Badboy VS Gadis Bercadar

Badboy VS Gadis Bercadar
[9] Siapa Dia?


__ADS_3

gerik Qisi. Qisi sangat fokus pada pelajaran. Mata birunya yang indah hanya terfokus kepada penjelasan dosen.


Reno tanpa sadar memperhatikan Qisi dengan teliti. Lalu tiba tiba si mata biru itu menoleh kebelakang. Namun mata biru itu mulai membentuk setengah lingkaran yang menandakan bahwa ia sedang tersenyum. (Qisi tersenyum karena melihat wajah bengong Reno yang lucu, macam anak kecil yang imut)


"Sungguh mata yang indah" batin Reno.


"Brakkk" gebrakan meja yang dilakukan bu dosen membuat Reno terkejut.


"*****" teriak Reno karena kaget.


"Hey! kamu anak baru. Baru masuk kelas sudah bengong dan ga dengerin pelajaran saya. Sekarang kamu keluar! Saya ga mau ya mengajar murid yang ga niat belajar" usir dosen itu.


"Maaf Bu. Saya tuh banyak pikiran. Harus mikirin ini harus mikirin itu. Jadi ya tadi saya ga bisa fokus gitu. Sekali lagi saya minta maaf ya Bu. Janji deh ga bakal ngulang. Kalo ngulang ibu bisa jewer telinga saya. Tapi jangan keras keras Bu. Entar jadi caplang. Kalo caplang ga orang tua saya ga ngakuin saya sebagai anaknya gimana, terus--" oceh Reno sambil memainkan muka baby face nya.


"Oke oke ini peringatan pertama dan terakhir. Kalo kamu ulangi lagi kamu harus keluar waktu pelajaran saya!"


"Siap Bu" Reno berdiri lalu hormat kepada Bu dosen.


"Oke kita lanjutkan"


"Kringgg"


"Baiklah sampai jumpa dipertemuan selanjutnya"


Setelah itu dosennya keluar kelas. Semua mahasiswa pun menghela nafas. Ada pun yang teriak "akhirnya kelar juga" atau "yes".


Lalu semua mahasiswa cewek yang ada dikelas menghampiri Reno. (Bukan semua sih , cuma Qisi yang nggak menghampiri Reno.) Mereka semua minta kenalan lah, minta tukeran nomer lah, atau follow follback.an Instagram. Reno pun menanggapi nya dengan ramah.


"Jangan kau pilih dia, pilihlah aku yang mampu mencintaimu lebih dari dia--" suara panggilan telepon dari hp Reno. Panggilan dari big bos. Reno pun langsung mengeser gambar telfon warna hijau.


"Iya big bos?"


"Ren, where are you?"


"Dikelas lah. **** amat lu"


"I wait in the canteen in five minutes, invite Qisi as well"(aku tunggu di kantin lima menit lagi. Ajak Qisi juga)


"Oke big bos"


"Tut"


Reno pun berdiri dari duduknya. Tapi mahasiswa cewek sedikit menghalangi jalan nya.


"Maaf ladies, gue ada urusan besar, oke"


"Nanti kita kenalin juga ya sama temen bule Lo tadi ya no" ujar salah satu mahasiswa cewek yang terlihat seperti penguasa kelas ini. Lalu diangguki dengan mahasiswa cewek lainnya.


"Itu mah gampang"


Lalu Reno berjalan ke depan meja Qisi. Qisi sedikit terkejut.


"Ayok ke kantin. Arsaj udah nungguin."


"Sebentar saya mau beres beres dulu" jawab Qisi


"Ya Tuhan, ini suara orang atau apa. Kok alus banget" batin Reno.


"Ayok" ajak Qisi setelah selesai beres beres. Qisi menoleh ke Reno karena tidak mendengar jawaban Reno.


Qisi melambai lambaikan tangan di depan wajah Reno.


"Ren- Reno. Apakah kamu baik baik saja? "


"Ha? Ha? Gu-gue ?"


"Iya kamu, kamu baik baik saja?"


"Gue baik baik aja kok , emang gue kenapa?" Jawab Reno agak sedikit kebingungan menjawab.


