Badboy VS Gadis Bercadar

Badboy VS Gadis Bercadar
[20] Apakah surat Ar Rahman banyak hafalannya?


__ADS_3

"Subhanallah. Mommy juga sudah menantikan nya. Kamu sangat cantik sekali. Apalagi dengan lesung pipi mu. Subhanallah sungguh cantik sekali. Arsaj pasti nanti bakal mengakui juga kalau kamu cantik. Dari kemarin pikiran dia jelek terus soal kamu. Jadi kemarin juga mommy tanya ke umi kamu apa boleh Qisi buka cadarnya sebentar. Biar Arsaj pikirannya ga buruk gitu. Sebel mommy bilangnya, dia ga percaya sama sekali. Katanya kamu pakai cadar buat nutupi jerawat kamu. Biarin nanti dia malu sama omongan sama jalan pikirannya sendiri. Orang cantik kok dibilang yang aneh aneh aja"


"Tidak papa ko-" sebelum Qisi melanjutkan terdengar suara deep dan maskulin.


"Qis, gue mau ngomong sama Lo sebentar" ucap orang bersuara deep dan maskulin yang tak lain adalah Arsaj.


"Ah iya sebentar" jawab Qisi lalu mengikuti Arsaj pergi.


Arsaj memilih berbicara di taman . Qisi pun yang melihat Arsaj berhenti langsung berhenti di jarak yang sudah ditentukan.


"Oke, gue mau klarifikasi sama Lo. Gue udah ga bisa ngebatah dan berusaha batalin perjodohan ini. Dan gue juga udah punya prinsip Married hanya sekali aja. Gue mohon bantuannya. Dan yang paling penting adalah karena emang Lo sama gue udah fix mau nikah dan ga bisa dibatalin lagi. Gue berencana mau segera nikahin Lo. Gue ga butuh waktu 3 bulan untuk disini. Dan gue juga ga butuh waktu untuk bermain main. Waktu satu bulan kedepan gue rasa udah cukup buat Lo persiapan untuk beres beres. " Jelas Arsaj to the point.


"Maaf maksud kamu bagaimana ? Beres beres bagaimana?" Tanya Qisi kebingungan dengan maksud Arsaj.


"Mempersiapkan untuk segera pindah ke Korea. Gue udah gamau lama lama disini. Kerjaan gue dan karir gue semua ada di Korea. Apalagi kalo kelamaan disini takut aja ada berita yang aneh aneh yang dapet ngehancurin karir gue. Jadi mau ga mau Lo udah harus siap siap untuk pindah ke korea bareng gue. Da gue kasih waktu 1 bulan. Setelah nikah. Lo ikut gue ke Korea. Gue udah urus soal kuliah gue kemarin, gue milih lanjut di univ korea, dan Lo juga bisa lanjut di univ korea juga." Jelas arsaj


"Dan maaf gue ga punya pilihan lain. Kalo Lo mau jadi istri gue ya Lo harus ikutin gue ke Korea. Atau Lo disini gue yang dikorea. Tapi ya gitu, gue ga pasti pulang kapan dan ga ada kepastian, dan itu nanti malah jadi beban orang tua Lo dan orang tua gue. Jadi ya kita cari tempat sendiri aja , lagian ini juga bakal jadi masalah keluarga kita sendiri kedepannya. Gue serahin ke Lo, mau mau yang mana, ikut gue ke Korea atau disini tanpa kepastian? Gue mau aja nanti urusan keluarga gue sendiri bakal dicampurin entah keluarga Lo atau keluarga gue."


"Apa itu tidak terlalu cepat? Mungkin 3 bulan masih bisa saya pertimbangkan. Qisi juga belum siap meninggalkan Abi dan umi. Apa boleh  Qisi tanya sendiri ke Abi atau umi dulu?"


"Lo tau ga sih, ini bakal jadi masalah Lo sama gue, ga usah bawa orang tua Lo. Lo pikir mereka setuju dengan waktu secepat itu. Dan gue mau kasih saran ke Lo. Coba deh Lo mikir, karena ini juga bakal jadi masalah Lo sama gue jadi ga usah pakek tanya tanya ke Abi atau umi Lo. Yang harusnya Lo tanyain itu ke diri Lo sendiri. Siap apa enggak?. Dan Lo siap nya yang mana ?" Tukas Arsaj.


