Badboy VS Gadis Bercadar

Badboy VS Gadis Bercadar
[12] Arsaj Yang Menjadi Kambing Hitam


__ADS_3

"jangan pernah berbohong.


Karena kebohongan tidak ada yang berbuah manis"


Disana juga ada Arsaj ,Reno dan laki" satu lagi.


Tapi entahlah ,Qisi tak mengenal laki" satu nya itu. Sepertinya dia juga dari Korea. Karena dandannya yang juga seperti Arsaj dan Reno.


Qisi pun hanya memberikan kado kepada Arsaj dan memberikan ucapan selamat ulang tahun kepadanya.


Dan Arsaj hanya membalasnya dengan ucapan terima kasih.


⛔⛔⛔


Qisi hanya duduk di salah satu kursi di pojok depan. Ia hanya bingung dan menundukkan kepalanya. Hendak melakukan apa juga dia nggak ngerti mau apa.


Suasa disini sangat tidak ia sukai. Rasanya ia ingin pulang saja.


Mau kemanapun ia ditempat ini rasanya sungguh membingungkan.


Bukan karena apapun. Setengah ruangan di rumah Arsaj ini sudah ditelusuri Qisi agar lebih nyaman saja. Daripada melihat pemandangan bebas macam sekarang ini.


Namun setiap ruangan yang ia masuki. Malahan hal diluar nalar semakin menjadi.


Lebih baik melihat ubin yang dibalut karpet ini. Dan berdiam disini.


Daripada masuk keruangan dan melihat orang bermesraan lagi. Dan melakukan hal tidak senonoh lagi. Astaghfirullah.


Ah sudah cukup Qisi tak kuat mengingat hal itu.


Tiba tiba Qisi melihat sepasang sepatu tepat berhenti didepan dia.


Qisi pun reflek mendongak an kepalanya.


Dan bertemulah antara mata biru safir milik Qisi dan mata dengan retina hitam pekat milik Arsaj.


"Selalu pakai yang warna itu saja!" -batin Arsaj.


"Masya Allah, sungguh dia ini tampan. Namun apa dia sedang berdandan ?" -batin Qisi


"Itu pakai maskara? Atau asli? Kok lentik" -A


"Bibir dia? Merah? Apa pakai perwarna? Em seperti yang disebutkan teman teman. Lipstik? Dia memakai itu? Tapi dia laki laki kan? Bukan kah itu biasanya dipakai perempuan?" -Q


"Dari alis sama mata sih ga keliatan jeleknya. Malahan udah keliatan cakepnya. Tapi ga tau deh bagian lainnya. Hidungnya juga kayaknya mancung deh."-A


"Pewarna yang dimatanya? Di juga memakai nya? . Em nama sebutan nya apa ya? astaghfirullah soal make up, memang aku sangat kurang tau. Padahal Syifa yang suka make up pernah memberi tahu ku namanya dan mengajarinya." -Q


"Apa dia dari kalangan idol? Atau artis? Atau apa itu. Karena banyak orang dia ga mau ketahuan gitu jadi nutup nutupin. Tapi waktu dirumahnya dia juga mau buka?" -A


"Anting yang dipakainya? Itu bukan tempelan. Namun tindikan. Astaghfirullah halazim . Bagai mana bisa dia melakukannya" -Q


"Ah sepertinya dia penyanyi. Suara dia bagus saat menyanyi waktu itu. Tapi entahlah itu lagu jenis apa. Aku kurang paham. Apa itu salah satu bahasa di Indonesia?" -A


"Padahal waktu ke rumah dia sudah tampan tanpa dia berdandan macam sekarang. Kenapa harus berdandan semacam ini" -Q


"Terlalu terkenal pasti ga? Buktinya gue ga pernah denger penyanyi yang namanya kek dia?. Tapi dandanannya udah kayak penyanyi terkenal seluruh dunia" - A


"Dan satu lagi soal rambut? Kenapa itu? Bukankah waktu kemarin warnanya kuning ke emasan? Kenapa ini jadi biru? Apa kalau orang luar negeri rambutnya bisa diubah ubah? Atau itu di diwarnain?" -Q


"Sedikit kepo sama wajahnya sih? Masak ga boleh gitu buka kainnya itu. Eh tapi apa yang gue pikirin sekarang?" -A


"Kulitnya putih ber--


"Astaghfirullah." Qisi langsung memalingkan wajahnya.