"Oh Alhamdulillah kalau gitu. Habis dari tadi kamu melamun terus"


"Ohhh, tadi gue kepikiran hal yang ga penting kok. Ya udah ayok , abaikan aja yang tadi"


"Baiklah ayo"


***


Saat tiba di kantin Reno dan Qisi celingukan mencari Arsaj. Dan tanpa butuh waktu lama Qisi sudah menemukan Arsaj.


"Reno itu Arsaj." Ucap Qisi.


"Dimana sih? "


"Itu dipojok kanan bagian depan. Yang di kelilingi sama mahasiswi wanita disini."


"Wooooohhh iya bener! Yuk kesana"


Reno dan Qisi pun berjalan menuju ke tempat Arsaj.


" annyeong big bos!" (Halo big bos). Sapa Reno sambil menepuk pundak Arsaj. Namun Arsaj langsung menepis tangan Reno.


"Don't touch me! What you know five minute Reno??? I say five minute. Not ten minute!"


"Ya maaf big bos! Diperjalanan banyak rintangan nih! I know and you know too. We know because i am very cute. So , banyak yang minta fotolah ,tanda tangan lah , ngasih-" jelas Reno dengan muka cengengesan


"Stop! I do not want to hear the unimportant explanation from you. Now you go buy me coffee as usual."

__ADS_1


(Diam ! Saya gak mau dengar penjelasan ga penting dari kamu. Sekarang kamu pergi belikan saya kopi yang seperti biasanya. )" Ujar Arsaj sambil mengeluarkan uang seratus ribuan.


"Okey okey gue tau Lo mau ngode gue buat biarin Lo berduan sama Qisi kan. Peka kok gue  "


"Up to you" jawab arsaj sambil memutar kan matanya


"Btw big bos, Lo kalo ngomong tuh pakek bahasa Indonesia aja kalek


, Disini semua yang Lo ajak ngomong pasti ngerti kok, disini tuh kebanyakan penduduk lokal bukan penduduk  import , gue capek


translate mulu kalo Lo ajak ngomong"


"HM"


"Okey , Lo Caramel Macchiato. Gue Vanilla latte ,lalu Lo apa Qisi?"


"Terserah kamu saja"


"Loh kok terserah gue, kan nanti Lo yang minum"


"Air putih saja Ren"


"Lah kok malah air putih"


"Nggak apa apa"


"Yaudah , mau gue pesenin sama kayak punya gue ga? Enak loh"


"Em iya ***-"


"Belikan Green tea latte aja ,Gak usah disamain kayak lo" ujar arsaj


"Emmmmm" seruhan Reno dengan wajah mengejek.


"What??"


"Lo cemburu ya?"


"Ha? Semburu? BIG NO"(ya inilah alasan arsaj jarang mau ngomong indo tuh gara gara dia emang ga terlalu fasih ngucapin nya)


"Cemburu bukan semburu ,ce ce m bu bu ru ru cemburu! Lagipula Semburu semburu, apaan tuh semburu.  "


" Yahh itulah"


"Yaudah cepetan ngomongin nya sama cewek manis ini, gue bakal beli kopi okeyyy"


"HM"


Setelah itu Reno langsung pergi ke Starbucks untuk membeli kopi.


***


Arsaj yang hendak mengajak nya bicara saat kepergian Reno pun bingung hingga tanpa ia ketahui sejak kapan qisi pindah tempat!


20 menit kemudian


"Em gini ! Jadi gue mau ngomong! Ngomong sesuatu sama Lo "


"Lo vasti ga setuju kan dijodohin sama gue, jadi gimana kalo Lo ngomong sama Dedi lo buat batalin perjodohan ini!"


"Gimana menurut Lo?"


"Lo setujukan???" Karena tidak ada respon dari qisi ia pun mendogakan kepalanya, dan dia tidak melihat qisi didepannya. Ia pun celingukan mencari qisi. Ternyata dia ada 2.5 m dari tempat arsaj duduk.


Arsaj berjalan mendekati qisi, dan ia berhenti tepat didepannya.


" Yaaa! Kenapa lo duduk disini! Busankah gue tadi bilang kalo gue mau bicara penting sama Lo!" Marah arsaj ke qisi.


"Eh, iya tap tapi Reno pergi."


"Yang mau ngomong itu gue, bulan Reno!"


