
Karena semua serba dadakan dan diluar dugaan, Ria segera menghubungi kedua orang tua juga kakak nya untuk memberikan kabar apa yang di alaminya kala itu.
Ria berusaha menghubungi suami nya mengabarkan juga tentang keadaan nya saat itu, namun suami nya tidak dapat di hubungi.
"Kak, tolong bantu aku urus administrasi nya ya, sembari keluarga aku datang" begitu ucap Ria kepada teman nya.
"iyaa Ria, kamu fokus aja untuk tahapan-tahapan pembukaan proses lahiran kamu yaa, aku bantu kamu" jawab teman Ria.
Yaa, Ria yang memang dekat sekali dengan teman nya itu merasa sangat terbantukan dengan ada nya dia menemani, karena saat itu Ria memang sendirian.
Dia pun tidak menyangka bahwa proses kelahiran nya maju beberapa minggu dari prediksi yang di berikan dokter kala itu.
Ria yang saat itu sudah masuk Ruang inap, hanya bisa menanti dengan sabar kedatangan kedua orang tua juga kakaknya, suami Ria pun masih belum ada menghubungi balik Ria.
"semoga saja anakku lahir pas papahnya bisa datang" ucap Ria sembari mengelus-elus perutnya"
perawat pun datang memeriksa Ria,, namun pembukaan Ria belum berubah.. Masih di pembukaan satu.
"sabar ya bu... dan kuat-kuat ya... kalau masih bisa makan dan minum, makan ya bu... supaya banyak tenaga nya nanti untuk proses melahirkan" Ucap salah satu perawat yang menangani Ria saat itu.
"baik mbak...terimakasih yaa... "
Teman Ria pun membawakan Ria makanan dan minuman, dia menyemangati Ria sembari bercanda gurau agar Ria tidak begitu merasakan sakit, dan lebih tenang dalam proses melahirkan sembari menunggu keluarga Ria datang untuk menemani Ria.
Kebetulan juga,teman Ria memang sudah lebih dulu mempunyai dua orang anak, jadi dia mengerti bahwa Ria panik,dan khawatir di proses melahirkan anak pertama.
Ria yang sudah berada di Ruang Inap salah satu Rumah sakit di dekat rumahnya, berusaha mencoba tenang dan melakukan gerakan-gerakan yang di anjurkan supaya pembukaan nya bisa bertambah.
"makasih sekali ya kak Lily udah Nemani aku... kamu baik banget"
yaa,, Lily nama teman Ria.
"iyaa sama-sama... yang penting kamu jangan stres ya.. bawa santai dan di nikmatin tiap proses nya meski memang agak sakti" Jawab teman Ria kepadanya..
Tidak terasa mendekati jam 3 sore,keluarga Ria datang. Ada bapak,ibu,kakak perempuan dan adik Ria datang ke Rs.
Ria pun merasa terharu dengan kedatangan mereka semua.
__ADS_1
Mereka berpelukan melepas rindu..
"ahhh makasih pah,mah,kakak dan ade sudah datang menemani aku"
"iya Nak, kami kan sudah bilang pasti datang menemani kamu" Jawab ibunda Ria..
Mereka pun bercanda gurau,memberikan semangat kepada Ria.
"Ria,aku pamit pulang dulu yaa... om,tante,dan semuanya.. aku pamit dulu... besok aku kesini lagi menjenguk Ria"
Teman Ria pun pulang,Ria merasa sangat terharu atas kebaikan teman nya..
"andai tadi bukan karna kak Lily, aku engga taulah mau kaya apa mah.. aku tiba-tiba sakit diperjalanan dan kak Lily inisiatif bawa aku Ke Rs" Ucap Ria bercerita kepada ibunda nya.
"yaitu, kamu juga kenapa segala kesana kemari sudah tau kehamilan mu itu tinggal hitung minggu nya saja lahiran" Jawab ibunda Ria kepadanya.
"iyaa mah, aku salah.. soalnya aku merasa semua baik-baik saja makanya berani ke tempat tante kemarin"...
Mereka sangat asik bercerita, makan.. minum dan itu membuat Ria tidak terlalu merasakan sakit di fase pembukaan mau melahirkan.
