AXELLA

AXELLA
1.


__ADS_3

Beberapa minggu sebelumnya..


Disebuah kamar bernuansa putih susu. Terlihat seorang gadis tengah berbaring santai ditempat tidur miliknya. Sedikit bergumam sambil menatap kelangit-langit kamar, seolah sedang berbicara kepada manusia.


"Gak nyangka udah hampir sebulan aja disini, syukur deh pada friendly. Walau ada juga beberapa yang susah dideketin." gadis itu bermonolog sendiri.


Saat sedang melamun terpikir satu nama yang paling dia rindukan. Cepat-cepat gadis tadi mengambil bingkai foto yang terletak diatas meja. "Gimana ya kabar kak Xella sekarang? Udah gak sabar pengen cepet-cepet ketemu."


"Pasti capek ya jadi kak Cece. Apalagi ngurus ini-itu. Apa nanti kita bisa ketemu lagi ya kak? Emma kangen.." sambungnya sambil menutup mata dan tanpa sadar sudah terlelap.


....


Keesokan harinya


Diantara lorong sekolah. Terlihat seorang siswi sedang berlari sambil terburu takut terlambat untuk memulai kelasnya. Dirinya terbangun 5 menit lebih lama dari biasa. Padahal bel sekolah saja belum berbunyi, namun dirinya sudah kepalang panik.


Tapp.. tap.. tap..


Saat sedang berlari. Tak sengaja dirinya menabrak seorang murid laki-laki yg memakai jaket kulit berwarna hitam.


Dukk..


"Ssshh.. sakit anjir." gumam gadis tersebut siapalagi jika bukan Emma, sambil mengusap keningnya. Dirinya belum sadar telah menabrak seseorang sampai dia mendongak.


"Eh itu maaf kak, gue gak sengaja tadi soalnya buru-buru."


"Gapapa lain kali hati-hati. Kan gak ada yang ngejar." balas laki-laki tadi lembut dengan nametag Rian Idris Jonathan .


"I-iya kak, sekali lagi maaf kak."


Laki-laki itu menggangguk seraya tersenyum tipis. "Gue duluan. Udah ditungguin sama temen gue."


"Lucu kayak bocah SMP." batin laki-laki itu terkekeh geli.


Emma membalas senyuman laki-laki tadi. Bersyukur kepada Tuhan bahwa dia tidak menabrak seseorang yang galak ataupun pemarah, sekarang lanjut berlari kekelas.


....


"Woi lo semua udah pada denger gak? Ada berita heboh woi." seru salah satu murid sedikit berteriak dengan nametag Andre Haryono.


"Gatau soalnya gue udah heboh."


"Hah?"


"Dikasih infoo massszehhhhhh!!"


"Tett.. tet tet tett.. tet tet tettt" sambung yang lain.


"Perasaan kita baru masuk gak ada bikin masalah nih, jangan-jangan ada virus baru?" gumam salah satu siswi bernama Saras widyanita.


"Hah? Apaan cepetan!!?" teriak siswi yg lain.


"yoi ngantuk gue."


"Berita minyak goreng naik?! Emak gue udah gercep duluan nyetok dirumah." balas murid cowo bangga dengan nametag Edo Tritama.


"Gak ada yang nanyakkk huuu!!!"


"Penimbun sialan! Tapi lanjutkan, ntar jangan lupa bagi gue." sahut siswi yang lain bernama Jihan Widyanisya.


Terdengar riuh-riuh para siswa/siswi yang saling adu bacot tak mau kalah. Niat hati sang ketua untuk memberitahukan berita hot, malah kalah dengan mulut-mulut anak ayam dikelasnya.


Sementara Emma hanya diam memperhatikan. Terkadang dia tertawa mendengar lawakan teman sekelasnya.


"Langsung aja to the point." terdengar suara lantang salah satu murid cowo dengan nametag Gian Saputra.


"Nahh!"


"Gitu dong dengerinn noh."


"Guud teman gue tuh." goda Edo sambil merangkul Gian yg berakhir ditepis.


"Jadi gini, kalian tau gak senior kita yg bikin geng badas itu. Apa sih namanya lupa gue."


"Apaan? Pake geng-geng an segala."


"Bengbeng?" teriak Edo spontan.

__ADS_1


Plakk.


"Diem anjing." sahut siswi lain tak sabaran, tak ingin ketinggalan info.


