Asmara Abad 21

Asmara Abad 21
Calon menantu kesayangan


__ADS_3

Mobil mewah itu melaju memasuki sebuah kawasan perumahan Elit di wilayah Jakarta Selatan. Kana yang terpukau dengan deretan Mansion mewah tidak menyadari bahwa ia kini sudah berada di salah satu Mansion mewah di kawasan tersebut.


"Ayo, turun. Aku akan perkenalkan kamu dengan mamiku", ajak Kenzi pada Kana sambil membukakan pintu mobilnya


Kana pun patuh dan turun bersama Kenzi, memasuki Mansion mewah dengan berbagai perabot bernilai fantastis. hingga terlihat seorang wanita yang masih terlihat cantik di usia tuanya menghampiri mereka. wanita itu tersenyum, bahkan memeluk Kana. " Maafkan anak Mami, menikahlah dengan dia," bisiknya.


Tak heran jika sang Mami mengetahui kejadian yang menimpa putranya, karna sebelumnya Kenzi sudah mengirimkan pesan pada Maminya.


Mami Keiko mengajak mereka duduk bersama membahas rencana pertanggung jawaban sang putra. Sedang Kana yang mendapat perlakuan hangat dari mami Keiko merasa masih sangat minder dengan kondisinya.


"Aku akan bertanggungjawab, Mi. Aku akan menikahi Kana"


"Tentu saja kamu harus bertanggungjawab dan menikahinya, sayang," jawab mami Keiko sambil tersenyum. "bagaimana dengan kamu, Kana? "


"Ta-tante... aku mohon maaf, aku belum berniat berencana untuk menikah saat ini", jawab Kana

__ADS_1


iya, Kana banyak memikirkan banyak hal di mulai dari status sosial mereka yang bagaikan langit dan bumi, rasa cinta yang belum ada, terlebih dia juga tidak mengenal betul siapa sosok laki-laki yang merenggut kesuciannya.


Dengan berbagai alasan yang mendasar, Kana menjelaskan mengapa ia menolak untuk segera dinikahi.


"Baiklah, jika memang keputusanmu tetap seperti itu, tapi mau kah kamu tetap tinggal bersama kami sementara waktu?" tanya mami Keiko setelah mendengar berbagai penjelasan Kana. meski sedikit kecewa, mami Keiko menghargai keputusan Kana.


"Ta-tapi, tante",


" tinggallah dengan kami untuk memastikan kamu hamil atau tidak," kata mami Keiko dengan senyum hangatnya.


Meski enggan, pada akhirnya Kana memang harus patuh, apalagi jika menyangkut soal kehamilan. Bagaimana pun jika benar ia hamil, tentu harus menikah dengan laki-laki disampingnya dan selama kehamilan ia pun tentu harus memberikan nutrisi terbaik untuk janinnya. Kana sadar, kalau dia tidak akan mampu memberikan itu semua dari penghasilannya. Tanpa menunda, Kana dan Ken langsung berpamitan pada mami Keiko untuk mengambil barang-barang milik Kana di kostan sederhananya.


 


***

__ADS_1


 


"Apa sudah selesai berkemasnya? " Lagi-lagi Ken bertanya, ini adalah pertanyaan kesekian kalinya pada Kana. ia terlihat tidak nyaman berada di kostan milik Kana. Sebuah kamar dengan ukuran sangat kecil, sesak dan panas. Berkali-kali menghela napas dan mengibaskan tangannya karna ia kegerahan.


Melihat pemandangan di depannya Kana hanya bisa tersenyum kecut, betapa ia dan lelaki dihadapannya memiliki kasta yang jauh berbeda.


"Sebentar lagi, Ken. Hanya beberapa baju lagi," jawab Kana. Namun saat Kana akan memasukkan beberapa potong pakaian, Ken menghentikannya. "Cukup buku-buku keperluan kuliah saja," tegas Ken. "Untuk pakaian kita bisa membelinya," lanjutnya.


"Ini hanya sebentar lagi, Ken"


"Ayo, menurutlah," kata Ken sambil mengacak rambut Kana. Meski kesal dan cemberut akhirnya Kana menurut, terlebih ia juga ngeri dengan tatapan tajam Ken.


flashback off


Hari berlalu, bulan berganti hubungan Kana dan Ken semakin mesra. Meski dari kejadian satu malam panas mereka Kana memang tidak hamil. bahkan Kana adalah wanita paling beruntung menurut teman-temannya, karna ia yang kini menjelma bak seorang putri dongeng..

__ADS_1


to be continue...


__ADS_2