
Assalamualaikum semua????? Cuma mau ingetin jangan lupa di vote nya. Harus vote dulu sebelum baca Jan lupa like juga. Komen juga boleh.
Wassalamu'alaikum.
🌹🌹🌹
3 hari ini sungguh mengesalkan bagi Arsaj. Ia terus terusan disuruh bangun pagi lalu belajar menghafal surat Ar Rahman dengan Qisi. Ya kali 3 hari ini dari pagi sampai sore hanya belajar semacam ini. Dan asal kalian tau ini bukan menghafal tapi belajar membaca a ba ta. Belum juga belajar harokat, panjang pendek dan perencilan lainnya lah.
Oke kata Qisi gini. Bentar ya Arsaj peraktekan.
Ehem ehem.
"Kalo kamu mau menghafal surat Ar Rahman , belajar dulu dasarannya. Seperti cara membaca Al Qur'an , panjang dan pendeknya. Kalo dasaran kamu belum bisa maka kamu belum bisa membacanya apalagi menghafalkannya"
Kurang lebih seperti itu.
Ya elah tinggal baca tulisan latinnya lalu dihafal udah kan. Emang bener ya kata pepatah yang mengatakan bahwa "emang perempuan itu ribet".
Dia bilang salah karena nanti Arsaj ga tau panjang pendeknya. Dimana berhenti nya , ga tau ini nyalah ga tau itunya lah. Dan bla bla bla bla bla.
Ah sudahlah , Arsaj sangat muak. Oke dia sudah menyerah menghafal surat Ar Rahman. Mari kita akhiri saja perang dengan surat Ar Rahman ini. Apa apaanlah ,ini susah sekali akibat Qisi malah ikut campur.
Bagaimana kalo Arsaj mengganti dengan lagu saja? Ia bakal menciptakan lagu untuk Qisi sebagai mahar. Bukankah akan sama saja?.
Menciptakan dan menghafal lagu dengan bahasa yang kita mengerti jauh lebih mudah dari pada harus menghafalkan dengan bahasa asing. Dan surat Ar Rahman ini bahasanya asing. Bahkan saat Arsaj browsing, malah yang muncul gambar apa itu? gimana ya, ga bisa jelasin. Kayak gambar tapi katanya itu tulisan. Dan itu sesuatu yang baru Arsaj lihat. Serius deh nggak drama korea.
Oke gimana kalo chat Qisi aja. Mari kita negosiasi. Minta mahar lain atau ganti dengan lagu lain saja. Gampang kan.
Arsaj menggambil hpnya lalu mencari nomer telepon Qisi. Ia lalu mengetik "****" (sensor ah nanti pada baper lagi pembacanya, kan yang mau dibuat baper itu Qisi bukan pembacanya. Wkwkk)
Setelah menemukan nya ia menekan tombol telepon dan menempelkan hpnya ke telingannya.
Ttutttt....
__ADS_1
Ttuuuttttt....
Sedangkan Qisi yang mendapat telepon pun ia bingung. Karena pada saat itu hp Qisi sedang dipinjam Rachel. Sahabat Qisi dari lama.
Rachel yang sedang meminjam hp pun heran karena Qisi mendapat telepon dari "Calon Suami Tampan?"
Rachel yang membaca namanya pun tak ada henti hentinya tertawa. Sungguh apakah Qisi bisa se alay ini?. Eh bukan bukan bukan. Bukan alay ini mah. TAPI BUCIN, ALIAS BUDAK CINTA. PARAH LAGI.
Wanita Sholehah pun bisa bucin parah seperti ini ternyata. Ditengah tertawanya pun Rachel memanggil Qisi dan memberi tahu nya bahwa ada telepon. Tak lupa ia menggoda bahwa yang menelpon ialah tak lain dari Calon Suami Tampan.
Qisi yang mendengarkan sedikit heran. Apa yang sedang dikatakan oleh Rachel ini. Telepon dari Calon Suami Tampan? Siapa?. Ia pun bergegas keluar dari kamar mandi dan mengangkat teleponnya. Namun sebelumnya ia sempat bertanya bahwa siapa itu Calon Suami Tampan kepada Rachel. Ia takut saja bahwa Rachel sedang mengerjainya. Namun Rachel bilang tidak tau. Dan malah bertanya balik ke Qisi.
