
Tidak terasa, pagi haripun tiba...
Aku merasa tidak begitu bersemangat...
Yaa, aku merasa masih ada sisa ijin bekerja yang masih bisa Ria gunakan untuk melakukan berbagai macam kegiatan....
Planing aku ya harus segera mengembalikan sewa mobil dan segera membayarkan nya..
Tidak terasa, ada saja dana yang harus Ria keluarkan lagi untuk membayat sewa mobil yang mereka gunakan untuk pergi ke acara pernikahan kakak nyaa....
Ria segera membangunkan suami nya,untuk segera siap-siap mengembalikan mobil yang mereka sewa.
"Pah, bangun gihh... jangan malas-malasan.. siap-siap am sana kamu pergi antarkan mobil dan bayar,uang nya sudah aku siapkan tuh." Jawab Ria ...
"Iya mah, sebentar lagi ..."
"Uang untuk makan segala kita jalan-jalan aku sudah ga ada sama sekali jadi kamu aja sudah yang mikirkan nya... " Lanjut Ria kepada suami nyaa...
"Ya kalau untuk makan, ada aja mah ... ga usah khawatir" Jawab suami Ria ..
Ria pun melanjutkan mengurus anaknya juga pekerjaan rumah yang masih belum dia kerjakan...
Ada perasaan kecewa yang sangat besar dalam diri Ria, mungkin dia sudah tidak tahan untuk melanjutkan pernikahan dengan suami nya.
Hanya anak satu-satu nya alasan yang membuat Ria masih sabar dengan semua permasalahan yang dia rasakan semenjak menikah dengan suami nya.
"Mah, aku pergi dulu... uang sudah aku bawa ni" Ucap suami Ria kepadanya...
Tidak lama kemudian, Ria yang sudah menyelesaikan pekerjaan nya segera pergi kekamar untuk bermain dengan anak nya...
Kring.... Kring... Kring ...
__ADS_1
Handphone Ria berbunyi....
Ria yang kemudian melihat bahwa ada telpon dari ibu nya, segera mengangkat telpon ibu nyaa...
Sangat lama mereka berbicara... Ria pun merasa sangat sedih karna harus pulang cepat kemarin..
"Yaa mah, mau nya lama.. cuma ya memang keadaan nya aku harus cepat pulang mah karna suami ku mau pulang ke tempat dinas nya" Jawab Ria kepada ibu nyaa...
Tidak terasa... setelah cukup lama Ria dan ibu nya berkomunikasi, mereka pun menyudahi pembicaraan mereka.
Sebagai seorang ibu, tentu kata-kata penyemangat yang dia selalu sampaikan untuk anak nya...
Itu adalah moment dimana Ria selalu tidak kuasa menahan air matanya.
Aku selalu merasa bersalah atas apa yang aku lakukan, karena aku tidak mendengarkan nasehat dari kedua orang tua dan juga keluarga besar ku ...
Ya, penyesalan selalu datang terlambat... Hanya fokus memperbaiki saja yang bisa aku lakukan untuk kedepan nya...
Ria enggan menjawab sapaan suami nya... Dia hanya membukakan pintu rumah lalu kembali ke kamar dengan anak nya..
"Nanti malam aku akan bicara baik-baik dengan suami ku, mudahan dia bisa menerima apa yang menjadi kemauan ku" ...
Ya... itu yang ada dalam benak Ria saat itu ...
Suami Ria yang menyadari Ria sedang marah, tidak banyak bicara.
Dia pun makan dan melakukan apa yang bisa dia kerjakan sendiri...
Meskipun, kebiasaan suami Ria ketika makan adalah harus di siapkan oleh Ria...
Tidak terasa, malam pun tiba... Suasana masih terasa dingin kala itu.
__ADS_1
Ria yang masih marah kepada suami nya enggan berbicara.
Dia hanya fokus mengurus anak nya dan sesekali menyapu rumah nya beberes...
Ketika malam semakin larut, dan anaknya pun sudah terlelap tidur, Ria segera kedepan mendatangi suaminya yang kebetulan masih nonton belum tidur.
"Pah, ni aku pengen bicara baik-baik dan aku perlu menyampaikan ini karena semua nya harus clear" Ucap Ria kepada suaminya...
"Ya mah, ada apa..." Jawab suami Ria kepada Ria...
"Aku sudah tidak tahan dengan pernikahan kita... tidak ada kejujuran, tidak ada pengertian, tidak ada perasaan empati dan tanggungjawab kamu untuk aku dan anak kita"
Aku keluarkan semua uneg-uneg ku saat itu... Aku cukup sabar selama ini menahan semua nya, namun aku hanya manusia biasa yang hanya ingin bahagia.. bukan terus menerus mehanah kesedihan dalam pernikahan ku.
Lebih baik aku melepaskan seseorang yang aku cintai namun menyakiti hatiku, daripada aku bertahan dengan menahan sakit hati...
Itu semua yang ada dalam benak Ria saat itu ....
Meski terlihat sangat kaget, suami Ria pun sedikit marah dengan pertanyaan Ria..
"Apa sih mah.. kamu ngomong apa juga... aneh-aneh aja" Seru Suami Ria ...
"Kami bilang aneh ? Kamu itu punya perasaan ga sih pah ? "
"Apa-apa aku yang bayar, apa-apa aku yang mikirin, apa-apa semua serba aku yang harus merasakan. Kamu disana !! ngapain !! aku muak pah "
"Aku sudah engga tahan lagi.. kamu disana sama perempuan lain.. uang bulanan tidak pernah aku dapatkan, anak kamu tidak kamu perhatikan apa yang jadi keperluan nya dan banyak hal yang aku rasa tidak sanggup lagi menjalani pernikahan ini ... aku cape.. aku menyerah" ...
"Nanti biar aku saja yang urus perceraian nya, kamu tinggal urus kehidupan kamu saja disana dan semoga bahagia dengan pilihan kamu"
Suami Ria tidak bisa menjawab Ria saat itu, dia benar-benar kaget dengan apa yang Ria sampaikan.
__ADS_1
Entah apakah yang Ria sampaikan bisa membuat dia sadar, atau tidak Ria pun tidak tau ... Namun Ria benar-benar lelah dengan pernikahan nya dan merasa perceraiaan adalah jalan yang terbaik...