
Tidak Terasa 2 hari 1 malam sudah Ria berada di Rumah Sakit, namun belum saja ada tanda-tanda pembukaan Ria bertambah.
kring... kring ... kring..
Suami Ria menelpon nya..
"Hallo mah, apa kabar nya.. semngat ya mah.. aku belum bisa kesana karna sudah aku ajukan ijin,tapi belum di ijinkan atasan aku mah" Ucap suami Ria kepada nya.
"yaa pah,kabar aku baik-baik saja. Tapi lumayan tenaga ku sudah sangat terkuras. Yaaa,, mau di apakan lagi, tidak apa-apa saja,yang penting kamu doakan aku dan anak semua dalam keadaan baik pah.. meski hatiku benar-benar mau kalau papah bisa datang sebelum anak lahir" Jawab Ria kepada suaminya.
"aku benar-benar minta maaf ya mah... aku mau sekali kesitu sekarang,tapi apalah dayaku mah?! ..."
"iyaa pah tidak apa-apa"
Ria pun kembali menangis, sedih karena suaminya tidak bisa datang. Namun dia enggan memperlihatkan kesedihan nya didepan ibu,kakak, dan ade nya..
"aku tidak mau keluarga ku tambah sedih dan menambah mereka tidak respect dengan suamiku" pikir Ria saat itu.
"Nak.. apakah suami mu bisa datang ?" Tanya ibunda Ria kepada Ria..
Mungkin itu pertanyaan yang sedari mereka datang sudah ingin mereka tanyakan... terutama ibunda Ria..
"Tidak mah,suamiku tidak bisa datang katanya dia tidak diberikan ijin mah" Jawab Ria kepada ibunda nya...
"Ya sudah, tidak apa-apa.. yang penting kamu fokus sama proses lahiran kamu ya nak, jangan banyak pikiran" Jawab ibunda Ria..
Tidak lama mertua Ria menelpon dirinya, Ria pun mengangkat telpon dari ibu mertuanya.
"Hallo Nak, apa kabar ? mama tadi di kasih kabar oleh suami mu bahwa kamu sedang di Rumah Sakit.. mama nanti kesana ya" ucap mertua Ria..
"iyaa ma, kabar aku baik-baik saja. cuma ini lagi menunggu pembukaan bertambah ma, ini masih pembukaan tiga" Jawab Ria kepada mertuanya.
setelah Ria dan mertua nya selesai berbincang, Ria pun kembali beristirahat sembari makan dan minum untuk menambah tenaganya.
Ada ketakutan dalam diri Ria, karena merasa kurang begitu kuat menahan sakitnya pembukaan.
Namun,keinginan Ria belum mendapatkan ijin dari keluarga Ria.
Mereka berfikir apabila Ria harus melahirkan dengan operasi, mungkin pemulihan nya agak lama dan Ria tidak terlalu bisa kecapean.
__ADS_1
Mengingat Ria tinggal jauh dari suami dan kedua belah pihak keluarga.
Tidak lama kemudian, mertua Ria datang bersama ketiga ade ipar Ria..
sontak saja membuat ibunda dan kakak Ria kaget.
Mengingat diantara mereka memang belum pernah bertemu langsung dari awal pernikahan Ria dan suaminya.
Mereka pun saling menyapa satu dan lainnya. Memgkesampingkan ego masing-masing demi Ria dan menantikan kelahiran cucu mereka.
Ya, benar saja. Situasi nya sedikit canggung. Kakak Ria pun memilih pulang kerumah Ria.
Disana juga kondisi ruangan Ria bersalin tidak memungkinkan untuk banyak orang didalam nya.
"Aku pulang dulu ya kerumah,nanti agak malam aku kesini lagi" ucap kaka Ria kepada dirinya.
"Iyaa kak... hati-hati dijalan" Sahu Ria.
Ria,ibunda,adik Ria,mertua dan ade ipar Ria pun kembali berbincang-bincang...
suasana pun sedikit lebih mencair... Ada canda tawa saat itu. Ria pun merasa lebih enakan melihat suasana seperti itu.
Ria pun tidak kuasa menahan air matanya menahan rasa sakit di perutnya. Bagaimanapun,Ria yang baru merasakan proses melahirkan merasa benar-benar kesakitan saat itu.
