AXELLA

AXELLA
8


__ADS_3

Tak berapa lama keduanyapun sampai disekolah. Dimana ketika mobil mewah Axella melewati pagar sekolah cukup mampu menarik perhatian seluruh murid disana.


Tak terkecuali 6 inti Aexentro yang tengah bersantai dimotor mereka sembari menunggu sang ketua datang.


"Keren bett anjay ck ck, pasti mahal." Natan berucap dengan mata berbinar.


"Mobil siapa? Lo pada tau?" tanya Malvin pada yang lain namun semua menggelengkan kepala.


"Tinggal nunggu keluar, ribet." Dean menimpali cuek.


"Kalau gitu, ngapain juga gue tanyak mas broo." Malvin membalas ucapan Dean, namun sang empu hanya menunjukkan raut wajah datar.


Sementara Axella didalam mobil memperhatikan sebentar melalui kaca hitam miliknya yg tak terlihat dari luar. (anggap aja kaca mobil Axella yg diatas hitam ya hehe).


Meneliti sekelilingnya yang membuat sang adik terheran, sampai terlihat sebuah papan nama sekolah.


"SMA Dharma Jaya." gumamnya pelan.


(Atau dalam bhs inggrisnya Dharma Jaya Senior High school.)


Tanpa menghiraukan pandangan orang yang seperti terkagum pada mobil mereka. Axella dan Emma pun beranjak keluar yg mana membuat semuanya terkejut.


"Emma." Rian berucap penuh arti.


Beberapa hari yang lalu dirinya juga menelpon Emma sekedar bertanya tentang kondisinya.


"Dede gemoii gue udah sehat, syukur deh." Natan ikut menimpali.


"Tuh cewe kemaren kan?" tanya Felix tiba-tiba.


"Iya udah pake seragam aja." sambung Carlos sedikit heran.


Rian sebenernya ingin sekali bertanya kepada Emma bagaimana kabarnya beberapa hari ini, walau sudah telponan tetap saja dia merasa belum puas. Namun dia gengsi didepan teman-temannya, mungkin takut diejek Natan seperti kejadian kemaren. Untuk itulah dia memilih melihat Emma dari jauh bersama inti yang lain.


"Takut gak?" tanya Axella pelan pada sang adik.


"Enggak kan ada kakak." balas Emma dengan menunjukan deretan giginya.


"Kalau gak ada?"


"Harus berani selagi kita gak salah, yakan kak?" tanya Emma mendongak kearah sang kakak.


Maklum dirinya sedikit lebih pendek dari gadis seusianya, mungkin sedada Axella.


"Of course bocil." ucap Axella sembari mengacak rambut Emma.


Tiba-tiba dari jauh terlihat seorang gadis berlari menuju Emma dan langsung memeluknya.


"Lo gapapa? Mana yg luka? Trus siapa yang nyelakain lo? Biar gue-"


"Gpp kok udah sembuh, kemaren cuma luka kecil aja." Emma memotong cepat perkataan Saras.


"Tapi kok lo izin sampai 3 hari sih, gue kira lo patah kaki atau tangan atau apalah." ujarnya dengan nafas sedikit lega.


Sementara Axella hanya diam mendengarkan keduanya.


"Gue gpp kok Saras sayang, i'm okey now."


"Kemaren tuh kak Xella gak ngasih ijin buat sekolah." curhatnya sambil sedikit memonyongkan bibir.


Saras yang mendengarpun seketika melihat kegadis disamping Emma.


"Wow cantik." Hal yang pertama Saras lihat dari gadis didepannya.


Memiliki mata yg tajam, bibir yg tidak terlalu tipis namun kelihatan sexy, hidung mancung, dengan alis dan bulu mata lentik.


Dan ya jangan lupakan tingginya yang sempurna dan kulit putihnya sama seperti Emma, namun lebih terkesan sedikit ala badgirl dengan tambahan piercing silver dihidung dan telinganya.


"Kenalin nih kakak gue, cakep kan kek gue." bangga Emma.


Saras pun tersadar dari lamunannya, dan menjulurkan tangan kanannya seperti salaman.


"Eh iya, kenalin kak Saras Widyanita sekelas Emma. Satu lagi ada kak cuman masih belum keliatan batang idungnya hehe." ucap Saras malu-malu.


"Axella Damaris Dominika, kakak Emma." ucapnya sembari tersenyum tipis.


