Badboy VS Gadis Bercadar

Badboy VS Gadis Bercadar
[14] Khitbah atau Ta 'aruf Dulu Nih?


__ADS_3

"Gue ngehamilin cewek lain"


Seketika Ando ketewa saat mendengar perkataan Arsaj. Namun si Reno.....


Arsaj semula ga ngeliat Reno langsung liat Reno. Dia diem. Kaget. Dan keringetan banyak. Dia juga gugup dan ga berani liat Arsaj. Pertanda bahwa dia sedang menyembunyikan sesuatu.


"Emmm baru gue tau ternyata biang keladi nya temen gue sendiri" sindir Arsaj


Eps 14


"Jangan main dengan perasaan. Karena Allah dengan sangat mudah membolak balik an perasaan seseorang" -MQI


Reno kaget dengan sindiran Arsaj yang menohok hati. Ngak nggak gitu maksud Reno. Reno hanya mau bantuin Arsa aja, bukan mau niat jelek seriusan.


"Ah, bukan bukan gitu, gu- gue cuma mau bantu Lo aja, gu- gue ga niat je-jelek kok , se-serius sum-sumpah gue ga bohong, demi apa pun gue ga bohong. Lo harus percaya sama gue" ucap Reno tergagap gagap sambil mengangkat tangan dan jarinya membentuk peace. Dan jangan lupakan muka yang konyol itu.


Melihat tingkah konyol dari Reno itu. Ando dan Arsaj langsung ketawa terbahak bahak ga berhenti berhenti. Sampai sampai Arsaj memegangi perutnya sakit ga kuatnya ngakak terus akibat ulah Reno.


Reno yang di tertawain cuma bingung dan ketawa receh aja. Bingung kenapa ada apa dengan mereka. Apa yang lucu? Reno ga paham apapun coba. Dia lagi jujur dan takut, dia takut Arsaj marah dan salah paham dengan dirinya.


"Tenang no tenang aja, gue percaya sama Lo kok, gue tau Lo ngelakuin hal kayak gitu tadi cuma mau bantu gue buat batalin perjodohan gue. Gue yakin ga akan sahabat gue ini ngejatohin gue." Ucap Arsaj diselingi dengan tawa.


"Makasih udah percaya sama gue. Sedikit terharu gue jadinya. Dan maafin gue deh, Kayaknya malah bikin masalahnya jadi ga karuan ya?. Eh tapi apa yang kalian ketawain tadi?"


"Santai , ga papa kok. Ga masalah , nanti gue urus sendiri. Kan ini masalah gue. Gue jadi cowok harus bisa nyelesain masalah gue sendiri dong" jawab mantap Arsaj. Dan dibalas dengan dercak kagum dari Ando dan Reno.


"Mau tau yang lucu apa nih Hyung? Coba nanti liat cctv. Bagian dimana Hyung kaget pas disindir sama Arsaj Hyung. Ditambah part pas Hyung jelasin ke Arsaj Hyung. Dijamin bagus banget tuh moment nya" Goda Ando sambil ketawa ga ada hentinya lagi.


"Wahhh jadi kalian berdua tadi ngetawain gue, padahal tadi posisinya gue lagi takut , kalian malahan ketawa terbahak bahak kayak gitu. Begini begini gue ini lebih tua dari kalian. Bisa bisanya kalian ngetawain gue, Ga sopan tau!"


Setelah mendengar perkataan Reno tadi. Malah mereka semua ketawa lagi. Reno pun malah ikut ketawa.


Persahabatan yang menyenangkan.


πŸƒπŸƒπŸƒ

__ADS_1


Pukul sebelas malam acara Arsaj sudah selesai. Semua tamu tamu undangan dan media sudah bubar. Dan disini cuma ada Qisi dan keluarga, orang tua dan kakek nenek Arsaj, Arsaj dan kedua sahabatnya.


Setelah acara selesai. Arsaj yang ada dikamarnya bersama Ando dan Reno dipanggil pelayan. Katanya Arsaj dipanggil Daddy nya untuk keruang keluarga.


Saat sampai disana, ruang keluarga yang tadinya biasa saja menurut Arsaj sudah disulap jadi megah. Malah lebih megah dari ulang taun Arsaj.


Disana sudah ada orang tua Arsaj, nenek dan kakek Arsaj dan juga tak ketinggalan Qisi beserta orang tuanya.


"Arsaj kemari" panggil Daddy Arsaj.


Arsaj pun malah memilih duduk di sebelah nenek dan kakeknya.


Sedangkan Reno dan Ando yang tadi mengekori Arsaj hanya diam dan duduk di sofa kosong.


"Baiklah mumpung disini sudah kumpul anggota keluarga Qisi dan Arsaj juga sudah ada disini mari kita mulai acara pertunangannya." Ucap Daddy Arsaj memulai tanpa basa basi.


"Bukan acara pertunangan tapi khitbah saja. Lebih baik seperti itu saja penyebutan nya" balas Abi Qisi.


