
Setelah menerima pesan singkat suaminya,Ria merasa ada yang aneh.
Ria merasa suaminya bisa berubah dalam hitungan jam, dia merasa sebelum dia pulang suaminya baik-baik saja..
Masalah yang sebelumnya terjadi sudah selesai,dan mereka sama-sama memperbaiki diri supaya tidak ada lagi permasalahan yang terjadi kedepan nya.
Sampai akhirnya Ria tiba dirumah nya,namun suaminya justru menalak dia.
Ria yang kala itu tidak tahu menahu apa arti dari Talak, mulai mengetahui karena semenjak Ria menikah dan mengikuti keyakinan suaminya, Ria pelan-pelan banyak belajar dan mencari tahu ke sumber yang benar tentang keyakinan yang baru dia anut kala itu.
Berbekal itu lah, Ria merasa bahwa isi pesan dari Suaminya adalah Talak satu untuk dirinya.
Padahal Ria tidak ada melakukan kesalahan, justru suaminya lah yang melakukan kesalahan dengan melakukan komunikasi dengan perempuan lain.
Karena merasa tidak terima dengan perlakuan suaminya, Ria berulang kali menelpon suaminya,namun tetap tidak ada jawaban dari suami Ria.
"tettt.... tet.... tettt... "
Berulang kali Ria telpon dan mengirimi pesan singkat untuk suaminya, tetap tidak ada respon.
Ria pun membatalkan turun bekerja kala itu, karena benar-benar shock dengan pesan singkat yang dikirimkan suami kepada dirinya.
Dan terjadi lagi, Ria menangis sejadi-jadinya..
Baru saja dirinya tiba dirumah, ingin bekerja setelah lama libur.. badan pun belum sempat merasakan rehat, hanya sempat tidur beberapa jam setelah melewati perjalanan panjang.
Pikiran pun masih penat karena banyak yang dia pikirkan, dimana dirinya pun sedang mengandung..
Benar-benar lelah....
sudah hati nya lelah,fisiknya pun lelah...
Namun ada-ada saja cobaan yang selalu datang tanpa henti kepada dirinya.
Tak kuat menahan beban sendiri,Ria pun memberanikan diri menceritakan apa yang dia alami kepada kakak perempuan nya.
__ADS_1
Ria berfikir apabila dia menceritakan kepada orang tua nya,itu hanya menambah beban pikiran kedua orang tua Ria saja.
Dengan sedikit takut, Ria menghubungi kakak nya kala itu..
"hallo ka, kamu sedang apa.. ? apakah sibuk? aku mau sedikit mau sharing" ..
Dan kebetulan sekali kakak perempuan Ria merespon telephon Ria dengan baik.
"iyaa, kabar ku baik.. kamu bagaimana keadaannya ? apakah sudah dirumah? " sahut kakak Ria kepadanya melalui sambungan telepone.
Mereka pun berkomunikasi dengan baik..
Pembicaraan mereka di awali dengan saling bertanya bagaimana kabar di antara satu dengan lain nya, bagaimana pekerjaan, dan banyak hal.
Kakak perempuan Ria yang kebetulan waktu itu belum menikah,menjadi alasan Ria untuk berani sharing kepada kakak nya.
Pikir Ria, mungkin lebih enak aku bercerita kepada kakak perempuan ku, karena disisi lain mereka memang dekat dari kecil, dan di sisi lain kakak perempuan Ria memang belum menikah..
Seiring berjalan nya waktu, Ria pun mulai pelan-pelan menceritakan kepada kakak perempuan nya tentang apa yang terjadi selama ini di pernikahan nya..
Sontak aja, kakak Ria langsung emosi mendengarkan cerita Ria.
"iyaa... aku salah.. aku minta maaf kak.. andai dulu aku tidak gila cinta, aku mendengarkan semua nasehat kalian, mungkin aku tidak akan merasakan apa yang aku rasakan sekarang" sahut Ria kepada kakaknya..
Cerita Ria pun berlanjut, dia menceritakan sambil sesekali menangis sesegukan...
