Badboy VS Gadis Bercadar

Badboy VS Gadis Bercadar
[8] Badboy VS Gadis bercadar?


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama Arsaj masuk kuliah di Universitas Internasional. Universitas dimana seorang gadis bercadar yang dijodohkan nya kuliah.


Awalnya Arsaj menolak kuliah di universitas yang sama dengan Qissi tapi karena saran dari Reno akhirnya ia mau.


Dan hari ini Arsaj berencana akan  menemui Qissi dikampus supaya menyuruhnya mengatakan kepada Daddy nya Arsaj untuk membatalkan perjodohan ini. Cuma dengan cara ini Arsaj dapat menemui Qisi.


Sebelumnya Arsaj pernah kerumah Qisi untuk memintanya membatalkan perjodohannya. Namun , ayahnya Qisi dan papa nya Arsaj menolak jikalau dia harus bertemu dengan Qisi dan bicara berdua tanpa didampingi. Maka dari itu Arsaj menyetujui keputusan papanya untuk menguliahkan Arsaj di kampus yang sama dengan Qisi.


***


Tepat pukul 7 Arsaj dan Reno baru saja memarkirkan mobil sport merah keluaran terbaru yang ia punya diparkiran kampus.


Banyak sepasang mata yang melihat mobil itu dengan takjub. Bahkan gadis gadis disana menjerit saat melihatnya. Dan kini mereka sedang menunggu siapa yang akan keluar dari mobil mahal itu.


Saat pintu mobil itu dibuka keluarlah dua cowok yang memakai jaket. Wajah salah satu dari mereka tertutup tudung jaket dan kacamata hitamnya.


Namun tak lama cowok itu melepas tudung jaket dan kacamata nya.  Dannnn semua cewek cewek disana dalam sekejap langsung berteriak histeris dan berlari ke cowok itu.


Mereka sudah  tau pasti dua cowok itu adalah murid baru disini. Dan mereka berebut untuk berkenalan dengan Arsaj dan Reno.


Tidak perlu kaget memang begitu kan reaksi para cewek cewek kalo udah ketemu sama yang namanya cogan alias "cowok ganteng".


Namun Arsaj dan Reno tidak menggubris semua cewek cewek itu. Mereka berjalan tanpa memperdulikan mereka sama sekali. Ia sudah biasa dan malah sangat sangatlah biasa dengan situasi seperti ini.


Namun ditengah perjalanan Arsaj melihat ada empat gadis yang memakai jilbab, dua yang tidak memakai cadar tapi berjilbab dan satu lagi yang tidak berjilbab dan tidak bercadar sedang lewat. Namun fokus mata Arsaj ke empat gadis bercadar itu,dan salah satu dari mereka yang Arsaj tau namanya. Kalian pasti sudah tau! Siapa lagi kalau bukan Qisi. Ya! Dia Qisi.


"Qisi" panggil Arsaj. Qisi pun menghentikan langkahnya dan  menoleh. Ia sedikit terkejut melihat Arsaj dikampusnya.


"Iya?"


"I'am want speaking with you!" (Aku ingin bicara denganmu).


" Em maaf Arsaj tapi 10 menit lagi saya ada kelas. Jika itu memang penting kita bisa bicara nanti pukul 10."


"I want now" (aku ingin sekarang)


"Maaf Arsaj tapi saya benar benar tidak bisa, kalau kamu memang mau bicara bisa nanti saja " jawab Qisi sambil sesekali melirik jam tangan yang melingkar di tangannya.


"Aishhhhhhhh its okey. In???" (Aishhhhhhhh baiklah, di?)


"Masjid kampus?"

__ADS_1


"No no no! I'am waiting in canteen. Don't forget! "( Tidak tidak tidak! Aku tunggu di kantin. Jangan lupa!)


"Eh" Sebelum Qisi menyetujuinya Arsaj langsung pergi begitu saja. Qisi yang hendak protes pun mengurungkan niatnya.


Lalu Qisi pun segera mengambil langkah panjang menuju kelasnya. Kurang 3 menit lagi guru killer akan memasuki kelas. Ia benar benar tidak boleh telat kalau mau mengumpulkan laporan.


Tanpa disadari mereka dari tadi menjadi sorotan mata yang menarik. Apakah mungkin dikampus besar dan terkenal Universitas Internasional ini akan menjadi saksi bisu kisah anatara seorang Badboy dengan gadis bercadar. Hahahaha sungguh akan sangat menarik bukan.


Semakin jarum jam berputar , semakin ia mempercepat langkahnya. Dan tepat jarum menunjukkan di angka 12 ia pun sudah sampai masuk ke kelas.


Qisi langsung duduk di bangkunya. Ia mencoba mengatur nafasnya yang tidak beraturan. Tak butuh beberapa menit Bu Ginna datang. Guru yang hampir tidak pernah senyum dan disebut oleh mahasiswa lainnya guru killer.


"Pagi anak anak! Tanpa basa basi lagi ibu mau umumkan bahwa kita ada murid baru!" Jelas Bu Ginna.


