Awal Kehancuran Salah Memilih Pasangan

Awal Kehancuran Salah Memilih Pasangan
MAAF !


__ADS_3

Kebetulan sekali harinya yang cerah,acara 7 bulanan Ria pun dilaksanakan..


Cukup banyak para tamu yang datang,baik dari keluarga pihak laki-laki dan juga sahabat suami Ria.


Meski pun dari keluarga, juga kerabat Ria tidak ada yang datang dan membuat Ria sangat sedih juga kala itu..


Namun syukurlah semua berjalan dengan baik..


Ria dan suami pun bahagia semua terlaksana dengan baik tanpa ada kendala.


Malam pun tiba..


"syukurlah,semua berjalan dengan baik dan tidak ada masalah"


"yaa pah"


Mereka pun menghabiskan waktu bersama-sama dengan keluarga besar Suami Ria sembari bercanda gurau.


"aku ke kamar dulu karna mau menghubungi orang tuaku"


"iya mah"


Ria pun menelpon kedua orang tua nya, begitu juga kakak perempuan nya.


Dia menceritakan kegiatan berlangsung nya acara 7 bulanan dirinya.


Kedua orang tua dan kakak Ria pun bersyukur bahwa semua berjalan dengan baik, meski mereka pun sedih tidak bisa ikut hadir dalam acara yang Ria laksanakan.


"kami selalu mendoakan yang terbaik untu mu Nak"


Doa yang terbaik tentu dari kedua orang tua Ria untuk dirinya.


"dorrr" suara pintu kamar bunyi.


"mah ayo makan.. sudah selesai kah kamu menelpon bapak dan ibu?"


"duluan saja pah, nanti aku menyusul"


Mereka pun makan bersama, sembari bercanda gurau.


Mertua Ria mulai menanyakan kepada Ria dan suaminya mengenai perlengkapan kelahiran anak mereka dan dimana rencana Ria akan melahirkan anak mereka..


Pembahasan yang sangat membuat bahagia sekali di malam itu.


Namun kembali lagi, Ria belum menentukan dimana akan melahirkan akan tetapi harapan terbesarnya adalah bisa melahirkan di temani suami nya.


"Harapan ku ketika lahiran suami bisa menemani ma" Ucap Ria kepada Ibu mertua nya..


"iyaa... amin Nak"


Pembahasan itu pun semakin meluas malam itu...

__ADS_1


Mereka membahas banyak hal sehingga tidak terasa sudah begitu larut malam..


Masing-masing dari mereka pun mulai bergegas pergi ke kamar untuk rehat di malam itu.


Namun, Ria yang saat itu merasa bahwa ada beberapa hal yang mau dia bahas dengan suami nya memulai bertanya.


"pah.. apakah semua baik-baik saja?"


"apakah papah bisa datang saat aku melahirkan ?"


"apakah papah masih berkomunikasi dengan perempuan yang kemarin kamu janji tidak akan komunikasi dengan nya lagi?"


"apakah papah sadar saat kemarin memberikan Talak untuk ku?"


"apakah kamu tidak kepikiran dengan aku dan anak dalam kandungan mu selama ini?'


"apakah kamu tau, selama ini aku kemana-manaembawa perut ku ini sendiri pakai motor dan apapun rintangan nya aku hadapi sendiri?"


"apakah kamu tau semenjak kamu menghilang tanpa kabar sama sekali selama ini,keluarga mu tau?"


"apakah kamu tau dari awal aku hamil, aku melakukan semuanya sendiri?!"


"Kemudian aku pernah drop sekali saat awal-awal kehamilan ku, semua makanan yang masuk aku muntahkan sampai aku berada di fase benar-benar drop..."


"Apa pernah aku mengeluh??".


"Aku engga pernah kan ceritain semua nya ke kamu pah?!"


"Tapi untung saja saat itu ada salah satu teman ku harus membawa aku ke puskesmas..


"apakah ada aku ceritakan ke kamu semua yang aku rasa berat selama ini ?" tidak kan!! karena aku tidak mau itu menambah pikiran kamu,karna aku tau kita terbatas oleh jarak yang begitu jauh!!!!"


Begitu emosional nya Ria,tidak tahan menahan air mata.


Nada suara nya pun semakin tinggi tak kala mengeluarkan perasaan nya selama ini kepada suaminya.


