
"Tuan, lepaskan. Adikku bisa mati!" teriak Syafiq.
"Adikmu?" tanya Ken sambil memberikan tatapan tajam pada asistennya.
Tanpa mereka sadari Kana dan Mami Keiko bahkan sudah ada di ruang tamu sejak mendengar cerita Ken tentang Shera. Bahkan Kana menutup mulutnya agar isak tangisnya tak terdengar orang-orang yang berseteru di ruang tamu. Tak berbeda dengan Mami Keiko yang begitu terpukul dengan apa yang menimpa putra kesayangannya.
Sa-sayang." Panggilan Kana menyadarkan Ken.
Di saat suasana semakin menegang ketika Ken mencekik leher Shera, Kana bersuara.
"Baby" Ken terlihat sangat frustasi, Kana pasti sudah mendengar semuanya. Wanita yang sangat ia cinta kini meneteskan air mata yang memilukan.
"Stop," ujar Kana sambil menahan Ken agar tidak mendekatinya.
"Baby, dengarkan aku, sayang." Ken tak peduli dengan larangan Kana. Ia tetap mendekat, hingga ia memeluk wanitanya. Kana berontak, bahkan berteriak histeris dengan kenyataan yang ia terima.
"Katakan, sayang. Katakan padaku ini semua bohong!" teriak Kana dipelukan Ken.
__ADS_1
"Maaf, maaf, baby,"
"Jadi semua yang dikatakan wanita itu benar?" ujar Kana sambil menunjuk ke arah Shera. "Kau mengkhianatiku?" sedetik kemudian Kana pun tak sadarkan diri, untung saja Ken langsung sigap menangkap tubuh Kana.
"Ken cepat bawa Kana ke kamar tamu," titah Mami Keiko. "Mami akan menelpon dokter keluarga."
Ken segera membawa Kana menuju kamar tamu diikuti Mami Keiko sambil berbicara dengan dokter keluarga melalui sambungan ponselnya. Melihat kondisi Kana, Papi Hasyim pun mengikuti anak dan istrinya untuk memastikan kondisi calon menantunya.
"Tuan, lalu bagaimana dengan kami?" pertanyaan Syafiq menghentikan langkah tuan Hasyim. Hampir saja ia melupakan kedua tamunya. Tuan Hasyim pun akhirnya duduk kembali bersama tamunya.
"Tapi, tuan-"
"Baik, tuan."ujar Syafiq. Baru saja Shera hendak protes karna di minta kembali esok hari, Syafiq sudah menggandeng tangan adiknya untuk beranjak.
" Kami mohon maaf untuk kekacauan ini," ujar Syafiq tulus sambil menundukan badannya.
"Kak-" Shera yang tak terima karna Kakaknya meminta maaf menyikut perut Kakaknya.
__ADS_1
Syafiq pun menggandeng paksa Shera agar keluar dari mansion milik keluarga tuannya.
"Sudah kubilang jangan pernah ganggu Ken, She. Lihat apa yang sudah kau perbuat, kau menyakiti nona Kana!" bentak Syafiq ketika mereka sudah berada di dalam mobil sewaan selama mereka di Jakarta. Untuk pertama kalinya Syafiq membentak adik kesayangannya, satu-satunya keluarga yang ia miliki. Kini Syafiq mulai sadar, ia terlalu memanjakan adiknya, semua yang diinginkan adiknya selalu ia penuhi, hingga Shera tumbuh menjadi wanita yang sangat egois.
"Aku tidak peduli, Kak. Aku sudah lama mencintai Ken!" Teriak Shera tak kalah sengit. Syafiq pun mengusap wajahnya dengan kasar.
"Kau jahat sekali, She," desis Syafiq. Shera yang mendengar ucapan Kakaknya hanya melihat sekilas dan tersenyum sinis.
"Aku sudah mencintai Ken cukup lama. Di saat sebentar lagi dia menjadi milikku, apa Kakak pikir aku akan melepasnya," ujar Shera pelan.
Syafiq pun langsung melakukan kendaraannya menuju hotel tempat mereka menginap setelah mengakhiri perdebatan sengit dengan Adiknya.
***
Di mansion utama, Kana yang baru saja diperiksa oleh dokter keluarga Haysim mulai tersadar. Ia mengerjapkan matanya. Ia berharap semua yang ia dengar sebelum tak sadarkan diri hanyalah sebuah mimpi buruk. Sejak tadi Ken tak melepas genggamannya pada Kana.
"Baby,"
__ADS_1