Badut Tampan Itu Milikku

Badut Tampan Itu Milikku
Eps. 06


__ADS_3

"Pi," Vera memasuki ruangan papi Vero di kantor.


"Iya sayang kenapa?" tanya papi Vero menatap anaknya.


"Vera izin telat lagi ya nanti, soalnya Vera ada urusan sebentar," minta izin Vera.


"Kamu ini, kan udah sering papi bilang terserah kamu mau nanti kembali apa enggak, emang kamu mau kemana sih kok dari kemaren pulangnya telat mulu?" tanya papi Vero penasaran.


"Ada deh, ya udah Vera pergi dulu, bye papi jangan lupa makan siang," balas Vera yang malah berpamitan.


"Dasar anak itu." papi Vero menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak tunggalnya itu.


Vera pergi menaiki mobilnya menuju taman kota lagi, dia berdoa semoga saja hari ini dia bisa bertemu badut itu.


Semalaman Vera tidak bisa tidur karena terus memikirkan badut taman yang dia cari cari, entah kenapa Vera jadi berambisi untuk menemui badut itu, padahal kalau di pikir pikir tidak ada gunanya juga.


Sampai di taman kota, seperti kemaren Vera order makanan terlebih dahulu baru setelah itu dia mencari tempat untuk dia berteduh.


"Nah itu dia badutnya," seru Vera saat akan duduk tapi malah pandangan matanya menangkap sosok badut taman yang tengah bermain dengan anak anak kecil.


"Aku harus menghabiskan makanan ini dengan cepat, baru nanti aku akan menemui dia," gumam Vera dan mulai menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


Saking buru burunya Vera makan sampai sampai ada nasi yang tertinggal di sudut bibir, dan Vera tidak menyadari itu, karena setelah selesai makan dia langsung beranjak pergi menemui badut itu tanpa bercermin terlebih dahulu.


"Kita istirahat dulu ya anak anak, Om badut capek butuh minum," ucap Roman yang sudah merasakan haus.


"Iya om, tapi nanti kembali lagi ke sini ya," balas anak anak kecil itu.


"Pasti dong," balas Roman dan pergi dari sana.

__ADS_1


Roman pergi menuju tempat di mana dia biasanya istirahat ketika sudah kelelahan.


"Lah lah kok pergi, aku harus mengejar dia biar dia gak ilang lagi," ucap Vera dan mempercepat langkahnya agar bisa bertemu dengan badut taman itu.


"Hai," pangil Vera dari belakang sambil memegang pundak badut itu sehingga membuat badut itu berbalik menatap Vera.


"Hai kita bertemu lagi," ulang Vera setelah badut itu membalikkan tubuhnya.


"Ooh mbak ingusan ternyata, ada apa mbaknya menemui aku?" balas Roman bertanya.


"Enak aja ingusan, aku kemaren itu karena menangis aja makanya keluar ingusnya," tak terima Vera karena badut itu memanggilnya mbak ingusan.


"Lah kan emang iya mbaknya kemaren ingusan, tinggal bilang iya aja apa susahnya sih mbak," balas badut itu yang tak lain adalah Roman.


"Aku tidak ingusan ya." Vera menekankan kalau dia tidak ingusan.


"Dan sepertinya selain ingusan mbaknya ini juga agak ceroboh ya, maaf...." tangan badut itu terulur menuju bibir Vera dan mengambil sesuatu dari sana.


"Ada sisa nasi mbaknya nih, lain kali kalau makan itu pelan pelan biar gak belepotan," ucap badut itu setelah mengambil sisa butir nasi yang ada di sudut bibir Vera.


"Astaga aku malu banget, kenapa tadi aku gak ngaca dulu sih," batin Vera menjerit karena sudah sangat malu.


"Dasar mbak ingusan dan juga mbak teledor," lanjut badut itu mengatai Vera.


Mata Vera melotot mendengar itu, dia tidak terima karena sudah di katai seperti itu, enak saja spek cantik kayak gini kok di bilang ingusan.


"Apa kamu bilang, udah aku bilang ya aku ingusan kemaren itu karena gak sengaja, dan soal nasi ini itu karena aku sedang buru buru," balas Vera tak terima.


"Kalau iya juga tidak apa apa mbak, wajar kok kan manusia," balas badut itu yang menurut Vera sangat menjengkelkan.

__ADS_1


"Terserah kamu lah mau bilang aku ini apa, yang jelas sekarang aku datang ke sini itu karena ingin menemui kamu," balas Vera yang tak ingin ambil pusing.


"Menemui aku, emang ada apa?" balas badut itu.


"Entah aku juga tidak tahu, tapi entah kenapa aku sangat ingin bertemu dengan kamu," balas Vera.


"Dasar aneh,"


"Apa kamu bilang, aneh? Heh, emang kamu gak cukup apa udah ngatain aku ingusan dan sekarang kamu juga bilang kalau aku aneh," rasanya Vera menyesal deh karena sudah bela belain menemui badut itu yang dia pikir adalah orang yang tulus, taunya itu malah orang yang sangat menjengkelkan.


"Ya emang kan kamu memang aneh, trus ingusan juga," balas badut itu yang malah semakin membuat Vera kesal.


"Tau ah, bukannya happy habis ketemu badut, aku malah jengkel setelah ketemu kamu," kata Vera dan tanpa mengatakan apapun lagi dia langsung pergi dari sana meninggalkan badut itu.


"Aku tahu kamu sudah mencari aku sedari kemaren, entah apa keinginan kamu sampai bela belain mencari keberadaan ku, hanya dengan cara ini agar kamu tidak mencariku lagi," batin Roman menatap kepergian Vera.


Tadi ada seorang ibu ibu yang bercerita kalau ada wanita cantik yang mencari dirinya kemaren, Roman tidak percaya begitu saja karena dia pikir untuk apa wanita cantik mencarinya.


Tapi setelah kejadian barusan, Roman jadi tahu kalau wanita cantik yang ibu ibu itu bilang pasti ada wanita yang barusan menemui dia.


Bukannya Roman jahat, tapi dia takut kalau nanti wanita itu terus terusan berdekatan dengan dia nanti dia malah akan jatuh cinta kepada wanita itu karena Roman akui kalau pesona wanita itu sangatlah kuat.


Roman sadar diri, sebelum dia jatuh ke jurang yang lebih dalam, lebih baik dia membuat penghalangnya terlebih dahulu.


Ronan yakin wanita itu adalah anak orang kaya, sedangkan dirinya adalah hanya seorang badut, dia sadar kalau dia tidak pantas mencintai wanita secantik dan sekaya dia.


"Kamu terlalu sempurna buat aku yang seperti ini," gumam Roman sambil tersenyum kecut di balik kostum badutnya.


Setelah itu Roman berbalik dan kembali melanjutkan jalannya menuju tempat untuk dia istirahat.

__ADS_1


...***...


__ADS_2