Badboy VS Gadis Bercadar

Badboy VS Gadis Bercadar
[21] Qisi Calon Istri


__ADS_3

"Apaan sih my, dan Lo Qis ga usah lepas cadar Lo. " Perintah Arsaj. Sebenarnya Arsaj sedikit takut, apalagi mommynya mengingatkan soal janjinya kemarin bahwa dia akan berhenti makan daging **** kalo benar Qisi itu cantik. Gila aja nih.


"Baiklah" jawab Qisi


"Apaan sih kamu Arsaj. Orang udah gapapa kok, lagian Qisi juga mau." Sekah mommy.


"Qis Lo mau buka cadar didepan gue?" Tanya Arsaj sambil melihat Qisi. Sedangkan Qisi hanya mengangguk an kepalanya.


"Tuh kan , Qisi aja mau" sahut Daddy nya.


"Lo apa apaan sih Qis, ga perlu juga kali, Lo ga malu apa. Katanya ga mau buka kalo bukan di maram Lo?" Marah Arsaj. Yang lain malah kecikilan mendengar ucapan Arsaj yang typo (salah).


"왜 , 뭔가 문제가있다 ? (Kenapa, ada yang salah?" Tanya Arsaj yang malah membuat semua ketawa. Meski Abi, umi dan Qisi tidak tau apa yang diucapkan. Namun dari nadanya saja sudah bisa ditebak kalo dia tanya apa yang salah.


"Maram itu apa sih sayang?" Tanya mommynya di selah tawanya.


"모른다 (Tidak tau), Qisi yang ngomong?" Jawab Arsaj jujur.


"Qisi bilang maram gitu?" Tanya Daddy.


"Yes! Tanya aja langsung ke Qisi" Jawab Arsaj penuh keyakinan


"Qisi sayang kamu bilang maram ke Arsaj?" Tanya mommy masih dengan tawanya. Qisi pun hanya menggeleng. Melihatnya jawaban Qisi Arsaj langsung ta terima.

__ADS_1


"Ya!!! Jangan bohong. Kemarin kamu bilang seperti itu" marah Arsaj.


"Maaf Arsaj , saya tidak bilang maram tapi mahram" jelas Qisi. Mendengar pengakuan Qisi membuat pipi Arsaj langsung merah. Sungguh dia sangat malu. Apalagi semua orang malah makin tertawa karena jawaban Qisi. Sungguh memalukan.


"Sudahlah. Arsaj mau ada urusan jadi tidak bisa lama. Arsaj pamit dulu." Ujar Arsaj. Langsung pamit keluar. Tanpa memperdulikan panggilan daddy dan mommynya.


Dan asal kalian tau sebenarnya ya Arsaj pergi bukan karena ada urusan tapi ingin lari dari rasa malunya tadi. Mau ditaruh mana muka Arsaj coba. Apalagi dihadapan Qisi. Ia terlihat sangat bodoh sekali. Astaga sungguh sial. Bisa bisanya Arsaj salah ngomong, lagian tadi ngapain juga mau sok sok.an bilang mahram mahram. Apa mau jadi kayak Qisi yang suka nasehatin orang gitu?. Oke ini bukan Arsaj, jadi ga boleh kayak gini ini.


Arsaj langsung masuk ke mobil sport nya lalu hanya melajukan mobilnya keliling keliling jalan. Ia bingung mau kemana , biasanya ia akan bersama Reno atau nggak Ando saat pergi. Tapi masalahnya sekarang Reno dan Ando ada di Korea, masak mau nyeter mereka kesini sekarang, kan ga mungkin. Mau ke club juga ga enak kalo sendirian aja kan. Nanti kalo khilaf sampai tidur sama anak orang ya kali lah. Siapa juga mau tanggung jawab. Orang khilaf, bukan gara gara cinta kok.


Karena merasa sedikit haus ia menepikan mobilnya di supermarket terdekat. Ia segera keluar mobil dan masuk ke supermarket mini itu.


Ia mengambil minuman rasa susu pisang dan juga mengambil beberapa bungkus roti keju. Ia langsung membayarnya dikasir dan hendak keluar. Namun saat di luar mendengar percakapan antara seorang wanita yang gaya bajunya seperti Qisi dengan seorang laki laki.


