Badai Pernikahan Suci

Badai Pernikahan Suci
pekerjaan baru


__ADS_3

Sudah hampir 2 jam Suci berjalan mencari lowongan pekerjaan. panasnya terik matahari tak membuatnya putus asa. Kulitnya yang putih mulai berubah kecoklatan karena terpaan sang surya.


Tidak ada cara lain, dia harus berusaha, dia tak boleh putus asa. Dia tak mau menyerah dengan keadaan. Biarlah semua masalahnya mengalir bak sungai yang lambat laun akan menemui hilir juga.


Suci memakai rok plisket berwarna merah hati dan kemeja putih, tak lupa jilbab segitiga jua selalu menutupi mahkotanya.


Umurnya yang telah menginjak kepala 3 tak membuatnya seperti emak-emak pada umumnya. menjadi istri orang kaya tentu membuatnya selalu merawat diri. Hampir tiap bulan Adi membawanya ke salon kecantikan untuk perawatan.


Di ujung jalan Suci melihat sebuah rumah makan yang begitu ramai. Di depan rumah makan itu tertempel banner yang cukup besar dan di situ tertuliskan. "LOWONGAN KERJA SEBAGAI PELAYAN"


Tanpa banyak berfikir Suci mendatangi rumah makan itu. Dia berjalan menghampiri salah satu pelayan di sana. Rumah makan itu Lumayan besar, hampir semua meja penuh dengan pelangan.


"Permisi mbak" Suci menyela salah satu pelayan disaat pelayan itu sibuk melayani para penfunjung.


"Iya mbak, ada yang bisa saya bantu." pelayan wanita itu tersenyum walaupun pekerjaannya terganggu.


"Di depan saya baca ada lowongan pekerjaan di sini. Apakah lowongan pekerjaan itu masih ada mbak?" Tanya Suci pada pelayan yang bertubuh mungil itu.


"Oh iya masih ada mbak."


"Saya boleh kan melamar kerja di sini?."


"Tentu saja boleh mbak, mbak pergi saja ke pak Yudha. Jam segini orangnya biasanya di ruang kerja." Jelas pelayan itu kepada Suci.


"Ruang kerjanya dimana ya mbak?"


"Mbak jalan lurus aja ke kiri, nanti ada ruangan kerja pak Yudha disebelah musholla."


"Oh ya. Terimah kasih banyak ya mbak."


"Sama-sama mbak."


Suci berjalan sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh pelayan tadi. Sesampainya di depan ruangan, Suci mengetuk pintu dan memberi salam.


tok...tok..tok... "Assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam... masuk."


Suci membuka pintu yang tetbuat dari kaca dengan pelan.

__ADS_1


Seorang Laki-laki berwajah tampan menjawab salamnya. Rambutnya disisir dengan rabi, matanya sedikit berwarna coklat, hidungnya sangat mancung, dan bibirnya sangat tipis bak bibir Leonardo dicaprio. Kulitnya berwarna agak kecoklatan, tapi tubuhnya, tubuhnya begitu atletis.


Suci hampir tak percaya kenapa orang seperti dia mengelola rumah makan.


"Silahkan duduk!." Kata Yudha kepada Suci.


"Nama saya Suci pak, saya mau melamar kerja di sini sebagai pelayan. Saya baca ada lowongan kerja di depan." Kata Suci tanpa basa-basi.


"Suci." Yudha berkata sambil memperhatikan wajah Suci lekat-lekat. cantik dan elegan, dari pertama lihat Yudha tahu dia bukan wanita sembarangan. "Bawa surat lamaran kerja?." Tanya Yudha pada Suci.


"Surat lamaran kerja?" Tanya Suci hampir tak percaya. Sebuah Rumah makan harus melampirkan surat lamaran pekerjaan untuk memjadi pelayan. "Saya tidak bawa pak. Saya pikir.."


Yudha memutus pembicaraan Suci. "Kamu pikir apa? Kamu pikir gak perlu membawa surat Lamaran kerja gitu untuk menjadi pelayan di sini." Yudha bisa menebak pikiran Suci. "Tak bawa surat lamaran kerja. Tak mungkin bisa kerja di rumah makan saya."


Deg, Jantung Suci berdetak lebih kencang. "Tolong pak Yudha, ijinkan saya untuk bekerja di sini. Saya sangat membutuhkan pekerjaan ini. Surat lamaran kerjanya akan saya serahkan besok. Saya janji." Suci merengek. "Saya tidak tahu jika harus membawa lamaran kerja. Tolong pak Yudha." sekali lagi rengek Suci pada pemuda tampan itu.