"Nak, papah tidak bisa menginap menemani, karena ada kerjaan yang belum papah selesaikan" Ucap Bapak Ria kepadanya.
mereka pun berpelukan sebelum Ayahanda Ria berangkat.
Ria pun kembali menghubungi suaminya,masih berharap suaminya bisa segera datang sebelum dia melahirkan.
kring kring kring... suara dering telephon..
"Iya... halo mah apa kabar nya... " Jawab suami Ria kepadanya"
"astaga pah, kamu tau? aku tadi merasa sakit sekali diperut ku.. ini aku di Rumah sakit pah, ternyata aku pembukaan dan mau melahirkan tidak lama lagi" Jawab Ria kepadanya.
"astaga mah !! kaget sekali aku mendengarnya mah.Semangat ya mah, ini aku coba mengajukan ijin lagi ya mah, doakan aku dapat ijin biar sempat kesana melihat anak ku lahir ke dunia" Jawab suami Ria..
"baik pah" Jawab Ria berharap penuh suami nya bisa datang.
Ria pun menghubungi ibu mertua nya, untuk mengabarkan dirinya yang sedang berada di Rs dan hendak melahirkan.
__ADS_1
Yaa... kehamilan Ria sangat membuat kedua belah pihak bahagia. meskipun, selama ini antara kedua belah pihak keluarga besar belum pernah bertemu karena beberapa permasalahan.
Ria sangat berharap besar dengan kelahiran anak nya nanti akan mencairkan suasana.
Di keluarga Ria, kelahiran anak nya nanti memang bukan menjadikan anak nya cucu pertama kedua orang tua nya,mengingat kakak pertama Ria sudah terlebih dahulu mempunyai 2 orang anak.
Begitu juga di keluarga mertua nya, anak nya nanti bukan menjadi cucu pertama karena adik dari suami Ria sudah mempunyai anak juga.
Namun, semua nya sangat berbahagia menantikan kelahiran anak Ria.
Namun nampak nya mertua Ria sedang sibuk sehingga beliau tidak mengangkat telepon Ria..
"mungkin nanti mama akan menghubungi aku kalau beliau sudah engga sibuk" ucap Ria
Tidak lama berselang,Salah satu perawat kembali datang untuk mengecek masuk pembukaan berapakah Ria..
Ria merasa perutnya semakin agak sering sakit nya daripada sebelumnya.
Namun, setelah di cek Ria masih di tahap pembukaan satu. Belum ada kemajuan pembukaan.
Ibu,kakak,dan ade Ria yang menemani pun menyemangati Ria agar Ria tetap semangat dan tidak drop.
"mah,kak.. bagaimana kalau aku melahirkan secara secar saja.. aku takut dan capek mah,kak" ucap Ria sambil menahan sakit nya.
"Sabar... sabar Nak dan berdoa... selama kamu bisa melahirkan dengan normal, ya normal saja.. yakin kamu bisa Nak" Sahut ibunda Ria kepada dirinya.
Ria pun masih bisa menahan sakitnya proses pembukaan.. Terkadang dia masih bisa ikut tertawa terbahak-bahak ketika mereka bercanda gurau.
Kakak Ria pun sambil memijat Ria ketika Ria merasa pinggang nya begitu sakit...
"sabar Ria... semangat.. kamu pasti bisa lewatin ini" ucap kakak Ria..
Waktu pun tidak terasa berjalan dengan cepat... malam tiba, Ria pun yang saat itu hanya berdua dengan ibu nya, karena kakak dan adik Ria pulang kerumah Ria untuk mandi dan sebagainya.
"Mah,kalau Ria begitu banyak salah mohon ampun maaf ya mah.. Ria tau Ria banyak sekali menyakiti hati dan perasaan mamah, maafkan aku mah" ucap Ria sambil menangis kepada ibu nya.
"Nak... sudah... jangan bicara ngelantur... mamah sudah maafkan semuanya dan mamah selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu" Jawab ibu Ria kepada Ria sambil memeluk anak nya itu.
__ADS_1
susasa pun semakin sendu kala itu...