Awal Kehancuran Salah Memilih Pasangan

Awal Kehancuran Salah Memilih Pasangan
AKSMP 31


__ADS_3

Kami pun kemabali berdebat banyak hal malam itu. .


Aku tidak kuasa menahan semua beban yang semakin hari semakin berat rasa nya di pundak ku...


Pernikahan yang aku impikan baik-baik saja ternyata tidak terjadi...


Suami ku pun tidak bisa mengelak apa yang aku sampaikan malam itu...


Aku sangat berharap kami sepakat untuk berpisah,karena aku tidak mau keputusan bercerai hanya dari aku saja ..


Itu yang ada dalam hati dan benak Ria setiap saat..


Ditambah, Ria menyimpan kekecewaan yang teramat sangat ketika bapak Ria menyampaikan ke Ria apa yang beliau dengar saat suami Ria telponan dengan ibu mertua Ria ....


"Gimana aku bisa lanjutkan pernikahan jika hanya aku saja yang berjuang, aku dibodohi habis-habisan dan aku di buat malu sana sini karena utang" Ucap Ria dengan keras kepada suami nya....


"Ya sudah, kalau memang itu pilihan yang terbaik, aku setuju saja.." Jawab suami Ria.


Ria tak kuasa menahan tangis, dia masih berharap saat itu suami nya bisa berubah dan mempertahankan pernikahan mereka demi anak mereka.

__ADS_1


Namun, semua berbalik dari apa yang Ria harapkan...


Ria pun pergi kekamar segera menyiapkan semua baju-baju suami nya untuk dia kemas karena suami nya memang harus balik ke tempat dia berdinas.


Suami Ria pun menghampiri Ria ke kamar, bukan nya membujuk Ria namun kedatangan nya ke kamar hanya untuk menyampaikan permintaan maaf atas semua yang terjadi selama ini dalam pernikahan mereka...


"Aku minta maaf yaa.... aku banyak salah.. besok aku akan urus ke atasan aku surat ijin cerai biar bisa di proses" Ucap Suami Ria kepada nya..


"Yaa... " Jawab Ria singkat...


"Aku sudah siapkan semua barang-barang kamu, besok hati-hati dijalan.. aku ga bisa nemanin... kamu makan aja apa yang ada,panasin sendiri ya sudah aku simpan dalam kulkas, besok kamu angetin aja sendiri" Sambung Ria kepada suaminya...


Dulu aku selalu menahan emosi karena aku yakin suamiku mau berubah dan memulai semua nya dari nol, namun semua hanya khayalan aku saja.


Aku belum bisa... bahkan belum berani menatap hari esok apabila benar² kita bercerai...


Bagaimana anakku, bagaimana keluarga ku, bagaimana keluarga besar dan bagaimana aku menjalani hari-hariku...


Tapi, mau tidak mau jika memang itu sudah jalan nya aku yakin akan bisa melewati cobaan ini...

__ADS_1


Yaa.... itu yang ada dalam benak Ria...


Dia selalu berusaha menyemangati dirinya, dia enggan larut dalam kesedihan karena dia sadar ada anak yang perlu dia dalam kondisi fit....


Hari pun semakin larut malam...


"Ah aku tidur dulu... semua sudah selesai aku kerjakan.. "


Ria pun menyempatkan diri mendatangi suami nya untuk oamit tidur duluan, dan menyampaikan permohonan maaf apabila ata kata-kata nya tadi yang menyakiti perasaan suami nya...


"Aku tidur dulu... aku minta maaf kalau tadi ada kata-kata aku yang gak enak di hati..."


"........."


Suami Ria tidak memberikan jawaban sama sekali...


Tanpa panjang lebar, Ria pun yang sadar bahwa suaminya pun masih marah dengan keputusan nya untuk bercerai, segera bergegas kekamar.


"Astaga... cape nya badan dan perasaan ku.... aku cuma mau bisa tidur nyenyak malam ini... aku cuma mau bahagia... ayoo badan semangat yakkk... kita rehat dulu,besok kita aktifitas lg" ...

__ADS_1


Aku memang terbiasa selalu mengatakan hal-hal positif untuk diriku sendiri, apapun keadaan nyaa....


__ADS_2