
assalamualaikum semua,
cuma mau ingetin jangan lupa vote yang sebanyak banyaknya ya buat dukung novel ini. jangan lupa juga like , komen sama di share ke temennya buat ikutan baca. kalian bisa juga gabung di grub milka. buat tanya tanya juga disana boleh. kadang Milka juga spoiler disana. oke udah gitu aja. jangan lupa ya. wassalamu'alaikum
🌹🌹🌹
Arsaj tampak sangat lelah. Ia sudah belajar menghafal surat Ar Rahman dengan Qisi. Dan sekarang ia benar benar lelah.
Bayangkan saja dari jam 8 pagi hingga sekarang pukul 4 sore. Tapi masih salah terus. Bahkan untuk menghafal seper empat pun belum selesai.
Ya bacaanya lah, ya taj apa tadi taj Wid? Ah ga tau lah. Susah banget. Kesannya dari tadi ia membaca bukan menghafal. Mau hafal apanya juga orang 5 ayat aja udah kayak ngefalin 5 lagu buat comeback.
Perasaan dia ini musisi , tapi ngehafal ini kenapa susah sekali. Arsaj udah hafalan tapi katanya bacaanya salah. Oh my God. Tolong. Ini segera selesaikan , capek sekali rasanya.
Sekali lagi Qisi mengajar Arsaj untuk membaca surat Ar Rahman dengan teliti. Tapi ya gitu ada aja bacaan yang terlewat. Sungguh Arsaj sangat kesal.
Qisi yang melihat Arsaj sebenarnya tidak tega. Ia sudah mengajar Arsaj dengan baik namun kadang ya gitu, ada aja tingkah Arsaj. Ia seperti tidak serius. Seperti baru serius 5 menit sudah terganggu karena Aurel.
Mau menyuruh Aurel keluar juga ga mungkin. Bagaimana bisa, malahan dia akan menjadi berdua an saja dengan Arsaj dikamar.
Qisi menggulang Arsaj dan menyuruhnya fokus untuk menghafal namun ya begitu. SULIT UNTUK ARSAJ FOKUS.
"Kok gue liat Lo kayak ga enak hati gitu ya ngajarin gue? Lo udah capek ngajarin gue?" Ucap Arsaj saat Qisi tadi memejamkan mata saat bacaan Arsaj salah yang berulang ulang.
"Tidak kok, mari dilanjut lagi kamu menghafalnya."
"Jujur aja deh. Boong kan Lo"
"Astaghfirullah , tidak, mohon jangan berburuk sangka seperti itu. Qisi masih mau bantu kamu buat ngehafal surat Ar Rahman kok"
" Udah ah gue capek. Lo bayangin aja dari tadi ngehafal Mulu".
"Baiklah , mungkin kamu menghafal dengan membaca tulisan latinnya sambil mendengar. Kalo nanti kamu butuh bantuan atau ada yang kurang paham bisa kamu tanya langsung ke saya "
"Oke, nanti gue telpon Lo kalo udah gue hafalin. Biar Lo nanti yang nilai bener apa enggaknya. Sekarang gue capek"
"Iya boleh "
"Mana nomer telepon Lo"
"Ini" ujar Qisi menyerahkan hp nya. Namun yang dilakukan Arsaj adalah menekan nomer telepon dia lalu menelponnya lalu mematikannya. (Semacam hanya misscall).
__ADS_1
"Itu tadi nomer gue, jangan di sebar. Ingat! "
"Baiklah"
"Eh pinjem hp Lo"
"Buat apa?"
"Kok kepo banget, pinjem doang. Pelit amat Lo. Boleh pinjem ga nih?" Kesal Arsaj.
"Ah iya ini" ujar Qisi sambil memberikan hpnya ke Arsaj.
Arsaj langsung menekan tombol telepon. Ia ngesave nomer dia sendiri dan memberi nama "Calon Suami Tampan". Saat memberi nama itu pun Arsaj sedikit tersenyum. Meskipun terkesan PD (percaya diri) namun bukankah memang realita nya seperti itu.
