Badut Tampan Itu Milikku

Badut Tampan Itu Milikku
Eps. 08


__ADS_3

Roman pun mengantar Tante Nina untuk pergi ke acara arisan sosialita nya, tadi sebelum berangkat Roman sudah makan terlebih dahulu karena perutnya sudah terasa kelaparan.


"Kamu mau ikut ke dalam gak, nanti kamu bisa makan di sana," ucap Tante Nina mengajak Roman masuk ke dalam restoran.


"Enggak deh Tan, Roman tunggu di luar aja, lagian perut Roman udah kekenyangan habis makan di rumah tadi," tolak Roman.


"Ya sudah kalau gitu, ini ada uang sedikit kalau kamu mau jajan di luar." Tante Nina memberikan uang kepada Roman kalau nanti seandainya Roman ingin membeli camilan di luar.


"Gak usah Tan, aku gak ingin beli apa apa kok," tolak Roman karena Tante Nina sudah terlalu banyak membantu dirinya, jadi dia tidak enak kalau menerima uang itu, lagian dia juga tidak terbiasa beli camilan camilan seperti itu.


"Udah ambil aja, kalau kamu gak pakai buat beli jajan bisa kamu tabung uangnya," balas Tante Nina memaksa Roman untuk menerima uang pemberiannya.


"Terimakasih tan, saya doakan semoga rezeki kelurga Tante selalu lancar dan semakin banyak," balas Roman yang akhirnya menerima uang itu, dan tak lupa Roman juga mendoakan keluarga Tante Nina karena sudah sangat baik kepadanya.


"Aamiin, ya sudah kalau gitu saya keluar dulu ya, mungkin nanti jam sembilan saya baru keluar dari sini," pamit Tante Nina.


"Iya Tan, nanti telfon roman saja kalau sudah mau pulang," balas Roman.


Tante Nina pun keluar dari mobil dan segera masuk ke dalam restoran untuk menemui sahabat sahabat sosialita nya.


Sedangkan Roman, dia juga memutuskan untuk keluar dari dalam mobil, Roman melihat ada sebuah taman kecil yang tidak jauh dari posisi mobilnya, sehingga Roman pun memutuskan untuk pergi ke sana.


...**...


Sementara itu, di tempat Vera dia tengah di buat kesal oleh maminya, bagaimana tidak maminya meminta Vera untuk mengantarkan mami Ratih pergi ke acara arisan, dan tanpa Vera tahu ternyata tempat yang mami Ratih datangi itu satu tempat dengan Bayu yang tengah berkencan dengan kekasihnya.


Dan satu hal yang semakin membuat Vera semakin membenci Bayu, barusan cewek yang Vera lihat itu bukan wanita yang waktu itu Vera pergoki di cafe, melainkan sekarang wanita lain lagi.


Vera yakin pasti Bayu sudah berselingkuh dari wanita yang kemaren itu, sungguh Vera kasian dengan wanita yang kemaren itu karena harus merasakan apa yang dulu dia rasakan saat mendapati Bayu berselingkuh.

__ADS_1


"Tau gini aku tadi gak mau di ajak mami ke sini," gerutu Vera kesal.


"Tapi untung saja sih tadi dia gak lihat kedatanganku di sana," lanjut Vera lega.


Setelah melihat adanya Bayu di sana, tadi Vera memutuskan untuk segera keluar dari tempat itu, Vera berjalan tidak jelas di pinggir jalan, hingga kakinya melangkah sampai di taman yang tak jauh dari tempat makan itu.


"Lumayan rame juga, sampai sampai gak ada tempat duduk buat aku," gumam Vera menatap sekeliling taman yang lumayan rame dengan anak anak muda yang nongkrong di sana.


Mata Vera berkeliling untuk mencari tempat duduk yang kosong, dia menemukan ada bangku yang bisa dia buat duduk, tapi di sana ada satu orang laki laki yang tengah duduk di sana sendirian.


"Apa aku duduk di sana aja ya," gumam Vera bingung.


"Ehh tapikan aku gak kenal sama laki laki itu, bagiamana kalau ternyata dia sudah punya cewek terus nanti ceweknya datang dan menuduh kalau aku merebut kekasihnya," gumam Vera berpikiran yang tidak tidak.


"Tapi kalau gak di sana aku mau duduk di mana, mana kaki udah capek banget lagi dari tadi keliling mulu," lanjut Vera bimbang.


"Bodo amat ah, nanti kalau ada kekasihnya ya tinggal aku jelasin kalau aku ini itu cuma numpang duduk di sana saja," lanjut Vera lagi yang akhirnya memutuskan akan duduk di samping laki laki itu.


"Kapan ya aku bisa bermesraan seperti itu," lanjut Roman.


"Ah tapi mana ada wanita yang mau sama aku yang seorang badut gini, penghasilan aja pas pas an, kok sok sok an mau cari cewek," lanjut roman sambil menggelengkan kepalanya agar hilang keinginan dia untuk mempunyai kekasih.


"Permisi mas, boleh saya numpang duduk di sini, soalnya bangku yang lain sudah penuh," ucap seorang wanita yang membuat Roman langsung mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang mengajaknya bicara.


"Lah, dia kan cewek ingusan," batin Roman menatap wanita itu yang ternyata adalah Vera.


"Halo mas, boleh kan saya duduk di sini?" tanya Vera lagi karena Roman bukannya menjawab dirinya malah memandangi wajahnya.


"Ah iya silahkan, boleh kok ini kan untuk umum," balas Roman memberikan Vera izin.

__ADS_1


"Terimakasih," balas Vera dan langsung duduk di samping Roman.


Vera menatap laki laki yang ada di samping itu, terlihat dari samping dia sangat tampan, apalagi dengan hidung yang mancung dan juga alisnya yang tebal membuat ketampanan laki laki yang ada di sampingnya itu semakin bertambah.


"Dia tampan banget, pasti wanita yang bisa mendapatkan dia sangat bersyukur banget," batin Vera menatap Roman dari samping.


"Kenapa mbak, ada yang aneh?" ucap Roman membuat Vera langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Ah enggak mas, tadi saya melihat penjual balon itu," kilah Vera yang sudah malu karena ketangkap basah tengah memandangi Roman.


"Oh," balas Roman dan menatap ke arah orang orang yang sedang berpacaran lagi.


"Emm... masnya sendirian aja di sini?" tanya Vera penasaran.


Vera pikir mana mungkin laki laki tampan seperti ini sendiri di taman, nanti yang ada malah di bawa mbak Kunti lagi, ckckck ada ada saja isi otak Vera ini.


"Iya saya sendiri di sini lagi menunggu majikan saya yang tengah ada acara di restoran itu," jawab Roman jujur.


"Loh sama dong kalau gitu, aku juga lagi menunggu mami aku yang sedang arisan sama teman temannya di dalam saja," balas Vera.


"Oh iya," hanya itu kalimat yang bisa keluar dari bibir Roman.


Jantung Roman terasa akan copot karena duduk bersebelahan dengan wanita cantik seperti Vera, sebenarnya Roman sangat gugup sekarang, tapi dia tetap harus cool agar tidak malu nantinya.


"Aduh ini cowok cuek banget sih, kan aku jadi makin terpesona sama dia," batin Vera yang meleleh melihat laki laki di sampingnya ini ternyata adalah salah satu dari kesekian cowok cowok cuek di luaran sana.


"Boleh kenalan gak mas?" tanya Vera membuat Roman langsung menolehkan kepalanya ke arah Vera.


"Hah kamu bilang apa tadi?"

__ADS_1


...***...


__ADS_2