Terdengar bel sekolah berbunyi, yang menandakan pelajaran pertama akan dimulai. Dikelasnya Emma sudah memulai pelajaran seperti biasa. Untuk matpel yang ketinggalan dia akan meminta Saras untuk membantu.


....

__ADS_1


Sementara diruang kls XI IPS 1


Terlihat seorang guru bersama seorang gadis disampingnya yang tak lain adalah Axella sendiri. Seperti yg kita tahu dia baru saja mendaftarkan dirinya 2 hari yg lalu.


"Ehem."


Terdengar suara deheman dari guru perempuan bernama Ranty Mariani yang membuat semua murid melihat kearah mereka.


"Idaman euyy." celetuk salah satu murid laki-laki disana.


"Wih anak baru." timpal yg lain.


"Ini bukannya cewe yang kemaren dikantin?"


"Kayaknya sih iya." balas yg lain.


"Cantik banget."


"Halah sokcan! Masih cantikan gue."


Terdengar banyak suara murid saling balas-membalas, Axella sendiri mendengar namun dia tak ambil pusing. Mungkin untuk saat ini.


"Perhatian semuanya!! Ibuk ingin mengenalkan salah satu murid baru dikelas kita hari ini, silahkan nak." pintanya pada Axella.


"Perkenalkan nama gue, maksudnya nama saya adalah Axella Damaris Dominika." ucapnya memperbaiki kata-katanya, tahan sedikit untuk sebentar saja harus formal bukan?


Usai memperkenalkan diri dikelas barunya, Axella pun memulai matpelnya yang pertama. Guru yang memberikan tugas tengah keluar sebentar mungkin ketoilet.


Pelajaran pun berlanjut hingga bel istirahat berbunyi. Saat ini Axella berada dikantin bersama Emma dan Saras. Sebenarnya Axella sudah duluan berada dikantin, kemudian disusul Emma dan Saras yang dari awal sudah mencarinya untuk mengajak makan.


"Kalian mau makan apa? Biar gue pesen." tanya Axella pada 2 gadis didepannya.


"Gausa kak, biar gue aja yg mesen." Saras menjawab cepat tak ingin membuat Axella repot.


"Udah gapapa."


"Tapi kak-"


"Gausa takut gue gak makan orang."


Axella meyakinkan Saras, sementara Emma hanya memperhatikan mereka dengan perut lapar. Dengan berat hati Saras pun mengalah.


"Ok deh kak."


"Aku nasgor sma teh-es kak." jawab Emma semangat.


"Kalau gue, soto ayam sama air hangat aja kak." Saras ikut menyebutkan pesanannya.


"Sip."


Axella pun ikut memesan makanan, tak lupa dirinya juga memesan nasgor dan jus alpukat. Walau mungkin campuran makanan dan minuman miliknya terkesan aneh. Tapi tenang saja dia juga akan meminum air putih.


Karena banyak yang memesan membuatnya harus menunggu lama, tak sabar Axella langsung bergerak. Dia segera mengambil 2 nampan berisi makanan yang tadi dipesan untuk dibawa kemeja mereka.


Tanpa dia sadari dibelakangnya ternyata ada laki-laki yang juga ingin memesan makanan. Laki-laki itu tersenyum tipis kearahnya. Adriel yang melihat Axella membawa 2 nampan dengan kesusahan pun seketika mengambil salah satunya, yang membuat Axella terkejut.


"Siapa yang-"


"Gue bantuin takutnya jatoh."


Adriel memotong kata-kata Axella yg saat ini tengah diam tak bergeming dari tempatnya, ntah apa yang dipikirkan gadis itu.


Merasa tak ada gerakan, Adriel menoleh. "Tunjukin tempatnya, kenapa diem?"


Axella tersentak dan menunjukkan Adriel meja mereka walau terlihat tak niat. "Thanks."


"Sama-sama-" Adriel melirik nametag dibajunya. "Axella Damaris Dominika."


"Ck kepo."


Adriel menarik sudut bibirnya hingga membentuk sedikit senyuman. "Biarin."


Dirinya sedikit senang ternyata gadis yang membantunya tempo hari mulai bersekolah disini. Kemudian Adriel memesan makanannya dan ikut duduk disamping Axella.


"Lo ngapa makan disini? Kayak gak ada tempat lain aja." tanya Axella kesal dengan laki-laki disampingnya.


"Kantin tempat makan jangan ribut." balasnya santai sambil memakan nasgor yg tadi dia pesan. Namun Axella hanya bersikap cuek tak menanggapi.