"Assalamualaikum?"
"Yaaa!!! Kenapa Lo lama sekali untuk mengangkat telepon saja. Lo tau ga, Lo udah buat gue nunggu lama cuma gara gara nelpon Lo doang!!" Marah orang disebarang. Qisi pun terdiam. Tidak mungkin ia melupakan suara ini. Suara berat namun nadanya seperti anak kecil. Sungguh tidak cocok sama sekali kan?. Tapi jujur ini malah terdengar sedikit menggemaskan.
Apa Calon Suami Tampan ini adalah nomer telepon Arsaj? Kenapa bisa? Dia tidak salah orang kan? Kemarin juga Qisi tidak menyimpan nomer telepon Arsaj dengan nama ini. Eh sebentar, Qisi malahan tidak menyimpannya karena Arsaj sendiri yang menyimpannya.
Qisi pun langsung ijin ke Rachel untuk pergi dan berbicara dengan orang yang ditelpon. Ia langsung pergi ke kamar mandi. Ia tidak mau Rachel mendengar percakapan mereka.
"Iyalah siapa lagi?. Bukan kah gue udah ngesave nomer telpon gue di hp Lo?" Tanya Arsaj balik.
" Ah iya.... Tapi kamu tidak menyertakan nama kamu, jadi Qisi bingung" ungkap Qisi.
" Oh jangan jangan Lo udah punya calon suami lain ? Sampek Lo tanya ini siapa ? Ngaku Lo ?" Serkah Arsaj.
"Ah tidak tidak, tadi Qisi hanya sedikit terkejut" jawab Qisi jujur.
"Bohong!! Ngaku Lo. Lo selingkuh kan???. Oh my God. Gue ga nyangka. Lo bakal gue aduin ke Abi. ****** Lo"
"Astaghfirullah. Itu tidak benar Arsaj. Saya tidak selingkuh. Jujur tadi saya hanya terkejut karena kamu memberi nama kontak kamu dengan nama itu" jawab Qisi. Ia rasanya tidak sanggup mengatakan nama kontak Arsaj langsung ke Arsaj. Jujur ia sedikit malu mengatakannya.
"Nama itu apa sih?" Goda Arsaj.
__ADS_1
"Yang kamu tulis"
"Emang gue nulis apaan?"
"Ca cal calon itu tampan" ucap Qisi sambil menundukkan kepalanya sambil memegang pipinya yang memerah akibat malu. Ia sadar padahal disini ia hanya sendiri dan sedang bertelepon saja. Namun rasanya sudah seperti langsung dihadapan arsaj saja."
"Gue ga nulis calon itu tampan deh persaan. Lo ganti kali" jawab Arsaj. Ia masih berlanjut menggoda Qisi. Bahkan Arsaj sudah menduga bahwa sekarang pasti Qisi sedang memegang pipinya akibat pipinya memerah karena malu. Hahahhaha tertebak sangat mudah.
"Ah tidak. Kamu memang tidak menulis dengan kata itu"
"Lalu kata itu ya itu apa? Gue nulis apa sih ,gue lupa deh kayaknya. Gue nulis Qis?"
"Ah itu...."
"Itu apa ??"
"Nulis "
"Nulis apa?"
"Calon suami tampan" ucap Qisi cepat. Dan langsung ia menutup teleponnya. Ia langsung menaruh teleponnya di dadanya. Ia merasakan jantungnya berdetak kencang. Nafasnya sedikit ngos ngosan. Padahal hanya mengatakan itu namun rasanya habis lari maraton keliling komplek saja.
Dan tak lupa pipinya yang makin lama makin merah. Senyumnya yang sekarang tercetak jelas dengan guratan mata. Yang menandakan senyuman alami tanpa paksaan.
Sedangkan yang diseberang.
Saat Qisi mengatakan
"Calon suami tampan"
Meski dengan ucapan yang cepat tapi jelas.
Deg
__ADS_1
Rasanya sungguh syok tapi.....