
...⚠️FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA⚠️...
...•...
...•...
...• ...
...Happy Reading!...
Flashback
Plakk..
Terdengar bunyi tamparan yang begitu nyaring.
"Kak, kenapa gue-"
Belum siap gadis itu bicara, perkataannya langsung dipotong oleh siswi yg menamparnya barusan. "Lo ada hubungan apa sama Rian?"
Namun gadis tersebut hanya diam. Enggan untuk menjawab yang mana malah membuat siswi tadi makin menjadi. "Jawab begok!"
"Kayaknya begok nih bocah." timpal salah satu gadis lain sambil tertawa mengejek dengan nametag Liora Arisandika.
"Udah Sha.. gass aja ntar kelamaan. Apa perlu gue turun tangan?" tanya gadis lain tak sabar dengan nametag Paula Frederiko.
Siswi dengan nama Shasa itu tak tinggal diam. Dia menarik paksa rambut gadis tadi, hingga membuatnya meringis kesakitan.
"Lo budeg atau apaan anjing? Belagu banget gak jawab pertanyaan gue."
"Gue perjelas, gue sama kak Rian gak ada hubungan apa-apa." balas gadis itu membela diri.
"Lo pasti bohong anjing! Udah ngaku aja *****!" semprotnya tak terima masih dengan tangan menarik rambut Emma-gadis yang saat ini dia jambak.
Shasa membuang nafas kasar lalu kembali berteriak. "Gue tanya sekali lagi lo ada HUBUNGAN APA SAMA RIAN?!"
Shasa tak mendapat balasan. Karena memang benar adanya, Emma tidak memiliki hubungan apapun dengan laki-laki yang dipertanyakan.
__ADS_1
Merasa pertanyaannya hanya dianggap angin lalu malah membuat siswi tadi menjadi. "Kalau lo gak mau jujur, oke."
Siswi pembuli tadi segera memberi kode kepada kedua temannya untuk memegang tangan Emma yang mulai memberontak.
"Lepas gue bilang lepass! Tolong!!"
"Diem tolol! Cewe murahan kayak Lo harus dikasih pelajaran biar gak ganjen sama cowok orang." bisiknya sinis ditelinga Emma.
Tanpa belas kasihan, Shasa menampar bolak-balik pipi kanan dan kiri gadis malang tersebut. Tanpa menghiraukan permohonan gadis itu untuk berhenti.
"Aduh.. cantik bangett nih guys pipinya. Jadi merah ya, kayak lo ngegoda cowok gue."
Emma yang diperlakukan seperti itupun hanya bisa menangis. Tidak ada satupun murid yang dapat menolongnya.
"Utututu.. nangiss juga nih bocah. Mewekk ahahaha!!" terdengar tawaan Liora teman sebangsad Sasha.
"Cengeng cuy baru digituin. Tambahin gih, kurang tuh ahaha." timpal Paula tertawa mengejek.
Shasa makin menambah perlakuan kasarnya. Dia mendorong keras hingga Emma tersungkur dari kursinya, serta memijak tangan dan bahu gadis itu berkali-kali.
Sementara para murid yang mendengar keributan itu bukannya melerai ataupun menengahi, mereka malah pergi dalam diam. Takut untuk mencari masalah dengan anak pejabat dari salah satu donatur disekolah itu.
"Kak.. to-tolong sakit."
"Daddy? Mommy" gadis itu bergumam dalam hati.
"Gue bilang cukup." ucap Emma sedikit keras dengan menahan perih."
"Hah? Cukup lo bilang? Setelah cowo gue direbut sama cewek bangsat kayak lo? Mimpi." teriak Shasa melengking sambil menoyor kasar kepala Emma.
Merasa tak puas Shasa memasukkan banyak aneka makanan kemulut Emma, hingga memenuhi rongga mulut gadis itu.
Tak tahan dengan makanan yg sudah tercampur satu dimulutnya, Emma akhirnya muntah yang mengakibatkan sepatu Shasa kotor terkena bekas muntahannya.
"Sepatu mahal gue jadi jorok tolol. Udah ah cabut, jijik gue lama-lama disini."
Sasha berkata dengan raut wajah mengejek, kemudian pergi bersama antek-anteknya. Meninggalkan seorang gadis malang yang saat ini tengah pingsan tanpa ada satupun yang menolong.
__ADS_1
...*****...
..."Gue bakal berusaha lelehin hati beku dari gadis es kayak lo Axella. Panggil gue jika butuh, gue akan ada sebagai penenang."...
...(Adriel Anthony Dimitri)...
..."Dia punya gue! Adik sepupu kesayangan gue. Gue bakal selalu jaga dia dimanapun dia berada."...
...(Sean Athayasa Damien)...
..."Gue udah naruh perasaan lama. Tapi sayangnya lo nganggap gue sebagai kakak laki-laki. Apa gue masih punya kesempatan dikala makin banyak cowok disisi lo?" ...
...(Dionisius Brian Abraham)...
..."Axella itu punya banyak sisi lain didirinya. Gue yang terkenal brutal dipertempuran aja kayaknya kalah. Gadis cantik ratunya BlackSky."...
...(Jack Roy Adelard)...
..."Lucunya dunia, ketika gue berusaha mempermainkan seorang gadis misterius kayak lo. Malah gue yang serasa dipermainkan."...
...(Alexius Jacob Patriko)...
..."BlackSky keluarga kedua lo. Boleh dong gue bikin keluarga ketiga kita. Canda beb, serius juga gpp."...
...(Rivaldo Ernest Gideon)...
..."Gadis tangguh itu, gue keliatannya keliru buat nyiksa dia. Gue rasa, gue udah jatuh hati."...
...(Brian Dwi Atmaja)...
..."Kakak lo cantik gue boleh kenalan?"...
...(Gian Saputra)...
.........
Haii readers, gmn nih sama prolog nya?
__ADS_1
JANGAN LUPA DITAMBAH KEPERPUS!! JANGAN LUPA FOLLOW, VOTE dan KOMEN!!