"Apa yang bisa kamu lakukan?". Tanya Yudha pada Suci. Dia melihat keseriusan di wajah Suci.


"Saya bisa mengerjakan apapun."


"apapun?" Tanya Yudha tak percaya


"Tentu. Saya bisa masak, nyuci piring dan pekerjaan lainnya." Jelas Suci.


Suci tersipu malu, selama menjadi istri Adi nugraha Suci tak pernah berintreaksi dengan pria selain suaminya. Bahkan dia hanya mendengar pujian cantik dari suaminya saja.


"Tidak pak. Saya bisa melakuakn semua pekerjaan rumah tangga, kalau bapak tidak percaya, bapak boleh mengetes pekerjaan saya untuk satu hari. Setelah itu kalau Pak Yudha tak suka dengan kerja saya, Pak Yudha boleh tidak memperkejakan saya."


"Ok. Baiklah jika itu yang kamu mau." Yudha memperhatikan Suci. Hampir-hampir saja terpesona dengan kecantikan dan kesopanannya. "Berapa usiamu?"


"31 tahun pak?"


"Serius?" Yudha hampir tak percaya, wajahnya masih terlihat begitu muda. "Aku kira masih berumur 23 tahun." Kata Yudha seraya mengeryitkan dahinya.


Mendengar perkataan Yudha, Suci hanya terdiam. Wajahnya datar tanpa mengekspresikan apapun.


######


Rumah makan tutup sekitar pukul 8 malam. Sebelum pulang, semua karyawan berkumpul di ruang ganti. Termasuk salah satunya Suci.

__ADS_1


Hari itu Suci bekerja dengan sungguh-sungguh, dia melakukan pekerjaan dengan cekatan. Dia pun tak enggan untuk membantu pekerjaan lain jika pekerjaannya sedang santai.


"Pak Yudha menyuruh kalian semua berkumpul di depan sebelum pulang." Seorang pegawai yang bertugas sebagai asisten Yudha menyampaikan pesan kepada para pekerja.


Ada sekitar 10 pegawai di situ, 1 orang chef, 3 orang asisten chef, 2 orang pelayan, 1 cleaning servis, 1 buruh pencuci piring, 1 kasir dan 1 asisten Yudha.


Selesai ganti baju seluruh pegawai berkumpul di depan kasir. para pegawai saling bisik, apakah hari ini ada kesalahan atau ada gaji bonusan. Karena memang biasanya mereka dikumpulkan jika salah satu dari mereka melakukan kesalahan.


"Oke semuanya sudah berkumpul." Kata Yudha dengan suara lantang.


"Sudah pak.." Suru para pegawai


"Di sini saya gak akan bicara banyak terlalu banyak. Saya mau menyampaikan bahwa akan ada teman baru buat kalian." Yudha melirik Suci.


Para pegawai sudah bisa menebak siapa yang dimaksud bos nya.


"Dia sudah berhasil membuat saya kagum dengan pekerjaan uji cobanya. Jadi ya... saya menerima Suci untuk bekerja di sini."'


Suci tersenyum senang mendengar kata-kata Yudha. Akhirnya dia mendapatkan kerja dan tak perlu khawatir lagi dengan masalah keuangan.


"Kalian sudah berkenalan dengannya?."


"Sudah pak Yud.." Jawab para pegawai serentak.


"Ok. Baguslah kalau begitu. Saya harap kalian tetap bisa menjadi tim yang solid dan bersatu. Ok. cukup itu saja yang perlu saya sampaikan." Yudha terdiam sejenak. "Sekarang kalian semua boleh pulang."


"Baik pak." Jawab para pegawai sebelum membubarkan diri.


Yudha berjalan dengan cepat menuju parkiran, hari ini dia ada janji dengan teman-temannya untuk nonton bola bareng.


Dengan cepat Suci mengejar Yudha, tidak ada niat apapun. Dia hanya berniat mengucapkan terimah kasih pada Yudha.


"Tunggu pak Yudha.." Suci memanggil Yudha dari jarak 20 meter.


Yudha sudah membuka pintu mobilnya, tapi ia tutup kembali usai melihat Suci yang berlari ke arahnya.


"Ada apa?."


"Terimah kasih banyak pak," Suara Suci terdengar ngos-ngosan. "Sudah mengijinkan saya untuk bekerja di rumah makan bapak."

__ADS_1


"oh..., Biasa aja lah.. itu kan karena kamu yang kerja dengan sungguh-sungguh. Dan saya suka dengan orang yang cekatan seperti kerjamu tadi."


Yudha kembali membuka pintu mobilnya, dan dengan segera masuk ke dalam mobil berwarna merah milknya.


__ADS_2