
Hari berganti hari...
Tidak terasa cuti Ria akan segera berakhir..
"aku biggung mah, gimana ya nanti anak ku ketika cuti aku habis mah.. siapa yang menjaga kan dia.. atau aku bawa kerja"
Yaa... benar saja... Ria merasa sangat khawatir akan itu karena dirinya sadar dia hanya berdua dengan anak nya dirumah itu.
Namun, keluarga Ria selalu menyemangati Ria.. Bahkan ibunda Ria berencana membawa anak Ria ikut mereka,karena kasihan dengan Ria.
Namun, seiring berjalan nya waktu Ria merasa dengan kemampuan dirinya bisa menghendel semua dengan baik.
"Bagaimana kalau anak kamu mamah bawa nak? jadi kamu fokus bekerja, nanti disana mamah carikan pengasuh nya, dan tinggal dirumah mamah" Sahut ibunda Ria...
"Jangan mah,biar Ria sama anak Ria disini... nanti Ria bawa saja anak Ria bekerja mah" Jawab Ria kepada ibu nya..
Keesokan harinya, Ria menghubungi suaminya.. banyak hal yang mau Ria sampaikan...
kring.... kring.... kring...
"iyaa mah, apa kabar nya? gimana kabar anak mah ?
"baik pah.. kabar aku dan anak juga baik"
Mereka mulai membahas dan merencanakan banyak hal, mengingat Ria tidak lama lagi akan segera habis cuti nya.
Suami Ria berencana membelikan mobil untuk Ria, karena dirinya merasa kasihan dengan istri nya, jika bekerja harus membawa anak nya menggunakan motor.
Niatan suami nya itu membuat Ria sangat bahagia,meski sementara hanya rencana saja, namun itu membuat Ria terharu...
Karena Ria merasa suami nya benar-benar memperdulikan dirinya dan anaknya.
Namun, untuk membeli sebuah mobil bukanlah perkara mudah bagi Ria. Ria sadar bahwa uang nya tidak ada, dirinya sadar sekali bahwa selama dirinya menikah semua keuangan harus keluar dari dirinya, sedangkan suaminya tidak ada mengeluarkan sedikitpun.
Ria pun menyampaikan apa yang jadi yang jadi kendala dalam benaknya kepada suaminya.
Namun, suami Ria berusaha menyakinkan Ria bahwa akan ada jalan untuk mereka bisa mempunyai mobil.
"yang penting kita yakin saja dulu ya mah, mobil bisa kita beli bagaimana caranya" ucap suami Ria kepada dirinya.
__ADS_1
Hari hari Ria terasa semakin bahagia..
dirinya merasa semenjak kelahiran anaknya, hidupnya semakin bahagia.. terlepas dari apapun yang sudah dia alami, dia merasa sangat bahagia.
Cuti nya pun berakhir, Kedua orang tua Ria.. juga kakak dan adik Ria pun sudah pulang kerumah mereka...
Ria yang kala itu berdua saja dengan anaknya mulai mencari pengasuh yang mau bekerja menrawat anaknya selama dirinya bekerja.
Berbekal informasi yang dia dapat dari beberapa teman nya, Ria pun menemukan pengasuh untuk anak nya.
Ria segera menelpon suaminya masalah itu agar suami nya bisa menyisihkan dana guna membayar pengasuh anaknya nanti.
Namun.... lagi dan lagi... suami Ria merasa itu belum perlu... dengan alasan tidak yakin bahwa pengasuh anak nya anak dengan baik merawat anak nya...
Mereka pun berdebat membahas persoalan ini, Ria kekeh itu yang terbaik... karena Ria pun sudah bertemu langsung dengan ibu pengasuh tersebut.
Namun, kekecewaan Ria kembali terjadi.
Suami nya merasa memang ini tidak perlu, suami nya kekeh nanti akan membelikan Ria mobil dari pada membayar pengasuh untuk anak nya.
Ria tidak habis pikir... dengan semua penjelasan yang sudah dia jelaskan suaminya tetap saja kekeh dengan keputusan nya.
Pertimbangan yang Ria pikir tidak lah tanpa alasan. Ria merasa kasian dengan anak nya jika harus dibawa bekerja di usia 3 bulan... menggunakan motor.
