Badboy VS Gadis Bercadar

Badboy VS Gadis Bercadar
[15] Apakah Ini Jodoh yang Dipilihkan Umi dan Abi?


__ADS_3

"Baik kita pilih saja waktu yang tepat untuk melaksanakannya kapan" sekat Mommy Arsaj.


Episod 15


" Ya Allah hapus semua keraguan dihati hamba. Semoga ini yang terbaik" KQJ


"Baiklah bagaimana kalau pada hari Jum'at pukul 8 pagi. Untuk tanggal dan bulan nya saya serahkan kepada keluarga kalian" tukas Abi Qisi ke orang tua Arsaj.


"Kalau saya pribadi usul untuk melaksanakan acranya pada bulan depan saja" saut Daddy Arsaj.


" Apa saya boleh boleh usul juga?" Eommoni Arsaj.


"Tentu saja boleh Bu, silakan ibu menyampaikan usulan ibu" ucap umi Qisi.


"Jika kalian tidak keberatan dan tidak ada halangan. Dan tanpa ulur ulur waktu lagi saya mau untuk dilaksanakan 2 Minggu lagi untuk acara pernikahan nya" Ucap eommoni Arsaj tanpa ragu.


Mendengar pernyataan eommoni Arsaj Qisi langsung mendongak. Matanya benar benar melebar pertanda dia kaget.


Ya Qisi memang sangat kaget. Ia kaget dengan pernyataan eomma Arsaj yang ingin melangsungkan pernikahan secepat itu. Bukankah itu terlalu cepat?.


"Maaf sebelumnya. Bolehkah Qisi dan  kak Arsaj yang memutuskannya?. Kami akan berdiskusi dan akan memutuskan tanggal dan bulannya kapan. Nanti kesepakatan itu akan kami beri tahu ke kalian.


Bukan Qisi tidak menghargai keputusan Abi, umi , om Tante serta nenek dan kakek kak Arsaj. Qisi sangat menghargai namun karena ini tentang pernikahan kami. Mohon beri kesempatan kami untuk memilih tanggal beserta bulannya. Dan mohon maaf sebesar besarnya, untuk melaksanakan pernikahan dalam 2 Minggu kedepan Qisi rasa sangat terlalu cepat dan terburuh buruh." Ucap Qisi dengan hati hati.


Semua orang disana nampak befikir sejenak. Ya ini pernikahan Arsaj dan Qisi. Sebenarnya mereka juga yang berhak menentukan kapan ingin dilaksanakannya. Syukur syukur mereka sekarang bisa menerimanya dan mau melaksanakan nya.


-namun tak lama-


"Ya memang ini pernikahan kalian berdua. Kalian juga berhak menentukan kapan mau melaksanakannya. Namun kalo kalian yang memilih. Apalagi Arsaj, pasti akan mengundur undur  waktu untuk melaksanakan nya bukan?" sekat Mommy Arsaj.


"Ya, perkataan mommy Arsaj benar.


Begini saja , pilih waktu yang tepat dimana di 2 bulan kedepan menurut kalian. Dan  Seminggu lagi nenek ingin tau kapan keputusan pernikahan kalian berdua. Jika dalam seminggu kalian tidak memberi jawaban. Dua Minggu lagi kalian akan kami menikah. Bagaimana? ." Ucap halmeoni Arsaj.


"Insyaallah kami akan segera memutuskan waktu yang sebaik mungkin" jawab Qisi.

__ADS_1


"Baiklah kami tunggu berita baiknya itu. Kalian pikirkan dengan matang matang. Dan untuk semua, jangan beri tau Arsaj, biar Qisi saja yang memberi tahu nya, itu juga cara agar mereka saling dekat" balas eoboji Arsaj.


Tak lama setelah obrolan itu usai, Keluarga Qisi pun pamit pulang karena sudah dirasa cukup malam. Mereka pun meminta izin untuk pulang.


💞💞💞


Saat sampai dirumsh Qisi langsung ijin masuk ke kamarnya. Sungguh ia sangat bingung.


Bagaimana ini?. Qisi tidak bisa berbohong dengan dirinya sendiri, jujur Qisi sangat meragukan Arsaj. Bagaimana bisa dia akan menjadi makmum dari Arsaj.


Bukan apa apa saja. Belum jadi suami saja, waktu acara khitbah Qisi sudah ditinggal begitu saja oleh Arsaj. Bagaimana nanti?.


Eh astagfirullah hal azim. Bukan memikirkan hal buruk.


Namun Qisi sungguh sangat bingung.


Jadi dia memutuskan ingin berbicara dengan uminya dan meminta penjelasan.


Ia pun pergi ke kamar uminya dan meminta untuk ke kamar Qisi karena Qisi ingin berbicara.


"Apa yang ingin kau ceritakan wahai putri kesayangannya umi?" Ucap uminya lembut.


"Umi, apakah umi yakin akan menikah kan Qisi dengan kak Arsaj?"


"Kenapa? Apa yang kamu ragukan?"


"Bukan begitu umi? Dan bukanya Qisi meragukan pilihan Abi dan umi. Namun apa yang membuat Abi dan umi yakin untuk menikah kan Qisi dengan kak Arsaj. Mungkin dengan penjelasan umi , bisa membuat hati Qisi jauh lebih tenang" ucap Qisi jujur.