"Oh maaf , iya acara khitbah nya. Antara nak Qisi dengan Arsaj"


"Maaf sebelumnya. Biarkan langsung proses khitbah saja. Proses pengenalan setelah khitbah atau setelah sudah menikah saja. Tidak baik menunda menunda pernikahan. Pernikahan ini memang harus segera terjadi. Bukankah begitu?" penjelasan dengan mantap dan tanpa ragu.


Arsaj kaget dengan ucapan itu. Itu bukan dari Daddy dan Mommy Arsaj. Tapi dari halmeoninya Arsaj. Dari kemarin Arsaj bingung kenapa halmeoni seperti mendukung orang tuanya. Sekarang malah lebih parah. Entah lah apa itu khitbah atau ta'aruf. Intinya halmeoninya ingin Arsaj segera melaksanakan pernikahan dengan Qisi. Ini aneh sekali.


"Halmeoni ada apa denganmu, kenapa halmeoni mendukung Daddy dan Mommy. Padahal Arsaj sempat memikirkan jalan bahwa halmeoni yang dapat membatalkannya"-batin Arsaj


"Halmeoniiiii" rengek Arsaj.


"Sudahlah kau diam saja, jangan merengek pada halmeoni mu. Dia takkan terpengaruh sama sekali" sentak Mommy Arsaj


"Maaf , bukankah sebaiknya proses ta'aruf dulu. Supaya mereka sedikit mengenal calon pasangan mereka masing masing" ujar Abi Qisi.


"Em begini saja sekarang biarkan Arsaj dan Qisi saling bertanya tentang hal masing masing supaya sedikit saling mengenal." Tengah Daddy Arsaj.


"Benar.

__ADS_1


Mari sebelum memulai kita membaca alfatihah terlebih dahulu agar lebih membawa hasil yang memuaskan. Bismillahirrahmanirrahim. Al Fatihah" -abi Qisi


Semua berdoa. Kecuali halmeoni dan hal abeoji Arsaj. Arsaj serta Ando dan Reno.


"Aamiin..


Mari nak Arsaj dan Qisi saling bertanya tentang apa yang ingin diketahui"


Qisi dan Arsaj sama sama diam. Tidak ada yang hendak mendahului bertanya. Hingga Daddy Arsaj berdehem dan menyuruh Arsaj mendahului memberi pertanyaan, karena dia cowok jadi wajib mendahului nya.


Arsaj sungguh kesal. Dia tak mau tau sesuatu tentang Qisi, bahkan sedikit pun tidak minat. Arsaj capek. Semua keluarga nya menyuruhnya segera menikah dengan Qisi. Terutama halmeoni dan hal abeoji nya yang malah tak membelanya sama sekali.


Arsaj berdiri dari tempat duduknya. Sudah cukup. Arsaj capek. Jika mereka ingin melaksanakan ya sudah. Laksanakan saja. Tapi untuk acara acara seperti ini Arsaj sedang tidak mood.


"Ehem... Baiklah. Begini jika kalian ingin melaksanakan pernikahan. Maka laksanakan saja. Arsaj nggak perlu dan nggak ingin bertanya apapun tentang dia. Mari kita sudahi acara ini. Dan kalian saja yang membahas masalah pernikahannya. Karena memang Arsaj disini cuma harus menurut kan apa kemauan kalian kan?" Ucap Arsaj.


"Arsaj!!" Sentak hal abeoji nya yang sedari tadi diam. Namun dia tak bisa melihat kelakuan Arsaj yang tidak sopan ini.


"Duduk dan laksanakan apa yang perlu dilakukan. Apa kau tidak punya sopan santun seperti itu? apa hal aboeji pernah mengajarimu seperti itu?" Suruh hal abeoji nya.


"Arsaj sudah diam dan menurut untuk mau melakukan perjodohan. Dan Arsaj juga sudah mau melaksanakan apa yang kalian minta. Lalu apa lagi?. Sudah cukup dengan acara perjodohan. Tidak perlu dengan permasalahan tentang taruf atau khibah. ah nggak tau apalah itu. Sekarang mood ku sedang tidak baik. Mari secepatnya mensudahi hal ini. Arsah sudah capek dan ingin segera istirahat."


" Oke baiklah. Mari laksanakan saja khitbah nya. Sekarang kamu serahkan saja cincin itu kepada Qisi dan kamu boleh pergi. Kami akan mengurus masalah pernikahannya." Sela halmeoni Arsaj.


Arsaj pun mengambil kotak cincin itu dan berjalan ke Qisi dan menyodorkan cincin itu. Setelah itu pergi.


Reno dan Ando pun tak enak dengan sikap Arsaj. Mereka pun izin untuk keluar.


Setelah Arsaj dan kedua sahabatnya keluar. Daddy dan Mommy Arsaj meminta maaf kepada keluarga Qisi.


"Sungguh maaf kan atas sikap Arsaj. Sebenarnya Arsaj anak yang baik. Mungkin dia sedangΒ  kondisi yang tidak baik" ucap Daddy Arsaj yang ditanggapi dengan senyuman Abi Qisi.


"Baik kita pilih saja waktu yang tepat untuk melaksanakannya kapan" sekat Mommy Arsaj.


πŸƒπŸƒπŸƒ

__ADS_1


__ADS_2