Awal Kehancuran Salah Memilih Pasangan

Awal Kehancuran Salah Memilih Pasangan
KEUANGAN DROP !!


__ADS_3

Hari berganti hari, tidak terasa kehamilan Ria memasuki 8 bulan.


Kala itu suami Ria yang sudah kembali pulang ke tempat dia bertugas tidak meninggalkan uang sedikitpun untuk Ria.


suaminya berdalih bahwa apa semua pemasukan dia selama ini habis terpakai untuk usaha, namun usaha yang dia jalani gagal dan berakhir dengan kebangkrutan.


Ria percaya penuh dengan apa yang disampaikan suaminya. Bahkan, dari awal pernikahan pun Ria lah yang banyak memasok keuangan mereka.


Bahkan Ria tidak segan-segan meminjam dana kepada orang tua Ria kala itu 75 Juta untuk keperluan suami Ria dalam memulai usaha mereka.


Ria pun tidak segan dan berfikir panjang untuk meminjam dana di salah satu bank,untuk memenuhi dana yang suami nya perlukan untum memulai usaha yang suaminya rancang saat itu


Namun, semua gagal.. ..


Ria pun tidak pernah menerima sedikitpun hasil dari usaha suaminya.


Setiap kali Ria mendatangi suaminya,tentu diperlukan dana yang tidak sedikit tentunya.


Mengingat untuk pergi ke tempat suaminya berdinas harus menumpangi pesawat dan perlu waktu 3 hari bisa sampai kesana.


Kebetulan juga,tempat suami Ria berdinas semua kebutuhan pokok nya sangatlah mahal.


Ria yang tidak pernah mengeluh,bahkan tidak pernah berfikir untuk keberatan jika semua dana yang keluar adalah dari dirinya.


Karena Ria yakin akan suaminya yang tidak akan pernah menyakiti dirinya.


Namun, saat Suaminya kembali ke tempat dinas setelah selesai mengikuti acara 7 bulanan kemarin, Ria merasa ada banyak hal yang sangat merugikan dirinya semenjak dirinya menikah.


Kembali, Ria mengingat-ingat semua nya.


Ria yang berada dirumah nya bergegas mencari buku,pulpen untuk mencatat apa-apa saja yang selama ini dia keluarkan secara finansial selama pernikahan nya yang baru seumur jagung.


"kok aku semua ya yang beli perlengkapan untuk anakku ? masa iyaa suami ku engga ada duitnya sama sekali"


"jangan-jangan semua uang nya habis untuk dia poya-poya disana, sedangkan aku disini harus menahan semua keinginan ku karena duit q sisa sedikit sekali"...


"argghhhh.... bodohnyaa akuu"


tak henti-henti Ria mengeluh.....


kring kringg.... suara handphone Ria bunyi...

__ADS_1


Telpon dari suami nya pun,dia abaikan. Ria mulai merasa muak dengan suaminya.


"bagaimanapun yaa aku perlu uang"


"masa aku disini mati-matian berjuang sampai gaji hasil aku bekerja habis,sedangkan dia disana enak-enak saja"


Tak lama kemudian, Ria sangat kaget ketika dia menyadari betapa banyak uang nya yang harus keluar untuk suaminya selama ini, namun suaminya tidak pernah memberikan apa-apa kepada dirinya dari awal pernikahan.


Dan yang membuat Ria emosi juga kecewa karena perlengkapan untuk kelahiran anak nya pun semua dari uang Ria yang harus keluar.


Meskipun bagi Ria apapun itu jika semua untuk anak,nyawa pun Ria akan berikan,apalagi hanya soal membeli keperluan anak...


Suami Ria yang sempat mengutarakan keiginan nya untuk membelikan mobil supaya Ria tidak kecapean kesana kemari menggunakan motor,membuat Ria berfikir panjang.


Dia takut bahwa mobil yang rencananya akan mereka beli,bisa jadi justru harus menggunakan uang Ria.


"bisa jadi nanti mobil yang mau dia beli pakai uang aku lagi untuk belinya" Pikir Ria kala itu...


Namun kembali lagi,Ria berusaha dengan sangat untuk menepis pikiran-pikiran negatif dari dalam benak nya.


"ahhhh sudahlah,, aku malas mikirin nyaa... yang penting aku dan anakku sehat... "


Kemudian Ria pelan-pelan menata semua barang-barang perlengkapan anak nya,dia sangat semangat dan tidak sabar menantikan moment kelahiran.