"Bukan tapi apa ya, lupa ***."


"Aexentro?"


Degg.


Mendengar nama yang disebutkan Gian semua langsung diam dengan pikiran masing-masing.


"Benerkan? Kok mingkem lo semua? Tadi aja heboh bener."


Bagaimana tidak mereka bungkam. Aexentro adalah nama geng yang cukup terkenal disekolahan itu. Selain karena pengaruh yang cukup kuat, geng ini sendiri tidak akan segan memberi pelajaran untuk setiap orang yang mencari masalah dengan salah satu saja anggotanya.


Emma yang melihat teman-temannya seketika diampun bertanya. "Emang kenapa kok pada diem? Segitu nakutin?"


Ntah sengaja ataupun tidak, namun seisi kelas bahkan Gian sekalipun ikut mengiyakan perkataannya.


"Jadi ken-"


"Itu nama geng yang berpengaruh disini. Jangan asal nyebut ntar yang punya marah." balas Gian.


Hening 1 detik, 2 detik, 3 detik semuanya masih diam memikirkan nama geng tadi sampai.


Hahaha..


Terdengar suara tawa keras dari Gian sendiri. Yang tentu saja membuat mereka bertanya-tanya.


"Gausa tegang amat napa woi gue cuma becanda. Bukan gak boleh nyebut sih, intinya gue dapat kabar kalau mereka tuh udah masuk hari ini, dan itu nama geng mereka."


Semua murid didalam kelas mendengarkan dengan wajah cengo mereka.


"Anjir keduluan-an gue bangsad." ucap Andre tak terima.


Seharusnya dia yang mengabarkan berita geng tadi, niat hati ingin berbangga diri karena tau lebih awal kabar kedatangan mereka, malah ditikung babang Gian.


"Makanya! Lo kalau mau ngasih info gausa lama begok."


"Yaa ngambek cukk ahaha." terdengar tawa Edo dan yang lainnya.


Bersamaan dengan kepergian Andre, bel istirahat pun berbunyi menandakan bahwa jam pelajaran telah usai. Semua murid pergi menuju satu tempat untuk mengisi perut mereka, dimana lagi jika bukan kantin.


"Lo ikut gak kekantin? Sekalian liat para babang tamvan yg dicritain Gian tadi." ajak Jihan yang memang sudah sedikit akrab dengan Emma.


"Halah lo mah kencang amat kalau gituan, kuylah laper nih gue." cerocos Saras tiba-tiba.


"Yaudah yok, soalnya tadi pagi gue gak sempat makan."


"Okey let's go!! 7 babang tamvan dan mie ayam buk Rahmi we're coming!!" teriak Jihan sambil merangkul tangan Saras dan Emma.


Sementara mereka berdua hanya geleng-geleng kepala dan sesekali bercanda. Sesampainya di kantin Jihan dan Saras langsung memesan makanan dan minuman. Sementara Emma duduk menunggu pesanan dimeja yang sudah ditargetkan.


Emma sebenarnya tidak terlalu suka keramaian, dia jarang bahkan hampir sebulan ini tidak pernah kekantin. Karena dirinya yang selalu membawa bekal dari rumah.


"Rame bangett, gak terlalu buruk lah." gumamnya dalam hati.


Saat sedang melihat sekeliling, tanpa sengaja dirinya saling bersitatap sebentar dengan murid laki-laki yang tadi pagi dia tabrak. Merasa sedikit terganggu, Emma pun langsung memutus kontak mata secara sepihak.


"Liat apaan Em?" Sarah mencoba melihat kemana arah tatapan Emma namun tak tahu dimana.


"Gak, tadi cuma liat orang lewat aja."


Jihan yang matanya sangat jeli, seketika tersenyum-senyum sendiri. Melihat Jihan yang seperti itu Sarah pun bertanya. "Ngapa lo woi? kesambet nyai K?" tanyanya ngeri.


Menghiraukan pertanyaan Saras, Jihan langsung bertanya pada Emma. "Lo ada hubungan ya sama salah satu anggota inti Aexentro?" tanyanya dengan senyum menaruh curiga.


"Ajarin gue dong soalnya pengen hehe." sambungnya melas.


Emma yang saat itu sedang memakan mie ayam seketika berhenti. "Gue gak punya hubungan apapun sama mereka."