"Astaghfirullah halazim. Apa yang barusan saya lakukan. Itu sangat salah. Ya Allah ampunilah hamba"


Arsaj. Hanya diam sambil alisnya yang ditautkan!. "Sudah biasa."


"Hem ehem hem. Itu bokap Lo manggil. Katanya disuruh cepat kesana"


"Ah iya, terimakasih" jawab Qisi lalu berdiri dan berjalan.


Tak lama Qisi langsung membalikkan badan dan menabrak dada bidang Arsaj. Karena terkejut Qisi hendak jatuh namun dengan refleknya Arsaj memegangi nya.


Balasan Qisi sangat buruk menurut Arsaj. Kata Arsaj

__ADS_1


"Apa kalian tau orang yang ga tau terima kasih atas bantuan orang lain?. Ini gue beri contoh. Kalian cukup liat balasan Qisi sekarang.


Qisi langsung mendorong Arsaj sampai Arsaj mudur beberapa langkah. Bahkan sampai dirinya  hendak terjungkal kebelakang.


"Sudah liat kan? Sungguh miris orang jaman sekarang"


"Astaghfirullah. Maaf . Saya tidak tau kalau kamu di belakang saya"


"Kalau setidaknya nggak bisa ngomong makasih. Cukup diam saja. Tanpa ngedorong gue. Gue cuma bantu biar Lo ga jatuh. Bukan nyari kesempatan! ternyata pikiran Lo kotor juga ya. gue ga nyangka loh"


"Ah maaf. Itu tadi hanya reflek saya saat orang lain menyentuh saya. Makasih atas bantuannya."


"Haish. Ga butuh ucapan makasih Lo. Udah basi. Dan ga usah sok sok an ga mau disentuh gitu deh. Lo jadi cewek ribet amat. "


"Maaf.


Tapi saya mau tanya bokap yang kamu maksud tadi siapa?"


"Ya bokap lo. Em kalo ga salah bukankah itu bahasa Indonesianya ayah em or bapak gitu?"


"Oh Abi yang kamu maksud. Em Abi saya dimana?"


"Disana itu"


"Oh Terimakasih"


"Hm"


Qisi berjalan ke arah abinya. Dan Arsaj. Hanya mengekori Qisi.


"Assalamualaikum " salam Qisi waktu sampai


"Wa'alikumsalam " jawab serentak abi& uminya Qisi. Serta Daddy & mommy Arsaj.


"Em Abi, ada apa memanggil Qisi"


"Ah ini. Mumpung ada nak Arsaj juga.


Rencananya om Thomas mau membahas tentang perjodohan kalian. Kalo bisa sekarang juga dilakukan pertunangan. Semua udah disiapkan oleh om Thomas dan istrinya. Jadi beberapa bulan lagi dilakukan pernikahan. Bukankah tidak baik menunda nunda"  Jelas Abi Qisi menerangkan sambil tersenyum.


"Tidak Abi"


"Anniyo appa!"


Jawab serempak Qisi dan Arsaj.


Seketika orang tua mereka melihat kelakuan anaknya.


Terutama Qisi, sebelumnya Qisi belum pernah menolak pernyataan abinya. Namun sekarang?.


"Em maaf Abi. Bukannya Qisi menentang dan tidak menghormati keputusan Abi. Namun Qisi dan Arsaj tidak bisa dijodohkan." -Qisi


"Daddy come on.


Jangan lakukan hal konyol dihari spesial ku. Apa kau mau merusak moodku dihari ini. Cukup pernyataan Daddy yang mau menjodohkan Arsaj sama dia di hari pertama Arsaj ke indo, So untuk hari ini Arsaj mohon jangan lakukan hal itu." -Arsaj


"Ada apa dengan putri Abi ini? Kenapa kamu seolah tau bahwa kamu tidak akan berjodoh dengan nak Arsaj? Apa ada masalah?"-Abi


"Tidak , bukan begitu Abi. Tapi ada hal yang memang membuat kami tidak boleh dijodohkan" - Qisi


"Apa?" Tanya appanya Arsaj


"Saya tidak berani mengatakannya. Silakan tanyakan pada Arsaj saja" jawab Qisi dengan setengah ragu. Ia melirik Arsaj sekilas lalu menundukkan kepalanya.


"Ha??" Arsaj yang disebut Qisi malah bingung sendiri. Ia tidak tau yang dimaksud Qisi.