" Iya saya tau"


"Lalu?"


"Saya tidak bisa hanya duduk berdua dengan kamu"


" Kenapa ga bisa? Lo udah punya pacar? Takut pacar Lo marah?"


" Wah kalo gitu lo tinggal bilang sama Dedi elo kalo udah punya pacar lalu batalin deh perjodohan ini"


"Saya tidak punya pacar"


"Lalu?"


"Yang marah Allah! Tidak se-"


"Stop! " Potong arsaj saat qisi hendak menjelaskan. Ia menempelkan telunjuknya tepat ke bibir qisi.


"Astaghfirullah" istighfar qisi sambil menampel tangan arsaj.


"Eh apaan sih elo! Biasa aja kali!  Dan elo!bisa enggak sih kalo ngomong itu biasa aja! "


"Maksud kamu?"


"Ya kalo sama gue itu ga perlu enak enakin suara Lo! Biasa aja kalo sama gue! Elo kalo kasak gitu buat gue jijik tau ga"

__ADS_1


"Tapi"


"Iya gitu"


"Insyaallah"


"Iya ! Bilang iya gitu"


"Emm iy ya"


"Nah! Btw jadi gimana ! Lo mau batalin kan perjodohan ini?"


"Saya tidak tahu, kalo Abi sudah memilih kamu sebagai calon imam saya maka saya juga setuju, saya yakin bahwa Abi memilih kan yang terbaik buat saya!"


"Zzzzzzz! Really? Yang benar saja! Elo mau nurutin apapun yang dikatakan sama Dedi Lo?"


"Insyaallah iya"


"Gila Lo! Kekanak Kanakan banget sih, apa apa yang dibilang sama Dedi sama mami diturutin"


"Apa yang dikatakan orang tua itu pasti untuk kebaikan anaknya"


"Meski yang dikatakan untuk jodohin kita?"


"Insyaallah iya"


"Iya ya iya ga pakai insyaallah! Btw insyaallah itu apaan?"


"In Sya' Allah (إن شاء الله In šyāʾ Allāh) adalah ucapan seseorang dalam bahasa Arab  memiliki arti "Jika Allah mengijinkan" atau "Kehendak Allah"."


"Jadi?"


"Jika Allah mengizinkan maka dapat terjadi, jika ia tidak mengizinkan maka tidak!"


"Itu berarti Lo ga optimis"


"Maksudnya?"


"Lo ga yakin sama bahwa itu bakal terjadi atau enggak jadi Lo bilang insyaallah"


"Karena memang saya hanya percaya bahwa kejadian apapun itu adalah kehendak Allah"


"Terselah elo"


"Dan kamu pun harus mulai percaya"


"Lo aja yang persaya gak perlu ajak ajak gue"


"Baiklah terserah kam-"


"Lo kok ngomong nya saya kamu! Emang kita pacaran?"


"Dari dulu saya ngomong nya memang saya kamu, bukankah lebih sopan saya kamu daripada gue elo ya?"


" Gue elo itu lebih baik! , Katanya Reno tuh gue elo bahasa anak anak muda"


"Sebaiknya  kita itu mengunakan bahasa yang sopan dan baik bukannya bergantung pada trend anak muda jaman sekarang"


"Kalo Lo ga ngikutin trend anak muda saman sekarang ya ketingalan Saman dong"


"Kita itu boleh ngikutin trend anak muda jaman sekarang tapi! Kita harus menyaring dan ambil yang positif nya. Insyaallah malah lebih baik"


"Kok kamu nyelamahin saya ya dari tadi"


"Saya rasa saya enggak lagi nyeramahin kamu deh"


"Btw kalo mau ngomong sama Lo emang harus ada jarak 2,5 m sehala ya! Ditamvah Lo  ngomong belakangin gue gitu"


"Iya"


"Tanpa terkecuali?"


"Tentu saja ada pengecualian"


"Siapa?"


"Ayah"


"Lalu"


"Saudara saya"


"Lalu"


"Imam saya"


"Imam?"


"Iya , seseorang yang mengimami sholat saya"


"Ha?"


"Dialah kekasih halal saya kelak!"


"Siapa dia ?"


"----"

__ADS_1


__ADS_2