Begitu banyak pertanyaan yang Ria berikan kepada suaminya semenjak mereka sempat tidak berkomunikasi pasca suami nya menalak diriny tanpa ada alasan dan permasalahan.


Suami Ria pun berusaha menenangkan Ria, dia memeluk erat Ria sembari menjelaskan semuanya kepada Ria..


Suami Ria tidak henti-hentinya meminta maaf kepada Ria atas apa yang dia lakukan selama ini yang begitu menyakiti hati dan perasaan Ria.


"Maafkan aku mah.. aku salah. aku khilaf mah. semua nya salah ku"


Maaf... dan maaf saja yang bisa suami Ria keluarkan dari mulutnya.


"gsssssss" ......


Tidak disangka Suami Ria mengambil pisau didapur,kemudian masuk kekamar dan memberikan pisau itu kepada Ria,meminta Ria menusukan pisau itu kedirinya.


"bunuh aku mah.. bunuh aku. aku laki-laki bodoh" ucap suami Ria..

__ADS_1


Ria yang benar-benar sedih teruduk lemas..


Hanya bisa menangis tiada henti malam itu....


Pagi hari nya,Ria yang merasa sudah membaik kembali melakukan aktifitas nya.. Dia mandi,dan mencuci baju dirinya dan suaminya.


yaaa, begitulah Ria..


Dari awal dirinya berpacaran dengan suaminya sampai dengan menikah, dia selalu berusaha menjadi istri yang baik,dan selalu menuruti apapun yang suaminya sampaikan.


"ahhh aku mau masak hari ini, pengen sekali makan soto ayam kampung"


"jangan Nak,nanti mama saja yang masak buat kamu"


Ria yang ingin sekali makan soto ayam kampung,merasa bahagia karna mertuanya begitu baik, hingga dirinya tidak perlu masak karna mertua nya yang akan memasak apa yang Ria mau saat itu.


Yaa... benar saja.. mertua Ria memang begitu baik kepada Ria..


Terutama Ibu dari suaminya. Sedari mereka menikah, Ibu mertua Ria sangatlah baik memperlakukan Ria.


Bagi beliau,Ria bukanlah menantu , melainkan anak kandung nya.Yang beliau perlakukan Ria sangat baik.


Setiap Ria menginap dirumah mertua nya,Ria selalu diperlakukan baik.


Meskipun Ria kesana tidak bersama suami nya,apabila suaminya sudah berada di tempat dia bekerja.


Ria hampir tidak pernah masak, tidak pernah mencuci piring, tidak pernah melakukan pekerjaan-pekerjaan yang harus nya bisa saja Ria lakukan ketika berada dirumah mertuanya.


Mertua Ria selalu melarang,setiap melihat Ria melakukan pekerjaan selayaknya ibu rumah tangga saat dirumah mertuanya.


Bagi mertua nya, Ria sudah cukup lelah bekerja seharian, jadi mertua Ria begitu enggan melihat Ria melakukan pekerjaan rumah lagi,beliau takut dan tidak mau Ria kecapean.


Masakan Mertua Ria pun selesai dan siap disantap,Ria yang tidak sabar makan masakan mertua nya segera pergi kedapur untuk menyantap nya..


"bagaimana nak rasanya ? mudahan enak dan bisa kamu nikmati?" ucap Ibu mertua Ria kepadanya.


"nyam nyam nyam... astaga.. enak sekali ma, ini benar-benar kesampaian lohhh aku ngidam" sahut Ria kepada ibu mertuanya.


Ria pun begitu lahap makan soto ayam kampung buatan ibu mertuanya.


"wahh... aku nambah yaa ma... boleh engga?"


"wah senang mama kalau benar-benar enak masakan mama sampai-sampai kamu mau nambah" jawab ibu mertua Ria kepadanya..


Mereka pun menikmati makan bersama dengan penuh kehangatan.


Ada bapak mertua Ria, ibu mertua Ria, suami Ria, juga tidak ketinggalan ada ke tiga ade ipar Ria menemani Ria makan bersama.


Mereka benar-benar makan dengan lahap sembari bercanda saat itu.


Tertawa terbahak-bahak bercanda gurau...

__ADS_1


Setelah semua selesai makan,mereka mengatur jadwal untuk pergi kepasar menemani Ria dan suami belanja keperluan anak Ria yang 2 bulan lagi akan lahir kedunia kala itu.


__ADS_2