Dan jangan seperti itu juga jarak mereka sedikit jauh kok. Ga terlalu dekat. Ya seperti kalo mau bicara sama Qisi gitu.


Oke mari kita dengarkan cerita cinta mereka sambil minum susu pisang dan makan roti keju.


"Marwah apakah kamu benar benar akan meninggalkan aku?" Kata laki laki.


"Iya, hubungan ini salah jadi kita harus menyudahi nya" Jawab si perempuan


"Apa masalahmu? Aku tidak melarang dan aku selalu mendukung keputusan mu. Kenapa kita tidak bisa bersama seperti kemarin? "

__ADS_1


"Karena kemarin bukanlah aku yang sekarang. Kemarin aku adalah seorang wanita yang jauh dari Tuhanku dan sekarang aku hendak mendekat kan diri dengannya."


"Mendekat kan diri apa perlu sampai putus denganku?"


"Itu karena kamu tidak mau serius denganku, jika kamu mau aku maka datanglah kerumah dan mintahlah aku ke orang tuaku. Namun jika kamu tidak mau maka kita akhiri saja"


"Apa kau tidak mencintai ku?"


"Aku mencintaimu, bahkan sangat mencintai mu. Namun apa aku harus mencintaimu terus sedangkan kau saja tidak mau serius denganku"


"Aku belum siap menikah. Kau tau tanggung jawab saat menikah itu lebih besar"


"Aku tau, dan untuk pacaran itu adalah kesalahan. Dalam kitab tidak ada pacaran yang ada ta'aruf, Khitbah dan pernikahan. Jika kamu tidak mau melaksanakan itu mari akhiri. Dan jika kamu mau bersamaku ku tunggu kau meminta diriku langsung ke orang tuaku"


"Bagaimana bisa kau se enaknya begini, dulu kau bilang hijrah aku tak masalah, pokoknya kita masih bersama. Namun kau mau meninggalkan aku demi proses hijrahmu itu?"


"Lalu bagaimana? Aku harus lebih memilihmu? Agamaku lebih pasti daripada dirimu yang jauh dari kata pasti."


"Hahaha ucapanmu sungguh membuatku tertawa. Apa kau tak ingat bagaimana kau dulu. Bahkan sering mabuk dan memakai baju seksi lalu sekarang sok sok.an berbicara tentang agama."


" Ya itu aku dulu, aku pun tidak lupa akan hal itu. Namun salahkah orang hendak berubah. Apa berubah jadi wanita baik apakah salah?. Aku tau kamu dari kemarin tidak mau menikahi ku karena aku bukan wanita baik baik kan? Semua laki laki selalu begitu. Diluar mereka merusak wanita namun saat menikah mereka mau dengan wanita baik baik? Sungguh lucu bukan? Kenapa tidak menikah dengan wanita yang kau rusak? Apa? Karena memperhitungkan masa depan? Lalu kenapa kamu merusaknya ? Terkadang hal paling lucu adalah masa lalu laki laki bisa di terima meski dulu dia sebejat apapun. Tapi wanita? Bahkan kesalahan kecil wanita pada masa lalu akan menjadi bencana saat pernikahan mereka. Jadi sebelum semua terlambat, aku hendak merubahnya. Aku hendak merubah masa depanku. Aku ingat kata Qisi, wanita baik hanya untuk laki laki baik juga. Begitu pun sebaliknya. Sekarang bukan persoalan cinta. Tapi persoalan masa depan. Jadi aku mau kita akhiri saja. Wassalamu'alaikum" serbu wanita itu, setelah mengucapkan kata itu dia langsung pergi begitu saja.


"Haish. Gila" frustasi si laki laki.

__ADS_1


Sedangkan Arsaj tadi hanya bengong mendengar ucapan si wanita. Rasanya kok ada belati yang nusuk ke dadanya. Sesak dan sakit sekali. Dan yang paling spektakuler, dia menyebut nama Qisi, oke gue tau nama Qisi ga mungkin satu dong di dunia, tapi langsung ke pikiran aja ke Qisi calon istri. Eh kok ngakuin calon istri deh. Apa apaan deh. Udalah , galau lama lama. Ga usah dipikirin juga ucapan wanita tapi. Bikin sesek napas aja.


__ADS_2