"Anak baru silakan masuk" ucap Bu Ginna sambil melihat ke arah pintu.


Lalu masuklah cowok tampan. Semua cewek yang ada di kelas memekik kecil untuk menahan agar tidak berteriak karena ketampanan cowok itu.


Cowok dengan wajah lokal yang berpaduan itu pun tersenyum. Namun tak berapa lama kemudian terdengar suara langkah kaki. Dan tiba tiba.


"Awwww" seluruh cewek menjerit dengan keras.


"Iwww cogan banget banget ini nih"


"Kelewatan tuh gantengnya"


"Ciptaan Tuhan yang luar biasa"


"Ini mah Aliando, lewat guys"


"Boy band Korea? lewat juga guys"


"Nikmat Tuhan yang tak ingin ku dusta kan ya Allah"


"Cuci mata banget nih"


Dan celotehan lainnya dari mahasiswa cewek. Semua terkagum kagum dengan wajah Arsaj bak dewa Yunani. Memang hampir semua mahasiswa cewek terkagum kagum kecuali gadis bercadar.


Mata Qisi melotot, ia terkejut karena Arsaj akan sekelas dengannya. Ini sungguh diluar dugaan Qisi. Kenapa juga dia mau sekelas dengannya? Apa karena dia ingin jadi dokter? Makanya dia masuk kelas ini? Tapi bukan kah dia akan melanjutkan bisnis ayah nya.  Atau mungkin ada alasan lainnya.


"Stop! Berisik!!" Suara bu Ginna yang mengelegar tiada tara.

__ADS_1


Sekejap semua mahasiswa pun diam dan tidak berani mengeluarkan sepatah kata pun.


"Gemm hem hem. Yang saya tau murid baru yang masuk kelas ini cuma satu? Ini kok ada 2" tanya Bu Ginna.


"Emmmmmm sorry Miss,  I came here just want to take my friend to his class only" (emmmmm Maaf bu guru, saya datang ke sini hanya ingin membawa teman saya ke kelasnya saja). Ucap Arsaj dengan cengar cengir yang malah membuat cewek menjerit dalam diam.


Karena mendengar penjelasan Arsaj, Qisi pun bernafas lega. Ternyata Arsaj hanya ingin mengantarkan temannya saja. Tidak lebih.


"Oh, Please go back to your class now" (oh, silakan kembali ke kelas anda sekarang)


"Okey Miss. You are very kind" (okey Bu, anda sangat baik)


"Take good care of yourself, friend"(jaga dirimu baik-baik, kawan) ucap Arsaj sambil menepuk pundak Reno.


"Tentu big bos"


"See you all" ucap Arsaj sambil melambaikan tangannya ke semua orang. Namun dia tanpa sengaja melihat gadis itu, gadis yang akan dijodohkan dengannya. Qisi.


"Oh hey Qisi! Do not forget ten o'clock in the canteen, okay Qisi" ( jangan lupa pukul 10 dikantin) setelah mengucapkan itu Arsaj langsung pergi. Semua yang ada dikelas langsung melotot ke Qisi. Omegat demi apa dong cowok sejuta pesona itu malah punyanya gadis bercadar. Gak terbayangkan sama sekali. Masak kalo mau jodoh tampan kayak gitu harus bercadar dulu.


Namun belum 5 detik dari kepergiannya wajah Arsaj muncul lagi di balik pintu. Ia hanya tersenyum manis lalu lari karena mendengar jeritan cewek cewek. Ini bukan jeritan karena terkejut tetapi karena kemanisan senyum Arsaj yang tiada duanya. Sungguh mempesona.


Qisi pun hanya tersenyum dibalik cadarnya. Menurutnya tingkah laku Arsaj sungguh lucu. Entahlah, dia tidak tau pasti tapi dia hanya ingin tersenyum.


"Diam! , Dan untuk kamu anak baru silakan perkenalan lalu duduk di bangku kosong. Saya tidak mau membuang buang waktu" ujar Bu Ginna dengan tegas.


"Baik Bu"


"Perkenalkan nama gue Park Ji Min. tapi nama indo gue Reno Putra , so kalian bisa panggil gue Reno."


"Saya mau nan-" ujar seorang cowok mau nanya. Niatnya sih mau ngulur waktu biar waktu pelajaran kekurang gitu.


"Jika mau nanya nanti waktu istirahat! Saya tau kalian mau ngulur waktu pelajaran"


"Yaealah Bu!" Teriak semua berbarengan.


"Peka amat nih guru, punya Indra ke enam kalik ya" batin Reno


"Silakan duduk"


Reno melihat cuma ada bangku kosong berada didepan baris ke dua. Dan bangku itu tepat dibelakang Qisi. Entahlah , sebelumnya ia tidak menyangka akan sekelas dengan Qisi. Dan sekarang ia akan duduk dibelakang Qisi. Ini hanya kebetulan atau kesengajaan tuhan.

__ADS_1


__ADS_2