Asmara Abad 21

Asmara Abad 21
bab 7


__ADS_3

Baiklah, aku berjanji akan mempertemukanmu dengan dia.” Itulah janji Syafiq kepada Shera ketika shera terbaring tak berdaya di Rumah Sakit.


“Aku tunggu janjimu, kak.”


Tak lama terbentuklah skenario kekacauan yang di buat oleh Syafiq- sebagai seorang pimpinan Hasyim Corp untuk memancing Ken agar mendatangi Negara Jepang.


flashback off


Makan malam usai, kedua teman yang sudah lama tidak berjumpa itu mendatangi sebuah klub mewah yang tak jauh dari restaurant. keduanya tampak menikmati malam syahdu di negeri sakura. Perbincangan mereka tampak menarik meski sudah lama tak berjumpa, hingga tanpa mereka sadari beberapa botol minuman telah habis, membuat keduanya seolah hampir hilang kesadarannya.


*


*


*


Ken terbangun karena tidurnya terusik oleh hembusan nafas lembut seseorang. seketika ia terlonjak kaget mendapati dirinya dan wanita yg bersandar di dadanya sama-sama tanpa sehelai benang pun yang melekat di badannya.

__ADS_1


"Shiit! " umpatnya. Ken yang sudah sepenuhnya sadar mengumpat kasar dalam hatinya, merutuki kebodohannya yang terlalu terbuai dengan obrolan bersama teman lamanya. Perlahan Ken melepas pelukan erat wanita dihadapannya, beranjak dari ranjang perlahan dan mengenakan pakaiannya kembali secara asal. Ia melirik jam dipergelangan tangannya, waktu masih menunjukan jam 4 pagi waktu setempat. Segera Ia berlari meninggalkan kamar yang menjadi saksi percintaan naasnya dan tanpa belas kasih meninggalkan wanita yang mungkin tadi malam sudah sangat memuaskannya.


Selang tiga puluh menit kemudian, Ken tiba di hotel yang Ia pesan selama tinggal di Jepang. Ia langsung membersihkan diri dan betapa menyesalnya Ken ketika melihat begitu banyaknya jejak cinta yang ditinggalkan Shera untuknya. Ya, tadi malam ia menghabiskan malam indah bersama Shera teman lama yang dipercaya sebagai pengacara yang akan menangani kasus proyek yang menimpa perusahaannya di cabang Jepang.


Sedangkan di Jakarta, wanita yang masih tertidur pulas karna tidak bisa tertidur nyenyak tadi malam meraba-raba mencari ponselnya yang berdering sejak beberapa menit lalu. Senyumnya mengembang ketika panggilan video tersebut menampilkan nama sang kekasih.


"Hallo, sayang," sapa Kana setelah panggilan tersambung. Kana mengernyit heran Ken hanya diam dengan raut wajah dan tatapan yang semu.


"Hallo, hallo, sayang," sapa Kana dengan suara yang agak tinggi. Ia berpikir mungkin karena jaringan yang kurang bagus, sehingga suaranya tampak tidak terlalu jelas.


"Hi, baby," sapa Ken setelah menyadari bahwa ia sedang menghubungi kekasihnya. Di layar itu terlihat Kana dengan senyum indahnya.


"Maaf, Ma-af kan aku." Entah mengapa hanya kata itu saja yang bisa lolos dari bibir seorang Ken. sedangkan di seberang sana Kana malah semakin tidak mengerti.


"Sayang, Kau kenapa?" tanya Kana. "Apa pekerjaanmu sangat berat?" imbuh Kana.


Dengan senyum terpaksa Ken mengangguk, entah apa yang akan terjadi jika Kana mengetahui apa yang baru saja terjadi dengannya. "Aku baik-baik saja, baby. Aku hanya sangat merindukanmu,"

__ADS_1


"Kau tahu, tadi malam aku tidak bisa tidur dengan nyenyak, di dalam sini selalu berputar-putar memori tentang kita," ucap Kana sambil menunjuk pada bagian dahinya.


Deg!


Lagi-lagi Ken merasa sesak, mungkinkah Kana bisa merasakan apa yang terjadi padanya tadi malam.


"Maafkan aku, baby. Aku janji akan segera kembali setelah semua masalah di sini membaik."


"Aku tunggu kedatanganmu, sayang,"


*


*


*


Matahari mulai menampakan cahaya, mengusik lelap seorang wanita di kamar sebuah hotel mewah. Ia meraba mencari seseorang yang tadi malam sudah menghabiskan malam indah bersamanya. Ia tak hentinya tersenyum kala mengingat betapa nikmat dan seksinya laki-laki yang menggagahinya tadi malam.

__ADS_1


"Ken, kali ini kamu milikku," ucapnya sambil mengelus perut ratanya.


__ADS_2