"Hanya karena satu hal saja, Abi dan umi sangat yakin kamu bisa merubah nak Arsaj"


Mendengar pernyataan uminya Qisi langsung melepas pelukan uminya dan melihat uminya dengan penuh tanda tanya.


"Merubah? apa yang umi maksud"


"Iya, merubah nak Arsaj.

__ADS_1


umi kira kamu juga sudah paham apa yang akan kamu rubah, bukankah sudah sangat terlihat jelas? Dan kami yakin kamu bisa melakukan nya. Asal kamu tau saja, bukan hanya umi dan Abi tapi keluarga nak Arsaj juga percaya sama kamu" ucap umi Qisi mantap.


"Merubah dalam hal apa umi, jelaskan kepada Qisi maksud umi dalam kata merubah ini?"


"Umi rasa kamu tau apa yang mesti dirubah dari nak Arsaj dan kami semua percaya kamu bisa merubah dia" ucap umi Qisi sambil tersenyum.


" Maaf umi , apa maksud umi tentang agama , perilaku dan kepribadian nya? namun terlalu banyak yang harus  Qisi rubah dari dia, umi. Qisi harus merubah kak Arsaj dari awal. Keimanan Qisi juga kurang dan belum sempurna, bahkan Qisi juga perlu tuntunan. Jadi kenapa harus Qisi yang merubah nya?"


"Kenapa kamu tidak yakin begitu? Kami semua saja yakin bahwa kamu bisa"


"Tapi umi kenapa juga dengan menikah kan Qisi dengan kak Arsaj?. Jika hanya sebatas merubah tentang keimanan nya, perilaku nya haruskah membawanya kejalur pernikahan. Ini sungguh terlalu serius umi. Apakah ini jodoh yang Abi dan umi mau untuk Qisi? Qisi yang selalu menolak lamaran anak para kiyai dan seorang laki laki hafid Al Quran lalu menerima lamaran seorang anak dengan keimanan dan akhlak yang perlu dibenahi oleh calon istrinya sendiri?"


Plak*


Tamparan cukup keras mengenai pipi Qisi.


Qisi sangat terkejut akan hal ini. Uminya yang selama ini tidak melakukan hal ini. Baik kepada Qisi atau orang lain namun sekarang ia sedang menampar Qisi? putri semata wayangnya itu.


"Astagfirullah umi?"


"Beristighfar lah lebih banyak. Dan koreksi omongan kamu tadi. Apa ini Qisi putri kesayangannya umi?. Sampai bisa mencelah kepribadian dan tampilan orang dari awalnya saja dan membandingkannya. Sungguh umi tidak menyangka kamu akan berbicara seperti itu kepada umi. Segera mohon ampun lah kepada Allah. Dan sekali lagi umi peringatkan. Bagaimana juga nak Arsaj sekarang adalah calon suamimu. Baik buruknya dia akan menjadi baik buruknya kamu juga. Mulai sekarang belajarlah karena kurang dari 2 bulan ini pernikahan akan dilaksanakan. Dan soal umi dan Abi, Yakinlah umi dan Abi tidak akan memberikan putri semata wayangnya untuk orang yang tidak baik. Kami pasti sudah memikirkannya dan tau konsekuensinya apa. Kamu putri semata wayangnya umi dan Abi. Apa kamu tidak percaya dengan Abi dan umi?. Baiklah mungkin kita bisa berbicara lain kali setelah kamu menetralkan pikiran kamu itu " Ucap umi Qisi dan berjalan keluar kamar.


Seketika Qisi sadar atas ucapannya tadi. Tak terasa tadi ucapan nya malah menjelekkan Arsaj. Dan membandingkannya dengan orang yang melamarnya. Dan yang paling penting tanpa sadar Qisi dengan terang terangan bilang meragukan pilihan Abi dan uminya untuk dirinya.


"Astagfirullah hal azim. astaghfirullah , astaghfirullah , astaghfirullah. Maaf umi. Qisi tidak bermaksud seperti itu. Tanpa sadar Qisi mengucapkan perkataan itu. Sungguh sekarang Qisi di posisi yang sangat bingung hingga tidak menyadari apa yang Qisi katakan"


"Tidak papa dan maafkan umi karena menamparmu, umi hanya sangat kaget karena ucapanmu yang tidak pernah umi dengar sebelumnya. Namun umi tekan kan sekali lagi kepada mu wahai putri kesayangannya umi. Percayalah kepada keputusan Abi dan umi ini" sahut umi Qisi sambil membelai pipi belas tamparan yang ia layangkan tadi ke Qisi. Tamparan itu masih membekas merah di pipi Qisi. Hingga uminya pun meneteskan air mata dan menyesali perbuatan yang sudah ia lakukan tadi.


"Baik umi. Maaf karena tadi meragukan umi dan Abi. Dan tidak apa apa umi. Tadi Qisi khilaf jadi pantas untuk dihukum." Balas Qisi sambil memeluk uminya.


"Ya sudah segera tidur. Atau sholatlah untuk menenangkan pikiranmu. Umi mau tidur dulu"


"Baik umi. Semoga mimpi indah umi"


💞💞💞

__ADS_1


__ADS_2