Badut Tampan Itu Milikku

Badut Tampan Itu Milikku
Eps. 13


__ADS_3

Roman menahan tawanya membaca kelanjutan pesan itu, ternyata apa yang dia lakukan waktu itu benar benar bikin Vera kesal.


"Hahaha kok bisa sih ada sisa nasi di bibir kamu, emang kamu buru buru banget makanya?" balas Roman sambil dia tambahkan emoticon tertawa di akhir pesan yang dia kirim.


"Iiih malah tertawa lagi, jadi ceritanya tuh waktu makan siang di kantor aku memutuskan untuk menemani badut itu karena aku sangat penasaran sama dia, karena buru buru takut badutnya hilang makanya aku makan sampai buru buru seperti itu dan alhasil ada sisa nasi deh yang tertinggal di bibir aku," jelas Vera.


Dan lagi lagi Roman jadi tahu kejadian aslinya waktu itu.


"Terus gimana sekarang, kamu masih kesal apa enggak sama dia, kan dia udah bantuin kamu?" tanya Roman.


"Agak berkurang dikit sih, besok aku memutuskan untuk menemui dia lagi di taman sambil membawakan makan siang untuk dia, kamu ada waktu gak kalau gak sibuk bisa anterin aku menemui dia gak?" tanya Vera.


"Ah mampus, kena kan aku jadinya kalo kayak gini," ucap Roman yang bingung harus menjadi badut apa menjadi Roman si sopir.


"Ehh ini udah malam, besok aku harus kerja nanti kalau aku ada waktu aku akan mengirimkan pesan kepada kamu," pesan yang Roman kirimkan mengakhiri percakapan pesan mereka di malam itu.


Roman tidak bisa tidur karena bingung harus menjadi apa dia di hari esok, sedangkan Vera tidak bisa tidur karena menunggu jawaban dari Roman.


Vera sangat berharap kalau besok Roman akan bisa menemani dirinya biar sekalian nanti dia bisa jalan jalan juga bersama Roman.


...**...


Keesokkan harinya, sama seperti biasa Roman akan mengantarkan Erika pergi ke sekolah, papa Rahman belum membicarakan masalah yang semalam karena tiba tiba saja tadi pagi dia mendapatkan telfon dari sekretaris nya kalau dia ada meeting penting di perusahaan, alhasil papa Rahman buru buru pergi ke perusahaan dan untuk rencana yang semalam pun akhirnya mereka pending.


Setelah mengantarkan Erika, Roman sekarang tengah berada di parkiran taman, dia masih bingung harus menjadi badut atau Roman si tukang sopir.


"Kalau aku jadi Roman aku bisa jalan jalan berdua sama Vera, tapi kalau aku jadi badut enak bisa dapat duit lagi," gumam Roman bingung.


"Jadi badut apa jadi Roman, badut Roman, badut Roman...."

__ADS_1


Roman menghitung jarinya sambil mengucapkan badut Roman badut Roman hingga sampai di jari yang ke sepuluh barulah pilihan roman yang ada di sana.


"Gak papalah hari ini gak dapat uang, yang penting bisa jalan sama Vera, kapan lagi coba di ajak jalan sama cewek cantik," monolog Roman yang akhirnya memilih tetap menjadi Roman biasa saja tidak menjadi badut.


"Aku harus memberitahu Vera dulu kalau aku bisa mengantarkan dia menemui badut," gumam Roman dan mulai menggetikkan pesan untuk dia kirim kepada Vera.


Setelah pesan terkirim Roman memutuskan untuk pulang ke kontrakan miliknya untuk berganti baju yang terbaik agar nanti tidak malu maluin waktu jalan sama Vera.


Masak iya Vera yang pakaian nya malah harus jalan dengan dia yang berpakaian ala kadarnya sih, kan gak banget, pikir Roman.


...**...