Namun, Ria merasa suami nya sangat egois. suami nya tidak bisa merasakan apa yang Ria rasakan.
Sudah cukup selama ini Ria menahan sakit hati nya atas apa yang suaminya lakukan. untuk kali ini, dengan sangat yakin, Ria tetap memberanikan diri memperkerjakan pengasuh untuk menjaga anak nya selama dirinya bekerja.
Riapun harus merelakan beberapa keperluan nya di pangkas, karena suami nya tidak mau membayar pengasuh.
Suami Ria pun selama pernikahan tidak pernah memberikan nafkah dengan pasti selama ini.
Itu juga yang membuat mental Ria kuat dan tidak dengan mudah menangis lagi ketika ada beberapa hal yang terjadi di luar harapan nya.
Ria pun kembali bekerja seperti biasanya... bertemu para rekan kerja nya...pertemuan itu membuat semangat Ria... dirinya merasa jika dia bekerja akan membuat sedikit kepenatan nya berkurang.
"mana anak nya Ria ? kami mau ketemu ... " ucap semua teman-teman Ria..
"ada... kerumah ya kalian nanti... " Jawab Ria kepada mereka semua.
__ADS_1
Ketika jam istirahat tiba, Ria segera pergi kerumah pengasuh anak nya.. Dia segera memberikan Asi untuk anak nya, Ria sengaja berkunjung kesana tanpa memberitahukan lebih dulu ke pengasuh nya supaya dia bisa mengecek langsung bagaimana pengasuh nya itu.
Benar saja, Ria merasa semua aman dan baik-baik saja. Saat Ria datang, pengasuh nya sedang menggendong anak Ria yang sedang tertidur pulas.
Mereka pun mengobrol santai sambil Ria memberikan ASI untuk anak nya. Pengasuh Anak Ria pun menyuguhkan beberapa hidangan kecil untuk mereka santap.
Ria merasa, tidak salah memilih ibu tersebut untuk menjaga anak nya. sebelum ibu tersebut menjadi pengasuh anak Ria.
Ria mengunjungi rumah ibu tersebut, Ria pun menyuruh ibu tersebut kerumah Ria.. supaya mereka saling mengenal satu sama lain nya.
Bude.. yaa... Ria memanggil ibu tersebut dengan panggilan "bu'de" ..
Dengan adanya Bude, sangat membantu Ria ..
Dirinya merasa terbantukan sekali. karena Ria merasa apabila dia bekerja dan harus membawa anaknya, itu akan membuat anak nya cape dan dirinya kurang bisa bekerja dengan maksimal.
Namun, tujuan utama Ria menitipkan anak nya kepada Bude semata-mata demi kebaikan anak nya...
Riapun kembali berangkat ke tempat dia bekerja,karena semua sudah aman terkendali dan anak nya pun sudah mengasi.
Keseharian Ria sangatlah melelahkan, dia melakukan semua nya sendiri.. namun dirinya tetap semangat.
Sepulang bekerja,dia mengambil anaknya dari tempat Bude...
"makasih Bude... besok lagi yaa... "
"iyaaa bu" sahut Bude...
Setibanya dirumah, Ria bergegas makan,dia merasa sangat lapar.
Meskipun di tempat Ria bekerja ada banyak saja kantin, Ria enggan makan disana karena dia sadar dia harus irit demi memastikan apa yang jadi kebutuhan anak nya terpenuhi...
Dirinya yang masih mengasihi anaknya harus tetap berdiri kokoh, harus tetap sehat,dan kuat meski lelah yang dia rasa terkadang berat dia jalani karena bekerja dan mengurus anak.
Ria merasa semua adalah jalan hidup yang harus dia lalui dengan ikhlas.
Setiap Ria makan, dia selalu memastikan anak nya sudah mengasi dan tidur...
Entah apa yang membuat Ria meneteskan air mata saat makan kala itu, namun dia merasa mulai tidak tahan dengan kehidupan nya sekarang.
__ADS_1
sambil menangis, dia tetap harus makan... karena Ria harus memberikan anaknya Asi...
"Ya Tuhan... apalah salah ku... berat sekali cobaan yang aku rasakan Tuhan... kapan kah semua ini selesai... maafkan aku Tuhan.. mampukan aku melewati semua ujian hidup ini" Ucap Ria sambil menangis ....