
Saat dikampus Qisi hendak mengajak Arsaj untuk bertemu. Dia hendak membicarakan persoalan tentang perjodohan mereka. Namun Arsaj sangat sulit ditemui. Entah dia sudah pulang atau karena sering jam kuliahnya sama dengan Qisi.
Qisi juga bingung, sudah 6 hari ini Reno selaku teman Arsaj juga tidak masuk kuliah. Menurut infonya sih Reno sedang cuti karena ada masalah.
Lalu bagaimana ini?, Qisi tidak punya nomer telepon nya Arsaj. Bagaimana dia bisa menghubungi nya. Yang ia tahu Arsaj kuliah di jurusan Manajemen Bisnis Saja. Sesuai kemauan om Thomas.
Apakah Qisi harus kerumahnya? Dengan begitu ia akan bisa bertemu dan dapat berbicara dengan Arsaj.
Namun apakah itu pantas? Kerumah seorang laki laki? Yang akan dijodohkan dengan dia?. Ah kenapa masalahnya serumit ini. Padahal tinggal satu hari lagi Qisi harus menjawab pertanyaan dan kepastian tanggal berapa untuk melaksanakan pernikahan. Jika dia sendiri yang memilih bukannya tidak sopan, karena yang akan menikah ini Qisi dan Arsaj. Jadi harus melalui kesepakan kedua belah pihak bukan?.
Bagaimana ini? Ini sungguh sulit untuk dipercaya, Apakah dirinya akan benar benar menikah dengan Arsaj. Sungguh ia sangat tidak menduganya.
Tapi bukankah halmeoni Arsaj mau bahwa Qisi dan Arsaj memilih tanggal berapa? Lalu bagaimana besok Qisi akan menjawabnya, ia masih belum bertemu Arsaj sama sekali dan belum membicarakan. Jika dirinya membuat keputusan sendiri bukankah sangat tidak sopan. Astaghfirullah. Qisi sungguh bingung sekali.
Ahhh astaga, bagaimana mungkin Qisi tidak kepikiran dari kemarin. Kenapa ia tidak kepikiran untuk menanyakan ke umi atau abinya tentang nomer telepon Arsaj atau dimana Arsaj berada. Dengan begitu Qisi bisa membicarakan masalah perjodohannya bukan. Ini waktunya sudah mepet sekali. Jadi harus segera bertemu dengan Arsaj.
Qisi pun akhirnya memutuskan untuk segera pulang kerumah menemui umi dan abinya . Tak lupa saat ditengah perjalanan nya Qisi menelfon temannya untuk meminta tolong mengantikan dia mengajar mengaji karena dia masih ada urusan mendadak.
🌹🌹🌹
Setelah sampai dirumah Qisi pun segera menemui umi nya yang sedang memasak di dapur. Dilihatnya uminya yang sedang sibuk memotong motong sayuran.
"Assalamualaikum umi" ucap salam Qisi ke uminya. Tak lupa ia meraih tangan uminya lalu menciumnya.
"Wa'alaikumsalam, loh putri umi kok sudah pulang dijam segini? Apakah ada masalah sayang?" Tanya umi Qisi keheranan. Karena memang jarang sekali Qisi pulang jam segini.
"Tidak ada masalah besar kok umi" jawab Qisi.
"Oh , apa kamu sakit sayang sampai pulang di jam segini?" Tanya kekhawatiran umi. Umi pun langsung memegang dahi Qisi, namun ia merasa dahi anaknya ini tidak panas.
"Tidak umi. Qisi baik baik saja, Qisi sehat. Hanya saja Qisi hendak berbicara dan bertanya hal penting kepada umi. Mari Qisi bantu menyelesaikan masakan yang umi masak dulu baru nanti Qisi bisa berbicara dan bertanya kepada umi"
"Apakah masalah besar sayang, kenapa tidak tanya sekarang?"
__ADS_1
"Bukan umi, ini bukan masalah besar kok. Qisi mau bantu umi dulu menyelesaikan masak nanti baru bisa berbicara dengan nyaman. Takutnya nanti kalau berbicara sambil masak nanti masaknya jadi lama. Tapi sebentar Qisi mau taruh tas Qisi dulu lalu bantu umi masak ya"
"Baiklah terserah kamu saja sayang"
Qisi pun menaruh tasnya di kamarnya. Dan setelahnya ia membantu uminya memasak banyak makanan. Tak lupa ia tadi mencopot cadarnya atas perintah umi. Memang sebenarnya kalau dirumah uminya sering meminta untuk Qisi melepas cadarnya.