Sementara itu, Vera yang mendapatkan pesan dari Roman pun berjingkrak jingkrak senang, sampai sampai hal itu mencuri perhatian papinya.


"Kamu gak papa kan sayang?" tanya papi Vero khawatir dengan keadaan anaknya.


Papi Vero takut kalau anaknya itu ketempelan jin penunggu perusahaan karena anaknya itu sering melamun waktu bekerja.


"Ooh papi kira kamu kenapa kenapa," balas papi Vero.


"Kamu nanti mau makan siang sama papi atau mau cari makan siang sendiri?" lanjut papi Vero bertanya.


"Kayaknya Vera cari makan sendiri deh Pi, oh iya Vera juga sekalian minta izin nanti gak balik lagi ke perusahaan setelah makan siang," jawab Vera.


"Emang kamu mau ngapain, jangan bilang kalau mau jalan lagi sama Bayu?" tebak papi Vero.


"Ya enggak lah Pi, papi kan tahu Vera sudah putus sama Bayu, gimana sih papi ini masak udah lupa," balas Vera.


"Oh iya papi lupa, terus nanti kamu mau kemana?" tanya papi Vero penasaran.

__ADS_1


"Vera mau jalan sama cowok baru Vera, ehh belum jadi cowok Vera sih orang masih tahap pendekatan," jawab Vera.


"Astaga anak papi ini habis putus udah punya gebetan baru aja, papi kasih pesan ya sama kamu kamu sudah besar, cari cowok yang benar benar tulus sama kamu, jangan yang cuma memanfaatkan kamu aja," pesan papi Vero.


"Iya pi Vera tahu kok, tapi nanti seandainya calon Vera ini bukan berasal dari keluarga kaya gak papa kan?" tanya Vera karena takut kalau nanti keluarganya tidak bisa menerima Roman.


"Papi gak pernah membeda-bedakan orang sayang, bagi papi harta itu nomor sekian, yang pertama itu harus akhlak dan sopan santunnya, dan yang pasti dia tulus dan bisa membuat kamu bahagia," jawab papi Vero.


Mendengar itu Vera pun langsung memeluk papinya, dia bangga bisa mempunyai orang tua yang sangat menyayangi dia.


"Terimakasih Pi, Vera janji akan menjadi anak yang baik buat papi," ucap Vera memeluk papi Vero.


"Iya papi percaya sama kamu," balas papi Vero.


"Permisi tuan, ini ada berkas yang harus anda tanda tangani," ucap seseorang yang tiba tiba datang sehingga membuat Vera langsung melepaskan pelukannya.


"Vera pamit keluar dulu, permisi," pamit Vera dan di angguki oleh papi Vero.


"Silahkan letakkan di meja saya, kamu bisa kembali ke tempat kerja kamu," ucap papi Vero menyuruh agar karyawan itu meletakkan berkas yang dia bawa di atas meja miliknya.


"Baik tuan, kalau begitu saya permisi dulu," pamit karyawan itu dan pergi dari sana.


"Dasar j*lang murahan, pasti nanti kalau sampai anak anak tahu kabar ini mereka semua akan pada heboh," gumam karyawan yang melihat adegan pelukan Vera dan papi Vero tadi.


Karyawan itu mengira kalau tadi Vera tengah mencoba untuk mengganggu tuan Vero, karena yang dia tahu Vera itu hanyalah sekertaris saja di perusahaan itu.


"Untung saja tadi aku pergoki dia, mungkin kalau tidak dia sudah menggoda tuan Vero lebih jauh lagi, kasian nyonya Ratih kalau sampai tuan Vero selingkuh," lanjutnya sambil berjalan menuju ruang kerjanya.


Bisa di pastikan kalau nanti karyawan itu pasti akan memberitahu pada teman teman kerjanya tentang apa yang dia lihat barusan, dan pasti nanti secara cepat berita itu akan menjadi tranding topik di perusahaan.

__ADS_1


...***...


__ADS_2