
Di pagi yang begitu cerah...
Ria yang tidak lama lagi harus pulang ke tempat dia bekerja merasa sangat sedih karena harus kembali ke tempat dia bekerja.
Perasaan Ria campur aduk tak kala merasa ragu apabila dengan dirinya harus kembali ke tempat dia bekerja, suaminya akan kembali berkomunikasi dengan wanita itu lagi.
Ria yang saat itu sudah mulai melupakan apa yang suami nya lakukan kepada dirinya mulai meyakinkan dirinya bahwa suaminya benar-benar akan berubah, dan tidak berkomunikasi lagi dengan perempuan itu.
"mah, bagaimana keadaan mamah ? apakah kamu baik-baik saja? yang sudah terjadi, aku minta maaf.. dan tolong kasih aku kepercayaan lagi, aku janji tidak akan menyakiti kamu lagi mah" ucap suami Ria kepadanya.
"baik... aku baik-baik saja, aku hanya sedang berfikir apakah benar hal seperti ini tidak terjadi lagi kalau aku pulang?" sahut Ria kepada suaminya saat itu.
"jangan berfikiran macam-macam lagi ya mah, tolong kamu percaya sama aku, aku tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan yang kamu berikan buat ku mah"
"yaaa... semoga saja ya pah... aku percaya sama kamu kali ini"
ayoo kita makan pah... ucap Ria kepada suaminya..
Akhirnya mereka memutuskan untuk tidak lagi membahas permasalahan yang mereka rasa sudah terselesaikan.
Hebatnya, si Ria pun berbesar hati melupakan apa yang sudah terjadi kemudian memberikan suaminya kesempatan untuk memperbaiki kesalahan nya.
"wahhh... makasih ya mah sudah masakin menu kesukaan aku" Ucap suami Ria..
yaa pah, sama-sama... ayo kita makan, ucap Ria menjawab suaminya.
Saat mereka sedang makan, mereka pun sangat terlihat bahagia...
Mereka kembali bercanda gurau penuh kehangatan kala itu...
Ria berfikir tidak mau menyia-nyiakan kebersamaan mereka karena tidak lama lagi Ria harus kembali ke tempat dia bekerja dan kembali berjauhan dengan suaminya.
Di sela-sela mereka menyantap makanan yang ada, Mereka mulai membahas banyak hal..
Mereka mulai memikirkan bagaimana persalinan anak mereka, siapa nama anak mereka, dan bagaimana persiapan perlengkapan anak mereka nanti.
Ria yang sangat tidak sabar menantikan kelahiran anak mereka merasa terharu, karena bisa merasakan kehamilan...
Meski sebenarnya dirinya belum siap kala itu, namun sang pencipta mempercayakan kepada dirinya seorang anak dalam kandungan nya.
Waktu pun berjalan dengan begitu cepat...
"mah, aku berangkat kerja lagi ya.. pulang nya engga lama untuk hari ini"
"baik pah,hati-hati di jalan ya kamu" sahut Ria sembari berjalan mengantarkan suaminya ke depan pintu rumah mereka...
Kemudian,Ria membereskan rumah pelan-pelan sembari mempersiapkan sedikit demi sedikit baju-baju nya untuk kemudian dimasukan kedalam kopernya.
__ADS_1
Ketika itu, Ria pun merasa bahagia sembari mengelus perut nya yang mulai besar karna memasuki trisemester kedua.
Ria merasa sangat bahagia, karena di kala dia sedang hamil, semua memberikan doa yang terbaik untuk anak dalam kandungan nya. Yaa, termasuk keluarga dari pihak Ria yang sebelumnya memang menentang keras pernikahan Ria dengan suaminya.
Namun, semenjak Ria hamil keluarga Ria mulai menerima keadaan dengan pernikahan Ria...
"Aku sedih setiap mengingat keluargaku"...
Sambil menangis Ria kembali mengingat keluarganya,tak kala Ria sadar dirinya bisa seperti saat ini tak lepas dari peran besar kedua orang tuanya.
Ria kembali mengingat apa yang terjadi setelah dia memutuskan menikah dengan suaminya sekarang...
Sempat terjadi perkelahian antara Ria dan kedua kakak nya kala itu..
Ria yang mengingat kejadian itu merasa sedih, karna harus menerima kenyataan bahwa kakak nya tidak mau menegur dia bahkan untuk berbicara sepatah kata pun dengan dirinya tidak mau.
Bahkan, Ria yang kala itu menikah dan hamil trisemester awal memang harus menerima semua konsekuensi dimana dirinya akan di jauhi oleh keluarga nya.
Namun,berbeda dengan ibunda Ria ...
Beliau adalah sosok yang selalu mengasihi,menyayangi mensuport Ria kala Ria selalu melakukan kesalahan, bahkan saat Ria memilih untuk menikah dengan suaminya kini, ibunda Ria tetap berbesar hati menerima meskipun beliau tidak kuasa hadir dalam pernikahan Ria dulu.