Tapi sebentar Qisi jadi sangat heran, kenapa uminya masak makanan banyak sekali seperti saat ini? Bukankah ini terlalu banyak dan bermacam macam masakan?. Apakah akan ada tamu yang datang berkunjung?. Qisi pun langsung menanyakan kepada uminya.
"Umi apakah nanti malam ada tamu yang hendak berkunjung kerumah?" Tanya Qisi.
"Ah Iya, keluarga om Thomas akan kesini untuk membicarakan pernikahan kamu sama nak Arsaj" jawab umi. Qisi pun langsung kaget dengan ucapan uminya, bukankah ini masih 6 hari, dan bukanlah halmeoni Arsaj bilang untuk membicarakan nya seminggu lagi. Apakah perhitungan satu Minggu di Korea dan Indonesia berbeda?. Aneh. Dan tidak mungkin juga? Apa pernikahan akan dipercepat?.
" Maaf umi, bukankah seharusnya besok acara pertemuannya untuk membahas perjodohannya, kenapa acaranya dipercepat menjadi hari ini?" Tanya Qisi heran.
"Ah itu, karena kamu dan nak Arsaj sudah menentukan tanggalnya bukan?, Jadi bukankah malah lebih baik segera untuk membahasnya tanpa menunda nundanya. Dan kita juga harus mempersiapkannya dengan cepat bukan karena waktunya juga tidak lama?"
"Maksud umi dengan sudah menentukan tanggalnya umi?"
"Iya, kemarin nak Arsaj sudah telfon ke halmeoni nya, tanggal berapa kalian mau melangsungkan pernikahan. Apakah nak Arsaj belum memberitahu kamu bahwa dia sudah mengatakannya ke keluarganya?"
"Ah benarkah?"
"Iya umi"
"Mungkin saja dia lupa, nak Arsaj mungkin masih disibukkan dengan pekerjaannya jadi belum sempat memberitahu kamu."
"Sibuk dengan pekerjaannya? Apakah Arsaj sudah berkerja umi? Ia bekerja jadi apa umi? Bukankah ia juga baru lulus sekolah?" Tanya Qisi, karena memang dia baru tau kalau Arsaj sudah bekerja.
"Kamu belum tau sayang? Apakah kamu tidak diberitahu atau pun tanya kepadanya tentang dirinya?"
"Maaf, Qisi belum sempat bertanya umi"
"Astaghfirullah Qisi sayang bagaimana bisa kamu tidak menanyakan hal itu, kamu mau tidak tau apapun tentang calon suamimu itu? Kalian akan segera menikah loh"
__ADS_1
"Bukan seperti itu umi, hanya saja Qisi belum sempat untuk bertanya"
"Ah tidak papa, mumpung nanti keluarga Arsaj ada disini, nanti kamu tanya ke mommynya Arsaj semua tentang Arsaj. Kamu harus tanya apa saja kesukaannya, dan hal yang tidak disukainya. Pekerjaan nya juga tanyakan. Jangan lupa loh ya. Ingat kamu itu akan segera menikah dengan nak Arsaj, jadi kamu juga harus mengerti sedikit lah tentang dia. Jika kamu tidak mengerti, akan sulit untuk membuat keluarga jadi yang sakinah mawadah warahmah." Nasehat uminya.
"Insyaallah nanti akan Qisi tanyakan umi tentang Arsaj ke mommy arsaj"
"Oh iya tadi kamu mau tanya apa sayang? Katanya nunggu umi selesai masak?ini sudah selesai"
"Ah itu umi, em" jawab Qisi ragu.
"Ada apa?"
"Itu, Ar saj dimana ya umi? Soalnya Qisi hendak berbicara dengannya. Qisi sudah mendatangi kelasnya dan juga sudah menunggunya tapi dia tidak masuk kuliah"
"Apakah kamu tidak diberi tau bahwa dia sekarang ada di Korea?"
"Ah Qisi tidak tau soal itu umi.
Dan kenapa Arsaj ke Korea ada masalah kah? Bukannya keluarganya ada disini ?"
"Dia masih mengurus pekerjaan nya , dia kan sebagai penyanyi dan aktor disana. Jadi masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan"
"Ohhhhh"
"Bagaimana ini kok malah umi yang tau dan kamu yang calonnya ga tau, nanti benar benar kamu harus tanya loh ke mommynya Arsaj" goda uminya. Qisi pun hanya membalasnya dengan tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Apa ada yang mau kamu tanyakan lagi sayang?"
"Ah sudah kok umi, terimakasih. Qisi mau sholat ashar dulu kalo begitu"
"Okay. Jangan lupa nanti siap siap yang cantik ya"
"Baik umi."
__ADS_1
🌹🌹🌹