
Diam tanpa kabar,tanpa ada kejelasan.. bahkan kebutuhan Ria pun tidak di berikan suaminya, Ria tetap lah menjadi Ria yang kuat.
Ria pun yang benar-benar tidak mendapat jawaban dari suaminya ketika di talak satu merasa lelah, dia lebih memikirkan fokus kedepan..
Tidak lama lagi Ria akan segera melahirkan, Ria memilih fokus dengan kesehatan anak dalam kandungan nya dan pekerjaan nya.
Hari-hari Ria di lalui nya dengan semangat,karena memang Ria melewati semua nya secara sendirian...
Ria yang posisi nya jaih dari suami,dan dari keluarga memang harus mandiri.
Ria mulai memikirkan apa yang menjadi keperluan untuk melahirkan sendirian,karena suami nya benar-benar berubah dalam sekejap.
Ria pun termasuk sosok yang enggan memberatkan siapa-siapa. Dia memang sangat jarang minta tolong kepada keluarga suami nya untuk sekedar menemani Dia tidur dirumah.
Seiring berjalan nya waktu, usia kehamilan Ria memasuki 7 bulan..
Benar-benar waktu berjalan begitu cepat ...
Ria berniat untuk merayakan 7 bulanan nya denga mengadakan syukuran.
Tidak di sangka diluar dugaan Ria, ibu mertua nya menelpon dirinya dan menanyakan kabar dirinya dan suami nya seperti apa.
Kebetulan memang Ria tidak pernah menceritakan apa-apa kepada keluarga suaminya apalagi terakhir soal talak yang dilakukan suaminya kepada dirinya.
Ria pun dengan sangat baik, menjawab telpon dari ibu mertuanya..
Dia menyampaikan semua baik-baik saja dan tidak ada masalah.
Ria enggan memberitahukan permasalahan nya dengan suami kepada mertua nya... Ria tidak mau itu menjadi beban pikiran mereka...
Ria pun menyampaikan niatan nya untuk mengadakan syukuran 7 bulanan anak dalam kandungan nya.
Mertua Ria pun merespon dengan sangat baik, beliau bahagia sekali mendengarkan kabar bahwa Ria akan mengadakan syukuran 7 bulanan dirinya.
Justru mertua Ria yang akan mempersiapkan semua nya..
"Nanti kita adakan dirumah mama aja ya, nanti mama yang siapkan semuanya" Ucap mertua Ria..
"Baik ma, makasih... " Sahut Ria kepada mertua nya.
Ria pun yang saat itu merasa bahwa apa yang dilakukan mertua nya sangat membuat dirinya merasa terharu namun binggung.
Disisi lain mertua nya belum mengetahui bahwa diantara dirinya dan suami sedang ada masalah, bagaimana jika ada syukuran namun suaminya tidak datang. itu yang ada dalam pikiran Ria kala itu.
Namun,seiring berjalan nya waktu betapa kagetnya Ria karena suaminya tiba-tiba menelpon dirinya dan menangis meminta maaf atas segala kesalahan yang dia lakukan.
"mah... aku minta maaf ya.. aku salah.. aku jahat.. aku tidak tau apa yang terjadi dengan ku.. tolong maafkan aku mah"
__ADS_1
Ria yang merasa ada keanehan pun, dengan nada kecil menjawab apa yang suaminya sampaikan.
"iyaa pah, tidak apa-apa..aku maafkan kamu"
Ria mulai malas memikirkan apa-apa yang sudah terjadi...
Dia hanya fokus kepada kehamilan dan acara 7 bulanan yang tidak lama lagi akan dilaksakan.
Ria pun menjelaskan banyak hal kepada suaminya, namun Ria enggan bertanya apa yang sebenarnya terjadi selama ini sehingga suaminya tiba-tiba menalak dirinya.
Lagi-lagi, Ria fokus kedepan apapun resikonya dia tidak mau membahas yang sudah terjadi.
"pah, aku rencana mau mengadakan syukuran 7 bulanan kehamilan ku, dan kemarin mama ada menghubungi aku, mama bilang acara syukuran nya di adakan dirumah mama saja, apakah papah bisa datang nanti" Ucap Ria kepada suaminya kala itu ..
"baik mah, aku ajukan cuti dulu ya biar bisa kesana. Doakan aku bisa kesana ya biar bisa berjumpa dengan kalian semua"
"yaaa pah" sahut Ria sembari mereka mengakhiri komunikasinya.
