hari di lorong sekolah Ken melihat Shera yang sedang di bully oleh wanita-wanita populer di sekolahnya. Ken yang hendak ke kantin kala itu menolong Shera dan mengancam para Pembully untuk tidak menyakiti Shera lagi. Namun, tidak lama dari kejadian itu yang Ken dengar Shera dan keluarganya berpindah ke Jepang. Ken tidak pernah mengetahui, bahwa sejak kejadian ia menolong Shera sejak itulah Shera jatuh cinta padanya.
“Jadi, ternyata pengacara hebat di Jepang ini kamu, She?” tanya Ken. “Jadi, kita cukup berjabat tangan atau harus berpelukan sebagai kawan lama yang lama tak berjumpa?”
“Aku rasa kita harus berpelukan,” jawab Shera dengan senyum merekah.
Mereka berdua menikmati makan malam sambil membahas kekacauan yang terjadi dengan perusahaan Ken. Obrolan mereka mengalir begitu saja, bahkan tanpa canggung diiringi gelak tawa antar keduanya.
__ADS_1
“Kamu masih sama, Ken. Masih sangat tampan dan bertambah hebat.” Batin Shera
“Jujur, She, aku masih tidak menyangka pengacara yang direkomendasikan oleh orangku adalah kamu.”
“Aku juga tidak tahu kalo klien-ku kali ini adalah Malaikat penolongku,” kata Shera dengan tatapan memujanya.
“Sudah, lupakanlah yang lalu,” kata Ken. “lagipula siapa yang berani menghinamu jika kamu sudah terlihat sempurna seperti ini.”
“Apa kau memujiku?” tanya Shera
“Terima kasih, kak. Kau sudah menepati janjimu.” Batin shera
Beberapa waktu lalu,
__ADS_1
“Kak, ku mohon, bantulah aku untuk sekali ini saja.”
“Tidak, She, itu terlalu berbahaya! Bukan hanya untuk karirku, tapi untuk kehidupan kita juga.”
Shera yang mengetahui kakaknya bekerja di salah satu perusahaan Hasyim Corp itu memohon bantuan kakaknya untuk bagaimana ia bisa bertemu dengan cinta pertamanya. Terlebih posisi kakaknya adalah pemimpin cabang di Jepang dan termasuk salah satu orang kepercayaan Ken.
Shera mengetahui semua tentang Ken dengan menjadi stalker di akun media sosial Ken, bahkan Shera juga mengetahui jika Ken saat ini sudah memiliki tunangan. Namun, rasa cintanya yang begitu dalam dan terpendam sejak lama membuat ia bertekad untuk merebut seluruh perhatian Ken hanya untuknya. Iya. Shera tidak ingin berbagi, semua tentang Ken adalah miliknya sejak di hari Ken menjadi Malaikatnya.
“Jika kakak tidak bisa menuruti permintaanku, aku lebih baik mati!” Itulah ancaman Shera kepada kakaknya. Hingga suatu hari Shera benar-benar melukai dirinya sendiri dan nyaris kehilangan nyawanya. Syafiq- yang hanya memiliki Shera sebagai satu-satunya keluarganya setelah kedua orang tuanya meninggal tentu tidak menginginkan satu hal buruk terjadi dengan Shera. Hingga dengan terpaksa, ia menuruti keinginan adik semata wayangnya.
“Baiklah, aku berjanji akan mempertemukanmu dengan dia.” Itulah janji Syafiq kepada Shera ketika shera terbaring tak berdaya di Rumah Sakit.
“Aku tunggu janjimu, kak.”
__ADS_1
Tak lama terbentuklah skenario kekacauan yang di buat oleh Syafiq- sebagai seorang pimpinan Hasyim Corp untuk memancing Ken agar mendatangi Negara Jepang.