Awal Kehancuran Salah Memilih Pasangan

Awal Kehancuran Salah Memilih Pasangan
AKSMP 15


__ADS_3

Sore pun tiba..


Ria keluar membawa anak nya jalan-jalan sore.


Mereka berdua sangat lah bahagia.. Ria merasa sebagai ibu yang begitu bahagia melihat anaknya semakin hari bertumbuh berkembang dengan sehat dan normal.


setiap sore, rutinitas Ria memang membawa anak nya jalan-jalan sore keliling komplek rumah nya..


kesederhanaan yang membahagiakan baginya.


setiap kali mengajak anaknya jalan, dan bertemu tetangga pasti ada saja yang menanyakan dimana bapak nya.. apakah tidak pulang, dan lain sebagainya.


Namun Ria mengganggap itu hal yang biasa saja.. dia menjawab dengan santai.


"Bapaknya kerja jauh, sering kok vidio call sama anaknya... kebetulan sulit cuti, makanya engga bisa sering sama-sama" ya... begitu jawaban yang selalu Ria lontarkan untuk siapa saja yang menanyakan suaminya.


Setelah jalan-jalan... tidak terasa malam pun tiba.


Ria segera bergegas mandi, dan menyiapkan masakan untuk dirinya. Namun dia memastikan dulu anak nya tidur setelah mengASi.


"masakkk masakk masakkk... masakk apaa yaaa ???"


Ria pun memasak sop kesukaan nya.. Terkadang dia merasa cape, namun dia selalu berusaha kuat untuk melakukan semua aktifitas sendirian.


"astagaaa... air habis " selesai lah ini...


Ternyata air Ria habis.. dia merasa binggung karena untuk membeli air memang sulit bagi nya karena tidak bisa meninggalkan anak nya


Kebetulan disekitaran tempat Ria tinggal, tidak ada yang berjualan air. Itu kendala yang membuat Ria sedikit kesulitan jika air minum nya habis.


kring kringgg kring...


Ria menghubungi sahabat nya yang kebetulan tinggal tidak jauh dari rumahnya.


"hallo... ada apa Ria?" sahut sahabat Ria...


"aku mau minta tolong kamu bisalah kesini sebentar kak,aku menitipkan anakku, karena aku harus beli air galon" Jawab Ria ..


"astaga kasian nya kamu... iyaa sebentar lagi aku kesana ya, sekalian aku menginap saja tempat kamu bisakan ya?" jawab sahabat Ria..


"iyaa kak... Aku seneng dengar nya" sahut Ria...

__ADS_1


Tidak lama kemudian, sahabat Ria datang .. Ria pun bergegas pergi kedepan untuk mengisi air galon nya selagi anaknya tidur pulas.


"kak... aku tinggal sebentar yakk... " ucap Ria ...


"iyaa... hati-hati kamu dijalan ya... " sahut sahabat Ria...


sahabat Ria yang ada dirumah menemani anak Ria yang sedang tertidur pulas..


Ria pun menyempatkan diri nya belanja kebutuhan pokok nya karena dia sadar kalau dia sendiri dengan anak nya, agak sulit bagi nya untuk pergi kemana-mana membawa anaknya.


Tidak lama kemudian,Ria datang... lumayan banyak yang dia beli untuk stok kebutuhan harian nya.


"makasih ya kak.... "


" iyaa sama-sama Ria"


Kadang... aku sedih lihat kamu Ria... cuma ya itu kan pilihan hidup kamu, aku enggakk bisa juga mau gimana-gimana... yang penting kamu sama anak kamu bahagia dan sehat-sehat ya" ucap sahabat Ria...


Tidak sering memang sahabat Ria menyampaikan keprihatinan nya atas apa yang Ria rasakan.


Namun dia sadar bahwa bukan kapasitasnya untuk menghakimi pilihan Ria. Ria pun selalu yakin bahwa semua akan dia lewati dengan baik kedepan nya, entah kapan.. hanya Waktu yang bisa menjawab.


Justru Ria yang balik menyemangati sahabatnya itu untuk yakin bahwa semua akan baik-baik saja.