Ria pun yang merasa semua sedikit membaik mulai kembali beraktifitas seperti biasa nya dengan perasaan yang lebih lega.
"ahhh sudah lah, aku mau jalani hari-hari ku dengan bahagia apapun yang terjadi"
Ria yang saat itu ingin pergi bekerja langsung bergegas berangkat..
Mengingat banyak tugas yang harus dia kerjakan dikala dia tinggalkan cuti menemui suaminya kala itu.
"haii motor... baik-baik yaa.. jangan macet-macet lagi"
Kebetukan juga, motor yang selama ini menjadi transportasi Ria merupakan motor kenangan dirinya semenjak kuliah dulu..
"Meski tua... ini motor kesayangan aku" Ucap Ria sambil membersihkan motornya...
Ria ingin sekali suatu saat memiliki mobil sehingga memudahkan dirinya membawa anak nya kelak.
Ria pun tiba di kantor... bertemu denga teman-teman nya..
Mereka bercanda gurau dan menjalankan aktifitas seperti biasa nya.
Meski dirinya sedang mengandung,Ria tetaplah perempuan lincah yang kesana kemari dengan semangat seperti dirinya sebelum mengandung
Tidak terasa, menghitung hari...acara 7 bulanan Ria tidak lama lagi.
"Ma.. bagaimana disana ? Ria H-2 baru bisa kesana ya ma.. nanti Ria kabarkan. tunggu suami Ria dtg, baru kami sama-sama kesana" Ucap Ria kepada mertua nya lewat telpon.
"baiklah Nak..." Jawab ibu mertua Ria
Ria pun menelpon suaminya dan memastikan apakah suaminya bisa datang atau tidak..
__ADS_1
"gimana pah, bisakan kamu datang"
"hmmm... kayanya engga bisa mah.. karena belum bs dapat ijin"
Ria pun sedikit kecewa, namun dia tidak mau terlalu memikirkan nya.
"ahhhh tidak apa-apa... nanti aku ke tempat mama sendirian saja.. tidak enak kalau acara di batalkan hanya karena suamiku tidak datang"
Ria yang semakin tidak sabar dengan acara syukuran 7 bulanan nya pun mulai mengabarkan kepada orang tua dan keluarga nya.
"mah..nanti rencananya ada acara 7 bulanan, apakah bisa mamah papah dan semua nya datang"
"maaf nak, kayanya kami belum bisa datang"
Meskipun Ria mengetahui bahwa keluarga nya pasti enggan datang ke acara nya karena ada permasalahan, namun Ria merasa lega karena setidaknya Ria sudah memberitahukan keluarga nya akan adanya acara 7 bulanan nya beberapa hari kedepan.
"ahhh ayoo Ria jangan nangis,kuat kuat kuat yaaa"
Ria menyemangati dirinya yang merasa sedih ketika dirinya ada acara namun keluarga nya tidak bisa datang...
Hari yang di tunggu-tunggu Ria pun tidak lama tiba, Ria yang akan berangkat ke tempat mertua nya mulai menyiapkan barang yang akan di bawanya sedikit-sedikit.
Sembari suaminya vidio call kala itu.
astagaaaa....
Betapa terkejutnya Ria keesokan harinya saat tengah malam ada yang mengetuk pintu rumahnya...
"aduhh.. siapa yaa " ...
Ria yang sangat takut mencoba mengintip dari jendela siapakah yang malam-malam bertamu pikirnya.
"mahh... ini aku"
"astagaaaa papah....."
Sambil menangis terkejut Ria langsung membukakan pintu rumahnya karena sadar itu adalah suaminya yang datang.
Ria yang sangat terharu kala itu tidak berhenti menangis karena merasa bahagia sekali karena suaminya yang kemarin berucap tidak bisa datang, namun tiba-tiba suaminya ada didepan matanya..
"maaf ya mah, aku sengaja buat surpriseeeeee"
"ahhh papah.. aku sedih tapi bahagia ini lohh"
Ria pun membereskan perkakas suami nya, dan menyiapkan makan juga minum suaminya.
"ahhh cerah sekali pagi ini pah"
__ADS_1
Pagi yang cerah membuat Ria semakin semangat, karena mereka akan pergi bersama-sama ke tempat orang tua suaminya.
Merekapun berangkat ketempat orang tua Suami Ria...