"yang kuat ya Nak... sabar... sabar.. sambil Doa dalam hati yaa" Ucap ibunda Ria sembari mengelus-elus kepala Ria yang sedang kesakitan.
Malam semakin larut, sakit perut Ria semakin tidak tertahankan lagi.
"aku tidak tahan lagi, aku mau di operasi saja..." Ucap Ria sambil menangis keras..
Namun semua tetap memberikan Ria semangat, supaya Ria tetap kuat dan yakin bahwa dirinya mampu untuk melahirkan secara normal.
Kemudian salah seorang perawat datang memeriksa Ria, tidak disangka pembukaan Ria sudah lengkap. Air ketuban Ria pun pecah...
Ria bergegas berbaring di Ruang persalinan bersama Para tenaga medis..
Kala itu, kakak Ria juga ibu mertua Ria menemani Ria di Ruang bersalin.
Dan.... yang di nanti-nantikan... Ria melahirkan seorang anak perempuan cantik... anak Ria lahir dengan selamat. Ria pun melahirkan dengan selamat.
__ADS_1
Semua bahagia dengan moment itu.
Keesokan harinya,Ria kembali ke rumah nya dengan suasana baru. Mengingat dirinya sudah di ijinkan pulang oleh dokter.
Namun, kedua mertua dan adik ipar Ria tidak bisa mengantarkan Ria pulang karena mereka pun harus segera pulang kerumah mereka..
mereka pun saling berpamitan satu dengan lainnya.
"astaga cucu nenek, cantik nya.. nene minta maaf ya sayang engga bisa kerumah... nene harus pulang dulu" ucap Mertua Ria sambil menangis mencium anak Ria..
"hati-hati dijalan ya ma, untuk kalian... dan terimakasih sudah menyempatkan waktu datang kesini ma" Jawab Ria kepada ibu mertuanya.
Sesampainya dirumah, Ria menyempatkan vidio call dengan suaminya.. memperlihatkan muka anak nya.. karena dari tadi suaminya sulit untuk dihubungi.
"haii papah... ini aku... aku cantik kan?!" Ucap Ria sembari memperlihatkan wajah anak mereka ke suaminya.
"iyaa sayang papah, kamu cantik sekali. Papah engga sabar mau peluk dan gendong kamu nak" Sahut suami Ria...
Mereka pun menghabiskan waktu cukup lama untuk vidio call melepaskan rindu.
Ria sangat bahagia, keluarga besar pun sangat bahagia akan kehadiran anak Ria...
Hari-hari Ria pasca melahirkan pun berubah drastis, dia yang memang kebiasaan bangun siang, sekarang mulai belajar untuk bangun pagi.
Ya, tentu saja Ria tidak masalah dengan perubahan aktifitasnya itu.
Ria pun sangat bersyukur karena setelah dirinya melahirkan, orang tua,kakak,dan adik Ria ikut menemani Ria dirumah nya.
Bahkan, meski kedua orang tua Ria dan kakak nya bekerja, mereka dengan sangat luar biasa sudah mengurus ijin untuk bisa menemani Ria setelah melahirkan.
Ria pun menghabiskan hari-harinya setelah melahirkan dengan sangat bahagia.
Dia selalu melupakan apa saja masalah yang pernah dia alami, karena dia merasa kelahiran anak nya adalah harta paling berharga baginya.
Ria sudah menyiapkan nama untuk buah hatinya, namun karena beberapa hal membuat nama untuk buah hatinya akan di resmikan saat suami nya datang, dan mereka sudah berencana mengadakan sedikit acara syukuran untuk peresmian nama buah hati mereka.
Yaa, tentu saja semua rencana yang dibuat selalu Ria diskusikan ke keluarga nya.. Dan keluarga Ria selalu mensuport apapun itu selama mengarah ke hal yang positif.
"Makasih pah,mah.. kak.. de... kalian benar-benar luar biasa... aku engga bisa membayangkan bagaimana jadinya aku sehabis melahirkan hanya berdua saja dengan anakku" ucap Ria sambil menangis...
__ADS_1
"iyaaa Nak,kamu kan anak kami... dan cucu kami lahir ke dunia,jadi kami bahagia disini menemani kalian dua... kamu sehat-sehat.. demi anak mu yaa Nak... " jawab ibunda Ria