Ria menceritakan bagaimana semua terjadi. dari pertama pernikahan mereka berlangsung, sebenarnya sudah ada masalah..
Namun karena suami Ria sekarang adalah pilihan Ria kala itu, maka itu juga yang menjadi alasan Ria enggan bercerita kepada keluarga nya semua masalah yang di alaminya.
Kakak Ria pun memberikan nasehat kepada Ria,
"kamu selesaikan dulu baik-baik, kamu minta suami kamu menjelaskan semuanya dengan benar dan tidak ada yang di tutupi, kita lihat bagaimana dia merespon" ucap kakak Ria..
"baiklah kak kalau begitu, tapi untuk sekrang suamiku belum ada merespon panggilan telepone dan pesan teks ku untuknya" sahut Ria kepada kakaknya.
__ADS_1
tak lama, Ria mengakhiri pembicaraan nya bersama sang kakak.
Ria pun meredam emosinya, karena iya sadar apabila dia terlalu mengura energi nya, maka akan berdampak pada kesehatan dirinya.
Sembari melihat handphone nya yang ternyata masih belum ada jawaban dari suaminya, Ria pun mulai merasakan bahwa berpisah adalah jalan terbaik.
itu yang ada di benak Ria kala itu, Namun Ria memilih sabar terlebih dahulu sampai ada kejelasan dari suaminya.
pagi,siang,sore.. sampai malam pun tiba. Tapi tetap tidak ada balasan dari suami Ria, bahkan telp dan pesan singkat Ria pun tidak di respon suami nya.
Ria yang merasa sudah sangat lelah, dimana dia merasa semenjak menikah sampai hari ini semua dia rasa dan tanggung sendiri, di tambah dia merasa suaminya memang berubah ketika berkomunikasi dengan perempuan lain..
"apakah aku iyakan saja talak nya itu ? karena aku merasa lelah dengan semua nya.
Tak masalah bagiku hidup berdua dengan anakku saja, dari pada aku harus menahan samit hatiku dengan tingkah suamiku yang sudah tak bisa aq kenali lagi" Pikiran Ria yang semakin kalut membuat dia berfikiran kesana kemari lepas kontrol..
Sampai tengah malam tiba,Ria pun kaget terbangun berbaring di luar kamar... Ria yang sedari pagi tidak ada makan, hanya minum air putih saja merasa semakin lemas, diapun pergi kedapur untuk memasak karena dia tidak mau anak dalam kandungan nya kenapa-kenapa di dalam rahimnya..
Ria pun berusaha makan meski sebenarnya dia tidak ada nafsu makan sama sekali.
bagaimana tidak, suami Ria pun benar- benar tidak memberikan kabar. Hanya pesan singkat yang berisikan talak kepada Ria yang menjadi komunikasi terakhirnya..
Pagi pun tiba,,
Merasa lebih mendingan perasaan nya, Ria pun menuliskan panjang lebar semua isi hatinya kepada suaminya melewati pesan...
Ria yang benar-benar lelah dengan semua usaha yang dilakukan nya selama ini, namum di balas dengan jahat oleh suaminya merasa bahwa memang tidak ada masalah bagi dirinya di talak oleh suaminya.
Ria berpesan agar hati-hati dalam mengeluarkan ucapan.. karna apa yang terucap tidak bisa di kembalikan ..
Meski ada maaf lagi kedepan nya yang terucap, pasti semua nya tidak akan sama.
akan ada luka yang selalu di ingat..
"yaa... baiklah... jika memang ini sudah jalan nya tidak apa-apa. meskipun aku binggung dengan apa yang terjadi, aku binggung apa salah ku, aku sedih dengan talak yang kamu berikan kepada ku di saat aku sedang mengandung anakmu...
__ADS_1
Namun aq akan menerima itu semua.. sehat-sehat kamu disana.. karena meski kita jauh, aq selalu mendoakan kamu dalam tiap doaku"
isi pesan Ria kepada suaminya, Ria menulis nya sembari menangis tiada henti...