Setelah mengesave ia mencoba mencari cari aplikasi KakaoTalk. Namun tidak menemukannya. Ia juga heran disini tidak banyak begitu aplikasi. Di sini tidak ada Instagram, Twitter, Facebook atau aplikasi lainnya . Paling cuma ada WhatsApp sama Al-Qur'an saja. Lainnya aplikasi bawaan dari hp.
Game pun tidak ada?. Serius ini cewek bukan cewek kadet kan? Eh apa ya? Yang ga tau apa apa itu loh , atau orang yang ketinggalan jaman. Ya kali udah sekolah tinggi tinggi tapi masih ketinggalan jaman banget.
"Eh Lo ga punya KakaoTalk ya? Atau Twitter? Atau Instagram?"
"KakaoTalk itu apa ya?"
"Ah Qisi hanya memasang WhatsApp. Itu pun dipasangkan oleh teman. Katanya biar gampang ngehubungin dan bisa gabung grub kelas supaya ga ketinggalan info." Jelas Qisi.
"Oh, gue download in KakaoTalk ya"
"Untuk?"
"Untuk jualan"
"Jualan apa?"
"Oh my God , KakaoTalk ya buat chatting lah. Masa buat belajar masak. Ya kali kan. Lo ga jelas banget deh"
"Oh, maaf saya tidak tau. Tapi chatting dengan siapa? WhatsApp kan bisa buat chatting juga?"
"Gue ga pakek WhatsApp, gue makek KakaoTalk. Orang Korea bisanya pakek KakaoTalk. Jadi lo juga harus punya KakaoTalk biar bisa chatting an sama gue"
"Kenapa ga pakek SMS aja?"
"Nanti malah ribut soalnya nanti ganti nomer Korea. Udah deh Lo banyak tanya terus. Kenapa ga kuliah buat jurusan jadi pewawancara aja "
__ADS_1
"Ah maaf"
"Ya udah nih. Udah gue download in sama gue log in in. Jangan lupa juga , ini jangan disebar. Pokonya apapun soal gue jangan disebar kemanapun"
"Insyaallah,saya tidak akan menyebarkan nya."
"Bagus"
"Udah ah gue mau mandi dulu. Udah gerah gue. "Ujar Arsaj.
Dan kalian jangan pertanyakan dimana Aurel. Aurel dari jam 3 tadi sudah lelap tidur dipangkuan Qisi. Padahal Aurel sebenarnya anak yang sulit bergaul dengan orang baru. Tapi dengan Qisi udah kayak ibu sama anak aja tuh.
Oke kembali ke Arsaj. Arsaj sudah hendak membuka kaosnya. Ah salah, bukan hendak tapi ia sudah melepasnya. Dan ia melepas saat Qisi masih dikamarnya.
Qisi yang melihatnya hanya menjerit kaget. Dan membuat Aurel juga kaget dan menagis. Qisi pun langsung menggendong Aurel dan menenangkan nya.
"Ahhhhhhhh, astaghfirullah . Arsaj kenapa kamu membuka baju kamu disini" ujar Qisi sambil berbalik badan sambil menggendong Aurel.
"Ih apaan deh Lo. Lebay banget. Jarang jarang nih gue buka. Fans gue aja ga pernah gue lihatin. Dan gue tau kok , dalem hati Lo bersyukur kan?"
"Arsaj itu ga baik. Segera kamu masuk kamar mandi saja. Dan saat melepas baju kamu silaka di kamar mandi saja." Ujar Qisi.
Arsaj yang mendengarnya malah mengerutkan alisnya lalu mendekati Qisi. Sekarang ia didepan Qisi.
"Ini kan kamar gue? Kok Lo ngatur gue"
"Ah iya maaf saya lupa." Kata Qisi
"Baiklah Qisi pulang dulu." Pamit Qisi.
"Dengan bawa Aurel? "
"Ah tidak, ini nanti Qisi mau tidurkan Aurel ke mommy" jelas Qisi.
"Tidurin di kasur gue aja sana, nanti gue pindahin sendiri ke kamarnya"
"Ah iya baiklah".
Setelah menidurkan Aurel dikasur Arsaj. Qisi pun langsung pamit pulang. Karena memang sudah sangat sore.
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1