"Dan Lo ga perlu khawatir gue pun udah mempersiapkan segalanya disana. Jadi nanti kita bakal tinggal di apartemen milik gue. Tapi yang pastinya. Saat kita udah nikah kita jalanin hidup kita masing masing. Lo sama gue hanya perlu bermain drama saat ada keluarga Lo atau keluarga gue, selebihnya ga usah. Sampai Lo masa gue sama sama udah siap ngejalanin pernikahan ini seperti semestinya. Udah gampang. Sekarang Lo pikirin ah deh. Besok kalo gue mau jawaban Lo. Lo bisa tanya nomer telpon gue ke mommy gue. Gue tunggu Sampek jam 7 malem. Okey udah itu aja yang mau gue omongin Lo bisa kembali ke aktivitas Lo di dapur."


"Baik akan Qisi fikirkan. Qisi pamit kedalam dulu" namun saat Qisi hendak berbalik Arsaj memanggilnya.

__ADS_1


"Qis?"


"Iya?"


"Apa hafalan surat Ar Rahman banyak?" Tanya arsaj dengan muka polos. Mendengar pertanyaan Arsaj, Qisi kaget sekaligus merasa lucu. Mungkin dari tadi setelah pembicaraan surat Ar Rahman Arsaj banyak bengong karena ini.


"Tidak terlalu banyak kok, dan di surat ini juga banyak bacaan yang diulang ulang. Jadi mungkin akan lebih mudah."


"Ahhhh untunglah, gue sempet khawatir hafalannya banyak sih, oke thank you"


"Sama sama. Oh iya, Qisi saranin saat membaca surat Ar Rahman Arsaj sekalian membaca terjemahannya ya. Terjemahannya bagus"


"Iya , kalo ada waktu"


ucap Qisi lalu berbalik dan melangkah masuk kerumah. Namun baru tiga langkah Qisi berbalik melihat Arsaj.


"Arsaj fighting. I know you can (aku tahu kamu bisa). Semoga lancar, dan terima kasih sudah mau memberi mahar surat Ar Rahman dan mau berusaha menghafalkan nya. Semoga Arsaj segera hafal." Ucap penyemangat  dan terima kasih dari Qisi untuk Arsaj.


"Ah 예 (Iya) 문제 없어요 (tidak papa)" sahut reflek Arsaj. Ia tanpa sadar menjawabnya menggunakan bahasa Korea.


Qisi pun setelah mengucapkan ucapannya tadi langsung berbalik dan  sedikit lari kecil masuk rumah. Entahlah meski tadi dibuat Arsaj bingung dengan penjelasan serta pertanyaan yang membingungkan tapi kenapa dia malah tanpa sadar mengucapkan fighting ke Arsaj. Saat sadar pun ia malah mengatakan terima kasih karena mau berusaha menghafal surat Ar dan menjadikannya sebagai mahar. Qisi kenapa kamu ini. Sepertinya kamu seperti ini karena terlalu bingung dengan perkataan Arsaj.


🌹🌹🌹


Semua sudah duduk di ruang makan dan hendak melaksanakan makan malam. Disini Arsaj duduk disebelah Qisi pas.

__ADS_1


Namun sebelum makan tadi mommy Arsaj mengatakan bahwa sebaiknya Qisi membuka cadarnya. Sekaligus menunjukan wajahnya ke Arsaj yang notabenya akan menjadi calon suami Qisi.


"Qisi apa kamu mau makan masih dengan menggunakan cadar sayang?"


"Ah iya putriku sayang, kamu boleh kok buka cadar kamu, disini juga sekalian melihatkan wajah kamu ke calon suami kamu beserta keluarganya." Ujar uminya.


"Benar, karena kalian juga sudah menjalankan khitbah dan tanggal pernikahan juga sudah ditentukan kamu boleh melepas cadar kamu untuk menunjukkan ke semuanya" jelas Abi.


"Iya silakan sayang, ini Arsaj biar kapok, ga mikir aneh aneh aja tentang kamu" ujar Mommy Arsaj.


"Mikir aneh aneh apa sih my, mommy yang benar aja. Kapan Arsaj mikir aneh aneh soal Qisi" bantah Arsaj.


"Yang kamu bilang kemarin ke Daddy sama mommy? Sekarang mommy mau buktikan bahwa kamu salah. Awas aja nanti kalo kamu bilang dia cantik. Ingat janji kamu ya?"


"Apaan sih my, dan Lo Qis ga usah lepas cadar Lo. " Perintah Arsaj. Sebenarnya Arsaj sedikit takut, apalagi mommynya mengingatkan soal janjinya kemarin bahwa dia akan berhenti makan daging **** kalo benar Qisi itu cantik. Gila aja nih.


"Baiklah" jawab Qisi


🌹🌹🌹


assalamualaikum semua.


minal aidzin wal Faizin ya, mohon maaf lahir dan batin.


wassalamu'alaikum

__ADS_1


__ADS_2