Awal Kehancuran Salah Memilih Pasangan

Awal Kehancuran Salah Memilih Pasangan
RIA KESAKITAN !!


__ADS_3

Seiring berjalan nya waktu, Ria memasuki bulan dimana tidak lama lagi dia akan melahirkan anaknya.


Ria sangat semangat tiap kali pergi ke Rumah sakit untuk cek up kehamilan nya.


yaa, tentu saja semua permasalahan Ria yang begitu bertubi-tubi dia lupakan setiap mengingat anak dalam kandungan nya.


Kemanapun Ria pergi, dia selalu sendiri.. apapun aktifitasnya Ria pun selalu menjalani nya sendirian.


"Bu... hasil usg nya anak ibu berjenis kelamin perempuan dan semua baik-baik saja hasilnya" ucap dokter spesialis kandungan kepada Ria.


"baik dok, saya bersyukur sekali semua nya baik-baik saja. lalu prediksi saya lahir kapan ya dok? apakah saya lahir normal atau operasi dok?" sahut Ria kepada dokter kala itu.


"kalau bisa lahiran normal, tidak ada masalah bu,kurang lebih 2 mingguan lagi waktu lahiran nya bu" ucap dokter kepada Ria.


"baik dokter,terimakasih"


Pulang dari Rumah sakit,Ria segera mengabari suami dan keluarga nya bahwa kemungkinan tidak lama lagi Ria akan melahirkan.


Semua bahagia mendengarkan nya. Bahkan orang tua Ria tidak sabar menantikan moment lahiran Ria.


"Nanti mamah kesana sama bapak dan kakak ade mu ya nak saat kamu lahiran" ucap Ibu Ria kepadanya.


Ibu Ria sangat menyayangi Ria, beliau begitu kepikiran ketika Ria dalam keadaan hamil besar sendirian disana.


Begitu juga kakak dan ade Ria, mereka ingin bisa berada di dekat Ria saat Ria melahirkan..


Namun, berbeda dengan keluarga Ria..


Suami Ria menyampaikan kepada Ria bahwa dirinya tidak bisa datang saat Ria melahirkan.


Dengan alasan tidak bisa mendapatkan ijin lagi dari atasan nya karena dia sudah mengajukan ijin saat acara 7 bulanan kemarin.


yaa... lagi-lagi Ria sudah bisa menebak jawaban dari suami nya seperti itu. Ria pun berusaha berfikiran positif kepada suami nya.


"arghhh... jelas sulit juga suamiku mengajukan ijin karna kan aku lahiran nya secara normal... jadi engga tau kan kapan melahirkan nya"


pikiran yang ada dalam benak Ria saat itu.


Ria yang usia kandungan nya memasuki 9 bulan, semakin takut memikirkan bagaimana melewati proses lahiran.


Namun,Ria yang memang perempuan tangguh selalu saja tidak mau berfikiran macam-macam.


Ria sadar dirinya sendirian dirumah, kalau dia banyak pikiran dan membuat dirinya drop, toh dirinya juga yang akan kesulitan melewatinya.


Ria pun tetap beraktifitas seperti biasanya, kendati sudah banyak yang menasehati dirinya untuk mulai mengurus cuti melahirkan namun Ria menolak.


Ria merasa semua baik-baik saja dan dia merasa badan nya kuat saja masih melakukan aktifitas pekerjaan dan kegiatan sehari-hari nya.


Ria pun pergi kepasar menggunakan motor kesayangan nya untuk mencari bahan-bahan yang mau dia masak untuk di santap.


"ayo nakk kita kepasar.. pintar-pintar ya sayang dalam perut mamah" Ucap Ria kepada anak dalam kandungan nya sembari mengelus perutnya.


Setibanya di pasar,Ria membeli beberapa macam sayuran,buah-buahan dan beberapa lauk untuk stok makanan nya mengingat posisi pasar dan rumah Ria lumayan sekali jauh nya.

__ADS_1


Ria begitu semangat untuk memasak makanan yang dia inginkan kala itu.


Dan, setibanya dirumah Ria segera membersihkan barang belanjaan nya sembari menyiapkan bahan-bahan untuk di masak.


Ria merasa begitu lapar karena sedari pagi belum ada makan.


"waktunya masakkk... " Ucap Ria ..


Setelah selesai masak, Ria pun menyantap masakan nya sendirian. yaa, benar saja Ria menang terbiasa melakukan apa-apa sendirian.


Dari hal kecil,sampai ke hal besar dia lakukan sendiri. Itulah Ria, perempuan yang begitu mandiri.


Ria pun bergegas mandi dan segera siap-siap bekerja.


Ria merasa bahwa dirinya masih sangat kuat untuk beraktifitas kerja.


Itulah yang membuat dirinya enggan mengajukan cuti melahirkan di kantornya.


Meski teman-teman bahkan pimpinan nya sudah mengingatkan untuk segera mengurus cuti guna menghindar dari hal-hal yang kemungkinan tidak di inginkan terjadi.


Namun, Ria tetaplah Ria yang tangguh.


Dia selalu meyakini selama dirinya kuat dan baik-baik saja ya dia akan tetap bekerja.


Dan juga menjadi alasan kedua Ria enggan mengurus cuti melahirkan nya adalah dirinya merasa sepi jika harus dirumah sendirian, dia merasa lebih enjoy pergi bekerja dan bertemu rekan kerja nya bisa bercanda gurau disana.


"loh... kok aku kangen sekali sama tante yaa... ahh aku telpon tante dulu" Ucap Ria ..