"Ada apa Arsaj. Alasan apa yang kamu katakan pada Qisi agar dia menolak perjodohan ini? Berikan alasan logis. Bukan seperti yang sebelumnya" tegas  Daddy Arsaj dengan nada sedikit ketus. Ia tau pasti Arsaj mengancam atau berbicara apapun itu yang buruk kepada Qisi.


"Aku juga tidak paham yang ia maksud Daddy!


Yaa!!! Apa maksudmu ha. Jangan mengkambing hitamkan gue?"


"Reno sudah menceritakan semua masalah yang kamu punya kepadaku. Jadi memang benar kita tidak boleh dijodohkan"


"Masalah yang kamu maksud?"


"Maaf aku tidak bisa mengatakan nya. Karena itu masalah kamu, kenapa bukan kamu yang menceritakan nya"

__ADS_1


"Arsaj. Masalah apa yang kamu punya sampai Qisi yakin untuk membatalkan perjodohan ini. Apa yang kamu lakukan"


"Arsaj tidak tau Daddy. Arsaj tidak tau yang dimaksud gadis aneh ini. Sungguh."


"Apa kau mengancam agar membunuhnya?"


"MWOO??? apa Daddy serius mengatakan hal itu!"


Jawab tegas Arsaj. Apa yang dipikirkan Daddynya ini. Tidak mungkin Arsaj akan memikirkan cara itu. Bukan bukan tapi ga terbesit sedikit pun. Meskipun Arsaj terlihat bar bar namun Arsaj ini sebenarnya orang yang baik dan ramah. Tanya saja sama semua orang yang benar benar dekat dengannya.


"Lalu"


"Entah. Tanya kan saja pada cewek aneh ini. Ya! kau paboya girl. katakan apa yang kau maksud. jangan mengkambing hitamkan kan aku. kau lihat sampai daddyku menuduhku dengan hal yang tidak tidak" jawab Arsaj sambil melirik tajam Qisi.


"Qisi sebenarnya apa masalah?"


"Maaf om tapi saya sudah berjanji tidak akan mengatakan nya"


"Apa dia mengacammu"


"Tidak"


"Apa dia mengganggu mu?"


"Tidak"


"Apa dia berbuat yang tidak baik kepadamu?"


"Tidak"


"apa mengaku mempunyai wanita lain yang ingin dia nikahi?" sekat mommy arsaj.


Qisi tidak menjawab. Ia hanya mendongakkan kepalanya. Tanpa berbicara sepatah kata pun.


Abi Qisi yang mengerti pun hanya tersenyum.


"Nak Arsaj. Sebelumnya jika nak Arsaj sudah punya wanita yang ingin nak Arsaj nikahi bilang saja kepada Daddy nak Arsaj."


Arsaj sedikit heran. Alasan ini manjur pada dia?. Bukankah dia tadi masih kekeh dengan perjodohan ini? Sungguh bermuka dua sekali.


Mungkin dia hanya ingin agar Arsaj memohon mohon sehingga tadi menolak alasan Arsaj. Sungguh Arsaj sangat benci dengan yang semacam ini. Sungguh sangat mendrama sekali. Kenapa ga main drama sekalian. Bakal naik daun tuh.


"Ah jadi alasan itu yang dia maksud"


"Dan Qisi apa hanya dengan alasan itu jadi kau membatalkan nya nak?


Hanya karena alasan itu?"


Qisi langsung menggelengkan kepalanya.


Semua pun terkejut. Khususnya Arsaj.


Demi apa! Aigoo... ada alasan lain? Arsaj tadi hanya mengatakan alasan itu saja serius!. Namun ada apa dengan wanita aneh ini. Sungguh sepertinya alasan yang kali ini bakal buruk aja. Entah kenapa udah kecium gitu baunya. Kalo iya awas aja, Arsaj bakal beri perhitungan ke dia.


"Apa?"


"Apa Arsaj memberi alasan bahwa wanita itu hamil dan Arsaj yang menghamilinya" -sekak eomma Arsaj.


.......


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


assalamualaikum readers.


mohon beri like ya. hanya sebagai penyemangat penulis aja dan bentuk dukungan🙂.


silakan tanya apapun.


atau mau memperbaiki kata yang kurang tepat juga bisa.


udah gitu aja .


semangat puasa romadhon nya.


wassalamu'alaikum


Ig Milka quincy

__ADS_1


__ADS_2