Mereka pun makan bersama hasil masakan Ria tadi.


"ayoo kak kita makan saja dulu.. tadi aku ada masak sop" ucap Ria kepada sahabat nyaa...


"wahhh asikkk... makan gratiss aku... yukk yukk" jawab sahabat Ria...


Mereka pun makan sambil bercanda gurau,, karena anak Ria pun sesang tertidur pulas.


Ria yang harus melakukan aktifitas semuanya sendiri hanya bisa menyemangati dirinya sendiri agar beban yang dirasa terasa ringan..


Selesai makan, merekapun kembali melanjutkan obrolan santai mereka. Ria bukan nya lupa mengabarakan suaminya.


Akan tetapi Ria merasa lelah dengan sikap suaminya membuat dia enggan menghuhungi suami nya sekedar memberikan kabar.


Ria pun menghubungi ibunda nya... menanyakan kabar dan melepaskan rindu meski sekedar lewat telepon.


"mah... apa kabar nya... cucu mamah lagi tidur mah "

__ADS_1


"kabar kami semua baik nak,, Nanti mamah kesana ya kalau ada libur.. kangen sekali sama cucu mamah ini"


"iyaa mah... benar kah mah ? wahh senang nya aku dengar. mamah sama papah dan semua nya sehat-sehat yaa disana mah???".


"iyaa anak mamah sayang semangat ya disana, mamah selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu dan anak mu " jawab ibunda Ria kepadanya.


"iyaa mah"...


Ria pun pergi kekamarnya bergegas rehat... seharian bekerja membuat badan nya terasa begitu pegal.


Namun Ria yang terbiasa sedari kecil di pijat apabila pegal-pegal sekarang tidak bisa lagi merasakan hal yang sama.


Karena ini ada lagi tempat yang dia rasa cocok untuk memijat badan nya yang terkadang bisa pegal setelah seharian bekerja.


Kalau cape, yaa aku harus kuat... itu ucapan penyemangat yang selalu Ria tanamkan dalam pikiran nya agar memotivasi dirinya yang selama ini benar-benar di tempa begitu banyak ujian semenjak menikah dengan suaminya.


Kring kring kring...


Dering handphone Ria bunyi...


"hallo... ada apa pah ?"


ternyata suami nya menelpon...


Mereka kembali membahas tentang keuangan.. Ria sudah berada di titik jenuh dengan suminya. Jangankan membayar pengasuh, utang nya saja semua Ria yang tanggung.


Namun Ria selalu mengatakan ke semua orang bahwa suami nya adalah sosok yang mapan dan bertangung jawab.


" kenapa engga ada kabar mah selama ini... anak bagaimana ? jadikan kamu pakai pengasuh ?" ucap suami Ria kepadanya.


"aku sibuk pah... dan cape juga.. lagian aku sibuk sama kerjaan dan mengurus anak makanya engga sempat kabarin papah" jawab Ria..


" yaaa gak apa-apa saja mah kalau gitu. aku kepikiran kalau kamu kenapa-kenapa sama anak" sahut Suami Ria...


"yaa pah.. oiyaa.. aku jadi kerjakan Budee untuk menjaga anak.. terserah kamu gimana mikirnya pah, yang penting dari aku dana nya sudah aku sisihkan" ucap Ria dengan sedikit nada tinggi... Ucap Ria....


"Loh mah... gak apa-apa kah ? makasih ya mah... aku benar-benar enggak ada dana lebih mah makanya kemarin aku sulit mengiyakan soal pengasuh" jawab suami Ria..


"iyaaaa" jawab Ria singkat kepada suami nya.


sedikit terjadi perdebatan antara dirinya dan suami, Namun Ria enggan meneruskan nya karena hanya akan menambah beban pikiran nya saja.

__ADS_1


Karena tidak hanya sekali dua kali suami nya melakukan hal-hal diluar bayas kesabaran Ria, sudah terlalu sering... itu yang membiat Ria lebih bisa sabar dan malas untuk berdebat dengan suami nyaa...


"ya sudah dulu.. aku mau rehat pah.. cape... selamat malam pah" ucap Ria mengakhiri telepon suaminya.


__ADS_2