"Trus kenapa tadi saling tatapan? Hayoo ngaku?!" timpal Jihan tak mau kalah.


"Emang kalau tatapan berarti ada hubungan? Astaga Ji."


"Pelit lo, padahal sama temen sendiri."

__ADS_1


"Bukan pelit tapi emang nyatanya gak ada apa-apa." balas Emma sejujurnya risih dengan pertanyaan Jihan yang bertubi-tubi.


"Tapi gak biasanya anak Aexentro natap cewe lama kek tadi. Apalagi kan tuh-"


"Diem dulu Ji, kasih Emma kesempatan buat ngomong." Saras yang melihat percakapan keduanya yang tak habis-habis pun langsung mengeluarkan suara. Jihan pun terpaksa diam walau sudah teramat kepo yang ditahan.


Emma yang memang merasa tidak ada hubungan apa-apa dengan inti Aexentro, menceritakan jujur dari kejadian pagi tadi dia ketemu salah satu inti Aexentro yang bernama Rian.


Emma sudah diberitahu oleh keduanya siapa saja 7 anggota Aexentro yang mendominasi disekolah ini. Sarah dan Jihan yang mendengar kata-kata Emma pun ber-oh ria dan menggangguk.


"Jadi lo udah papasan fisik dong sama salah satu intinya. Gimana ganteng gak?" tanya Jihan semangat.


"Gue gak tau dia anggota inti ataupun yg berbau geng-geng an begituan." balas Emma cepat.


"Iya sih secara lo kan anak baru di Kota ini." timpal Saras kemudian meminum minumannya.


"Nah tuh tau."


"Heh! Lo belum jawab ganteng apa enggak?"


"Kalau menurut gue lumayan. Ramah trus murah senyum." Emma tersenyum sambil membayangkan kejadian tadi pagi.


"Arghh!! Gue pengen juga deh pura-pura nabrak, siapa tau aje yekan rejeki nomplok." Jihan berkhayal sambil bertumpu pada tangannya melihat keatas.


Emma dan Saras geleng-geleng kepala dengan haluan Jihan. "Lanjutin gih makannya, ntar bel masuk lagi." Saras menengahi.


Kemudian mereka bertiga pun lanjut makan sambil sesekali bercanda diiringi tawaan masing-masing.


....


Sementara dimeja inti Aexentro


Dimeja kantin yang berukuran cukup besar terdapat 7 orang anak laki-laki sedang bersantai.


"Liatin apaan lo fokus amat." tanya salah satu inti dengan nametag Felix Rafael Edison.


"Liatin cewe kayak bocah." celetuk


Rian tanpa sadar.


Dirinya masih belum sadar dengan apa yang barusan diucapkannya. Mendengar jawaban spontan dari temannya tadi malah membuat anggota yang lain terheran-heran.


"Pfftt ahaha gak usah ngelawak woi." terdengar gelak tawa salah seorang inti bernama Natan Jay Raymon yang mengundang tawaan anggota inti yang lain.


"Yang ngelawak siapa?" timpalnya tak terima.


"Yah elo! Emang yang mana sih cewenya? Gue mau tau." tanya Malvin kepo sambil melirik sekelilingnya.


"Noh." tunjuknya dengan dagu sambil melirik Emma dkk yg sedang memakan mie ayam dimeja yang tidak terlalu jauh dari mereka.


"Kayaknya anak baru tuh. Gue belum pernah liat." sambung anggota inti yang lain dengan nametag Carlos Cole Binson.


"Mungkin."


"Ngeri juga lo, sekali ngebet ngincar ade kelas."


"Sianying gue gak ngebet."


"Bacot lo."


"Serah."


Sementara Adriel, Carlos dan Dean hanya tertawa sedikit melihat percakapan mereka tanpa ingin menimpali.


"Udah lah males gue liat lo pada, gue duluan." Rian pergi seraya memasukkan tangannya kedalam kantung celana.


"Ngambek tu anak."


"Yok cabut." ucap ketua Aexentro dengan nametag Adriel Anthony Dimitri dan disusul yang lain.


Sementara dimeja lainnya, Emma dkk asyik bercengkrama tanpa mengetahui bahwa mereka baru saja menjadi pembicaraan dari para inti Aexentro.


                                   ***


Gimana lanjut?


__ADS_1


__ADS_2