Yaa benar saja, Ria memang dekat sekali dengan adik kandung dari ibunda Ria.. tante nya itu bisa jadi sebagai tempat Ria mencurahkan isi hatinya.


"iyaa ken, tumben-tumben kamu menelpon tante. kabar tante baik sekali, wah bener yaa besok kesini... tante tunggu, ada aja tante dirumah. nanti tante temanin belanja di pasar juga yaa.. " Jawab tante Ria kepada Ria...


Ria pun menelpon suaminya untuk menyampaikan keinginan nya berkunjung kerumah tante nya sekalian menginap disana..


kringg... kring.... kring...


kring... kring ... kring...


"wah... suamiku enda angkat telp aku, mungkin dia sibuk. aku pulang saja ah dulu kerumah" ucap Ria...


Setibanya dirumah, Ria rehat sejenak.


Dia merasa sedikit kelelahan karena posisi perut nya yang semakin membesar karna tidak lama lagi dirinya akan segera melahirkan anak nya. Selesai Rehat,Ria mulai menyiapkan perlengkapan nya untuk pergi ke tempat tante nya dan menginap disana.


Tak lupa Ria mengirimkan pesan kepada pimpinan nya untuk beberapa hari tidak bisa turun bekerja karena dirinya pergi ke tempat tantenya.


Beruntung nya Ria karena pimpinan nya kala itu sangat bijaksana sehingga tidak terlalu sulit bagi Ria mendapatkan ijin dari beliau kala itu.


Ria pun kembali menghubungi suaminya selesainya dia beberes perkakasnya.


"Halo pah, apa kabar nya ? sehat disana.. ?" ucap Ria..


"Baik mah, kabar aku baik-baik saja.. sehat ini. hanya saja sedikit kecapean bekerja.. ini posisi papah lagi dinas luar mah, sinyal nya agak sulit mah..mamah sehat kan ? anak gimana mah?" Ucap suami Ria kepadanya.

__ADS_1


"semua baik-baik saja pah. Pantas saja kemarin tidak ada kabar ternyata sinyal nya. oiya pah, besok aku mau kerumah tante dan menginap disana, naik motor.. rencana nya berangkat sama teman aku, apakah boleh pah?


"boleh saja mah, hati-hati dijalan dan pelan-pelan saja" jawab suami Ria.


Setelah Ria dan suami membahas banyak hal via telp, Ria pun memutuskan berangkat ketempat tante nya karena sudah mendapatkan ijin dari suaminya.


Ria yang merasa lelah, ditambah mata nya sudah tidak bisa di ajak kompromi karena begitu mengantuk, pergi ke kamar untuk segera tidur.


Keesokan harinya,kebetulan memang Ria tidak bekerja karna memang hari kerja Ria cuma 5 hari, jadi sabtu dan minggu kesempatan bagi Ria untuk libur dari rutinitas pekerjaan nya.


Ria bersiap berangkat ke tempat tante nya bersama teman nya.


Setiba nya tempat tante nya, Ria bercanda gurau melepas kerinduan nya kepada tante nya.


Tidak lupa Ria memberikan kabar kepada orang tua nya, juga suaminya bahwa dia sudan sampai dengan keadaan selamat..


Ria yang merasa senang berada tempat tante nya, mengajak tante nya mencari makanan sembari mencari beberapa perlengkapan bayi yang kebetulan beberapa belum ada.


Mereka pun pergi, Ria bersama tante nya pergi menggunakan motor dan dengan berani, Ria memutuskan dia yang membawa motor itu di depan sedangkan tantenya di belakang. ..


"wah... hati-hati ken.. nanti tante takut jamu kenapa-kenapa" ucap tante Ria kepadanya.


"amn te, aman" jawab Ria ..


Tak terasa malam tiba,, mereka oun bergegas pulang kerumah.


setiba nya dirumah tante nya mereka kembali mengobrol terbahak-bahak sampai akhirnya mereka masing-masing tidur di kamar.


Riapun memberikan kabar kepada suaminya bahwa dia sudah ada dirumah tante nya setelah pergi kepasar seharian.


Keesokan harinya, teman Ria menelpon bahwa dia sudah siap menjemput Ria untuk segera berangkat kerumah Ria.


Kebetulan Ria dan teman nya rumahnya berdekatan,dan teman Ria pun sedang ada yang dia kerjakan.


Mereka pun berangkat menggunakan motor.


Ria pun pamit kepada tantenya, mereka berpelukan saling melepas rindu.


Tak lupa Ria memberikan kabar kepada suami nya bahwa dia akan segera berangjat untuk pulang kerumah.


Baru setengah perjalanan, Ria yang saat itu duduk di belakang merasa perutnya begitu sakit tiba-tiba.


dia memegang erat teman nya karena takut tiba-tiba pingsan.


"Ria... ada apa.. apakah kita behenti saja " ucap teman Ria panik...


"jangan.. kita lanjutkan perjalanan, aku kuat saja"


dengan perasaan takut namun Ria yakin masih kuat menahan sakit perutnya, dia bersama tetap melanjutkan perjalanan menggunakan motor menuju rumah Ria.


sekitar 15 menit dekat rumah Ria, teman Ria berinisiatif berhenti ke Salah satu Rumah sakit dekat rumah Ria, kemudian teman Ria menemani Ria periksa ada apa perutnya tiba-tiba sakit.


Dan ternyata, Ria mengalami pembukaan 1 pasca kehamilannya.

__ADS_1


Ria sedikit kaget, dikarenakan dia merasa masa melahirkan nya masih beberapa minggu lagi...


__ADS_2