"hallo pah... baru lihat hp aku... ini baru selesai beberes, tapi aku kecapean berasa enda enak badan" Ria langsung menghubungi suaminya kala itu..


"mamah rehat yaa, jangan sampai kecapean mah"


"andai papah sediakan art pah untuk mamah, pasti aku enak.. ada yang bantu ngerjain ini itu dan nemanin aku" jawab Ria kepada suaminya..


"wahh.. bagus mah.. tapi untuk sementara aku belum ada uang untuk membayar art mah"


"yaa sudah pah, gak apa-apa... nanti saja kita pikirkan lagi" jawab Ria kepada suaminya...


"aku rehat duluan ya pah, baik-baik disana dan jaga kesehatan nya ya pah... " Ucapan penutup Ria kepada suaminya..


Ria yang merasa kecewa dengan jawaban suaminya mengenai Art mengakhiri percakapan mereka.


Ria gelisah, apa yang membuat uang suami nya habis menjadi pertanyaan yang belum bisa dia abaikan mengingat dari awal pernikahan.


Ria benar-benar tidak tahu menahu berapa pemasukan suami nya, dan berapa pengeluaran bulanan dia.

__ADS_1


Suami Ria pun enggan menceritakan kepada Ria.


Meskipun seharusnya, pada saat Ria menikah secara kedinasan Ria sangat berhak menghendel semua pemasukan suami nya,namun Ria enggan melakukan nya saat itu dikarenakan Ria benar-benar mempercayai suaminya.


"ahhh syukurlah badan ku sudah mendingan dari tadi malam" Ria yang bangun sedikit lambat dari biasanya.


Pagi hari yang cerah pun membuat Ria beraktifitas lebih semangat.


Ria beberes,masak, mandi lalu pergi bekerja.. yaa, itulah keseharian Ria saat itu.


Ria pun siap-siap untuk pergi bekerja ke tempat dia bekerja,namun saat Ria menghidupkan motornya,motor Ria tidak mau hidup.


Kebetulan motor Ria yang dia gunakan saat itu adalah motor kenangan perjuangan nya saat kuliah.


Motor yang sudah tua, namun menjadi motor kesayangan nya karena dibelikan kedua orang tua Ria saat dia masih duduk di bangku kuliah.


Karena itu adalah motor yang sudah tua, wajar saja ada kerusakan yang membuat tidak hidup saat itu.


Ria merasa kewalahan, karena dirinya seorang saja yang ada dirumah nya. Namun, Ria punya tetangga baik hati,tetangga Ria mendatangi Ria membantu menghidupkan motor Ria.


"bremmm bremmmm" Motor Ria berhasil hidup setelah di bantu tetangga nya kala itu..


Beruntung,Ria yang tinggal sendirian dirumah mempunyai tetangga yang baik, mereka selalu siap membantu Ria ketika Ria membutuhkan bantuan.


Setiba Ria di tempat dia bekerja, Ria pun melakukan tugas nya dengan penuh semangat.


Jam istirahat bekerja Ria digunakan untuk menghubungi suami nya.


Sengaja Ria menelpon suaminya meminta suaminya mengirimkan uang untuk kebutuhan harian Ria sembari Ria menceritakan bahwa motor nya pagi tadi Rusak,harus diperbaiki ke bengkel.


Suami Ria pun menjawab..


"maaf mah, dana ku belum ada masuk.. kalaupun masuk harus aku gunakan untuk membayar pinjaman dengan teman ku mah"


"astaga pah, masa semua uang kamu habis... selama ini semua pakai uang ku, padahal papah tau ajakan kalau gaji ku sisa sedikit karna harus bayar pinjaman" sahut Ria kepada suami nya"


"iyaa mah papah tau.. Nanti lah aku carikan pinjaman dulu ya mah kalau sudah dapat aku langsung kirim ke mamah"


yaa... selalu saja jawaban suami Ria seperti itu setiap kali Ria meminta uang ...


Padahal Ria selalu menceritakan semua yang baik tentang suaminya kepada siapapun.

__ADS_1


Kepada rekan kerja Ria pun dia selalu menceritakan bahwa suami nya selalu memenuhi apa yang jadi kebutuhan dirinya, meskipun semua nya bohong.


Ria tidak mau orang menilai buruk suami nya,karena bagaimanapun itu adalah pilihan Ria yang harus dia jalani apapun konsekuensi nya.


__ADS_2