Sementara Saras dan Emma yang daritadi melihat pertengkaran mereka memilih diam sambil senyum-senyum.

__ADS_1


"Kenapa lo berdua?!" tanya Axella galak yang mendapat gelengan dan cengengesan dari mereka.


Adriel hanya diam memperhatikan gadis yang tengah kesal disampingnya. Lain hal dengan para inti Aexentro dimeja sebelah dekat mereka.


"Lah cukk itu sih Adriel kencang amat." celetuk Natan.


"Lo pengen Nes?" tanya Malvin.


"Nama gue Natan begok, bukan Nes."


"Lah gue pengennya Nes, NGENES kek elo." sambung Malvin sambil tertawa mengejek.


"Ah bacot gini-gini banyak cewe mau ngantri sama gue. Cuman sekarang lagi vakum. Soalnya kepincut sama Adriel semua, kalau gue kan yang kedua." balasnya sambil menurunkan alisnya bangga.


"Playboy cap kakap." Dean berucap sambil memainkan game diponselnya.


"Yoi masih gantengan gue juga". Carlos ikut menambahi sambil memakan mie ayam miliknya.


"Buli aja trossss." ujar Natan tak terima dengan teman-temannya.


"Sabar."


Felix mengucapkannya sedikit tertawa sambil memegang bahu Natan. Sementara Rian laki-laki itu diam sambil melirik kemeja sebelah.


"Gue kesana bentar." Rian membawa makanannya pindah kemeja yg saat ini tengah Adriel tempati.


"Lah malah ikutan cok." Natan teriak heboh yang tak dihiraukan oleh Rian.


"Biarin woi ngenesss lo." Malvin menimpali.


"Anjing lo sialan."


Para 5 inti pun kembali melanjutkan kegiatan makan mereka diselingi candaan dari Natan dan Malvin. Walau Natan lebih banyak menjadi korban ejekan mereka.


Sementara dimeja Axella, meja yg sama dengan meja yg Emma tempati. Rian berdiri tegak sambil memegang makanan nya.


"Boleh kan?" tanyanya pelan berharap.


Emma yang terkejut kedatangan Rian pun seketika mengangguk mengiyakan. "Boleh kak, duduk aja." Rian membalas sambil tersenyum.


"Wuiss rame nih, kalau aja ada Jihan pasti heboh tu anak." Saras mengeluarkan suaranya.


"Iya nih, eh btw lo tau gak kapan dia pulang? Udah lama galiat batang hidung tu anak." Emma bertanya mengingat salah satu temannya yg saat ini tengah diluar negeri.


"Belum pasti sih Em, tapi katanya sih beberapa hari lagi." Saras menjawab pertanyaan dari Emma dan diangguki oleh sang empu.


"Jadi gimana, udah mendingan gak sekarang? Atau masih ada yg sakit?" tanya Rian mengeluarkan unek-uneknya sejak pagi.


"Udah sembuh kok kak. Udah sehat banget malahan, soalnya yang rawat kan kak Cece."


"Kak Cece?" tanya Rian tak mengerti.


"Panggilan buat kak Xella." Emma membalas perlahan seraya tersenyum kearah Rian.


"Oh gitu, syukur deh gue ikutan lega." Rian mengusap pelan rambut Emma yg membuat sang pemilik merona.


"Ehem."


Terdengar bunyi deheman dari sang kakak yang membuat Rian kalang kabut.


"Maaf."


Merekapun makan dalam diam untuk beberapa menit sampai Adriel mengeluarkan suara.


"Jadi lo kakak kandung Emma?" tanya Adriel pada Axella yang sepertinya tidak ditanggapi dan tidak berniat untuk menjawab.


"Lo-" belum sempat Adriel bertanya lagi. Emma mengeluarkan suaranya.


"Iya kak, kak Axella kakak kandung gue."


Adriel terlihat tertegun sebentar.


"Cuman kemaren lagi jauh aja makanya gak keliatan hehe." sambung Emma sambil menunjukkan deretan giginya yang terlihat manis dimata Rian.


"Pantes sama-sama cantik." ucap Adriel seraya melirik kearah Axella.


"Basi."


"Emang makanan?" tanya Adriel santai sementara Axella sudah memutar bola matanya malas.

__ADS_1


Sangat melelahkan berdebat dengan lelaki ini, dia selalu saja mencari cara untuk berbicara dengan Axella.


                                   ***


__ADS_2