Badboy VS Gadis Bercadar

Badboy VS Gadis Bercadar
[22] Jangkangkung


__ADS_3

Persiapan untuk pernikahan sudah tinggal 15% lagi. Seluruh anggota keluarga sangat sibuk dengan bagian masing masing. Baik anggota keluarga Qisi atau pun Arsaj.


Namun hal paling mengejutkan adalah Arsaj. Karena waktu sudah berlalu 3 Minggu namun ia belum sama sekali menghafal surat Ar Rahman. Ia hanya sesekali mendengarnya lalu tertidur. Baginya mendengarkan surat Ar Rahman adalah nyanyian penghantar tidurnya.


Mommy dan daddy nya sudah berulang kali menanyakan apakah dia sudah hafal surat Ar Rahman. Karena surat Ar Rahman cukup penting, surat ini akan menjadi mahar untuk menikahi calon istrinya nanti. Dia malah menjawab enteng nanti nanti saja. Dengan terpaksa mommynya pun memarahinya.


"Arsaj kamu ini bagaimana? Ini sudah mau satu Minggu namun kamu belum hafal surat Ar Rahman?. Are you crazy ?????. Jangan menyepelekan masalah ini. Kamu tau waktu satu Minggu itu tidak lama. " Marah mommy.


"Arsaj udah usaha mom" bela Arsaj


"Usaha apa? Usaha tidur?"


"Mommy..... Arsaj sudah usaha mendengar kan dan juga menghafal. Emang suratnya aja panjang. "


"Siapa bilang pendek? Mangkannya kalo ngehafal itu yang serius!"


"Oh my God mommy , mommy pikir Arsaj bercanda gitu?"


"Iya, kamu mau malu maluin mommy sama Daddy gitu? Ga malu apa kemarin bilang sanggup sekarang malah ga hafal surat nya?. Kalo mommy ya jelas malu" sindir mommynya.


"Apaan sih mom, Dia aja ga jelas masa minta mahar kayak gitu. Jelas wanita bodoh ga sih?"


"Kamu bilang dia bodoh?. Yang bodoh itu ya kamu! Orang dapet calon istri Sholeha gitu dibilang bodoh. Google sana wanita Sholehah itu yang gimana. Hampir ke Qisi semua. Mommy ini nyari mantu yang ga kaleng kaleng. Yang ada bibit bebet bobot nya kata orang sini.  Kamu nyari istri kayak nyari  pemuas doang."


"Mommy ini sebenarnya mommy nya siapa sih, belain aja terus si Qisi. Anaknya dijelek in mulu. Kayaknya Arsaj ga ada baik baiknya gitu. Angkat aja Qisi jadi anak mommy sana" marah Arsaj.


"Ngapain di angkat anak. Orang udah mau jadi menantu kok" ujar mommynya Arsaj sambil ketawa. Sedangkan Arsaj yang mendengarnya malah makin emosi saja bawaannya.


"Terserah mommy! Emang mommy ga sayang Arsaj. " Ujar Arsaj sambil berdiri dan mau keluar kamar. Namun saat hendak melangkah keluar ia malah dicegat oleh mommynya dengan memegang tangan nya.


"Mau kemana?"


"Keluar"


"Keluar kemana?"


"Kepo banget deh mommy"


"Nggak nggak bisa! Bentar lagi Qisi dateng"


"Ngapain?"


"Nikahin kamu"

__ADS_1


"Apa?" Jawab Arsaj syok.


"Apa?" Balas tanya mommynya.


" Mommy, yang serius, Qisi kesini mau ngapain?"


"Mau ngajarin kamu"


"Ngajarin Arsaj apaan?"


"Bantu ngehafalin surat Ar Rahman lah. Masak mau ngajarin kamu ngomong R nya biar ga cadel" sewot mommy.


"Ga usah! Arsaj bisa sendiri"


"Bisa sendiri?, Orang mommy kemarin aja mergokin kamu baca nya aja ga jelas gitu"


"Namanya juga baru belajar , maklum lah"


Tak lama datang lah seorang satpam bersama dengan Qisi disampingnya.


"Maaf nyonya ini non Qisinya datang" ujar pak satpam.


"Persilakan masuk kesini aja langsung"


Setelah itu Qisi masuk ke kamar Arsaj. Tak lupa juga ia memberi salam serta mencium tangan mommy Arsaj.


"Eh bidadari, calon menantu mommy datang, sini sayang" ujar mommy Qisi.


"Bidadali apaan , jangkangkung iya" sewot Arsaj.


"Arsaj laper?"


"Laper apaan sih mom?"


"Jangkangkung itu maksud kamu jangan kangkung kan?"


"Bukan, maksud Arsaj setan yang dateng ga diundang pulang ga di antar" sindir Arsaj.


"Hussstttt mulut kamu! Orang cantik cantik dibilang jalangkung" marah mommy ke Arsaj.


"Loh emang, mirip banget dong"


"Ih kamu itu udah ah, Qisi maafin Arsaj ya! Mulut nya itu emang ngeselin. Udah kamu langsung bantuin Arsaj ngehafal aja"

__ADS_1


"Baik mom"


Lalu mommy Arsaj hendak pergi. Namun dicegah oleh Qisi.


"Mommy mau kemana?"


"Keluar , biar kalian lebih enak belajarnya"


"Mommy kami tidak bisa kalau cuma berdua"


"Astaghfirullah oh iya mommy lupa, sebentar mommy panggilkan Aurel dulu. "


"Qisi ikut mommy aja dulu"


"Ah baiklah"


"Oh iya mommy ini yang mommy minta" ucap Qisi mengambil sesuatu di tasnya lalu memberikan se buah amplop ke mommy Arsaj.


"Ah iya terimakasih nak Qisi. " ujar mommy Arsaj, lalu naruh amplop tadi di meja Arsaj.


"Sama sama mommy".


"kalo gitu ayok kebawah dulu manggil Aurel. dan kamu Arsaj belajar dulu sendiri nanti dibantu Qisi. jangan nyusahin Qisi nantinya."


"iya iya, orang kesini dia mau bantu Arsaj kan, masa ya ga mau di susahin , suruh pulang aja kalo kayak gitu"


"kamu itu orang udah mau bantuin kok ngomong kek gitu."


"yang minta bantuan kan mommy bukan Arsaj."


"sudah diem, mulut kamu itu ya, sekarang ngelawan mommy terus aja"


"iya deh, Arsaj minta maaf"


"udah sana mulai hafalin nanti Qisi tinggal benerin"


"Hem"


"yuk Qisi" ajak mommy Arsaj.


"ah iya "


🌹🌹🌹

__ADS_1


jangan lupa kasih vote ya! biar semakin dukung novel ini. jangan lupa like sama komennya💜 episode selanjutnya masih on going ya


__ADS_2