Namun, bagaimana pun persoalan nya pelan-pelan keluarga Ria menerima dirinya dan semua kembali seperti biasanya.
Mereka saling mengasihi dan menyayangi.
Dimana saat itu Ria yang selalu pulang ke kampung halamanya tiap bulan nya, pasti tidak di tegur sapa oleh kakak dan adiknya.
Yaaaa jelas saja itu karena mereka kecewa dengan keputusan Ria untuk menikah dengan suaminya kini.
Namun, saat itu tepat hari ulang tahun ibunda Ria, tiba-tiba melewati tante Ria yang menegur Ria,kakak,dan ade Ria kala itu, semua kekerasan hati mereka luluh, disitu merupakan moment yang sangat membahagiakan penuh haru.
Merekapun merayakan ulang tahun ibunda Ria dengan penuh sukacita.
Semua Ria ingat jelas dalam pikiran nya tiap moment yang terjadi.
"astaga tidak terasa sudah sore,kemana ya suamiku kok belum datang jam segini,padahal tadi dia bilang tidak lama kerja hari ini.. " ucap Ria sembari menghubungi suami nya..
tokk tokk...
Suara pintu rumah mereka.. ternyata suami Ria datang membawa makanan kesukaan Ria..
"hai mah, aku pulang.. ini aku bawakan makanan kesukaan kamu mah.. aku mandi dulu" ucap suami Ria..
"wahh makasih pah ya.. iya mandi lah sana pah" sahut Ria kepada suaminya.
Mereka pun makan bersama-sama makanan yang dibawakan suaminya itu.
__ADS_1
Kemudian setelah makan bersama selesai, suami Ria pun mulai membooking tiket pesawat untuk Ria pulang ke tempat dia bekerja.
"mah,ini papah pesankan tiket dulu yaa untuk kamu pulang" ucap suami Ria kepadanya..
"iyaa pah" sahut Ria..
Kemudian setelah tiket sudah dipesan, mereka berdua pun kembali membahas banyak hal.
Ria yang selalu mengingatkan suaminya agar menjaga hati, dan jiwa raga nya untuk dirinya dan anak dalam kandungan nya pun sambil menangis sedih karena harus berpisah lagi dengan suaminya.
Padahal Ria benar-benar rindu bisa selalu bersama apalagi dirinya dalam keadaan hamil.
"semangat ya mah.. aku disini akan jaga hati ku buat kamu" ucap suami Ria kepadanya...
"iya pah" sahut Ria..
Kemudian setelah membahas banyak hal, mereka pun beristirahat.
Keesokan harinya, Ria yang pagi-pagi sekali sudah siap untuk berangkat ke bandara merasa semakin sedih karna harus berangkat dan berpisah lagi dengan suaminya..
Namun apalah daya mereka karena memang pekerjaan mereka lah yang membuat mereka harus terpisah jarak dan waktu.
Ria tidak kuasa membendung air matanya....
Sesampainya dibandara, Ria berpelukan dengan suaminya dengan berurai air mata melepaskan kesedihan dengan suaminya..
"pah.. aku pamit yaa.. ingat apa semua yang sudah kita janjikan"
"iyaa mah" sahut suami Ria sambil memeluknya..
setelah 2 hari 1 malam perjalanan, Ria pun tiba dirumahnya..
dia pun segera memberikan kabar untuk suaminya bahwa dia sudah tiba dengan keadaan selamat dan baik-baik saja.
"pah... aku sudah sampai.. ini mau beberes dulu ya pah"
"syukurlah mah aku senang sekali mendengarnya" sahut Suami Ria.
Keesokan harinya, bak petir di siang bolong.. Ria kaget melihat handphone nya ada 11 panggilan tidak terjawab dari suaminya.
Ria pun menelpon suaminya untuk menjelaskan bahwa malam tadi dirinya tidak tahu suaminya menelpon, karena dia kelelahan sehingga harus tidur cepat.
Namun tidak ada jawaban dari suaminya. dan betapa kagetnya Ria karena tak lama setelah telephone nya tidak ada jawaban dari suaminya, Ria pun mendapatkan pesan singkat dari suaminya bahwa Ria di ceraikan melalui pesan singkat.
"mulai hari ini kamu aq ceraikan, dan aku tidak akan urus kamu juga anak dalam kandungan mu" isi pesan suami Ria.
Riapun yang sangat kanget dengan isi pesan suaminya terduduk lemas tidak bisa berkata-kata hanya menangis sendiri menahan kesedihan nya..
__ADS_1
"apa lagi ini... apa lagi ya Tuhan... cape nya aku ada-ada saja masalah" sambil menangis Ria berucap....