Badut Tampan Itu Milikku

Badut Tampan Itu Milikku
Eps. 09


__ADS_3

"Hah kamu bilang apa tadi?" kaget Roman.


Apakah dia salah dengar, tidak tidak dia tidak boleh kegeeran, mana ada wanita yang mau mengajaknya berkenalan, iya pasti dia tadi salah dengar, pikir Roman.


"Boleh gak kalau kita berkenalan, masak kamu gak denger sih perasaan tadi aku udah keras banget loh ngomongnya," balas Vera yang mengira kalau Roman itu budek.


"Enggak gitu, saya tadi takut salah dengar soalnya," balas Roman.


"Emang kenapa sih, kan wajar kalau saya ngajak kamu berkenalan," heran Vera.


"Enggak gitu, soalnya jarang jarang ada cewek yang mau meminta kenalan sama saya, apalagi kamu cantik gini," balas Roman.


Vera yang mendengar Roman memuji dirinya cantik pun salting, bagaimana tidak salting orang yang dia taksir ternyata malah memuji dirinya cantik, kan hati Vera jadi dag dig dug.


"Masak sih jarang ada yang ngajak kamu berkenalan, padahal kamu tampan gini lho aku yakin pasti banyak cewek cewek yang ngantri pengen jadi pasangan kamu," balas Vera tak percaya dengan apa yang Roman katakan.


"Saya gak bohong, memang siapa sih yang mau kenalan sama sopir kayak aku, cewek cewek juga pasti pengen punya cowok yang berpenghasilan tinggi lah," balas Roman.


"Ooh jadi kamu bekerja sebagai sopir?"


"Iya aku kerja sebagai sopir, itupun baru beberapa hari ini, kenapa kamu pasti nyesel kan ngajak aku berkenalan?" balas Roman.


"Enggak kok, aku tetap mau berkenalan dengan kamu, lagian aku juga tidak memandang orang dari pekerjaannya, uang bisa di cari tapi kebaikan susah untuk di cari," balas Vera.


"Nama aku Vera, kalau kamu?" lanjut Vera mengulurkan tangannya mengajak Roman untuk berkenalan.


Roman menatap tangan Vera yang mengajaknya berkenalan, Roman bimbang apakah dia harus menjabat tangan itu atau tidak.


"Halooo... tangan aku keburu pegel nih, nama kamu siapa kok?" ucap Vera membuat Roman langsung menjabat tangan itu.


"Roman," balas Roman dengan hati yang dag dig dug.


"Aduh hati aku mleyot, tangannya lembut banget," batin Roman yang merasakan tangan Vera sangatlah halus.

__ADS_1


"Namanya ganteng seperti orangnya," puji Vera setelah tangan mereka berdua terlepas satu sama lain.


"Bisa aja kamu ini, kamu tuh yang cantik aku mah apa hanya remahan rengginang saja," balas Roman merendah.


"Iih mana ada remahan rengginang setampan kamu," balas Vera yang semakin menjadi dalam memuji Roman.


Roman yang mendengar itupun semakin salting di buatnya, dia tidak bisa membayangkan kalau dia terus terusan berdua bersama Vera bisa bisa nanti hatinya beneran copot dari tempatnya.


"Bisa aja kamu," balas Roman sambil tersenyum.


"Aa... senyumannya manis banget, ya Allah semoga yang ada di hadapan hamba saat ini adalah jodoh yang engkau kirimkan buat hamba," batin Vera berdoa agar dia di jodohkan dengan Roman.


"Ternyata cewek ingusan ini asik juga orangnya," batin Roman sambil menatap Vera.


Di saat mereka berdua tengah perang batin dengan perasaan mereka, tiba tiba mata Vera tak sengaja melihat mantan kekasihnya berjalan menuju ke arahnya bersama kekasih barunya.


"Aduh gawat," gumam Vera yang masih bisa di dengar oleh Roman.


"Kenapa?" tanya Roman heran.


"Ehh...."


"Plis tolongin aku, ada mantan aku dengan selingkuhan nya yang sedang berjalan ke sini, aku minta tolong agar kamu menjadi pacar pura pura aku," bisik Vera menjelaskan.


"Ta...."


"Ssttt," Vera langsung menyuruh Roman untuk diam karena posisi Bayu sudah semakin dekat dengan dirinya.


"Ehh ada mantan pacar, wah ternyata sudah berhasil mendapatkan pengganti ku ya," ucap Bayu menatap Vera dan juga Roman.


"Iyalah, ngapain juga galau galau mikirin laki laki mokondo seperti mu," balas Vera, tangannya semakin erat memeluk lengan Roman dengan mesra.


"Aku kira kamu bakal nangis nangis di kamar selama satu Minggu," ledek Bayu.

__ADS_1


"Sorry ya, itu sangat membuang buang waktuku yang sangat berharga, lagian masih banyak juga laki laki yang tampan dan juga yang pastinya itu tulus, tidak seperti kamu yang mokondo," balas Vera.


"Cih, saran aku sih lebih baik kamu minum obat biar body kamu bagusan dikit biar nanti cowok baru kamu itu gak selingkuh,"


"Itu mah kamu, cowokku yang sekarang dia mah baik dan tidak mandang fisik seperti kamu," balas Vera yang tidak mau kalah dengan Bayu.


"Sayang ayo kita pulang, aku sudah pengen dari tadi," ajak selingkuhan Bayu mengajak Bayu pulang.


"Oke baby, bentar ya aku mau kasih undangan dulu buat dia," balas Bayu mengelus mesra punggung kekasih barunya yang tidak tertutup oleh apapun karena dia memakai gaun yang punggungnya terbuka.


"Nih aku ada undangan acara pernikahan aku dengan kekasihku Minggu depan, jangan lupa datang sekalian ajak juga pacar barumu itu biar tidak sendirian, nanti yang ada malah di ledekin gak laku lagi sama orang orang," ledek Bayu sambil memberikan undangan pernikahannya dengan kekasihnya yang entah kekasihnya yang mana.


Tanpa berpamitan Bayu langsung pergi dari hadapan Vera, Vera pun segera membuka undangan pernikahan yang bayu berikan kepadanya.


"Gila, ini benar benar gila," ucap Vera menatap undangan yang ada di tangannya.


"Gila kenapa?" tanya Roman penasaran.


"Lihat ini foto prewedding nya Bayu sama ceweknya yang waktu itu, itu artinya yang akan menikah dengan Bayu adalah ceweknya yang ini, tapi sekarang malah dia jalan sama cewek lain, dan kamu ingat gak tadi kata ceweknya ngajak buru buru pulang katanya sudah pengen dari tadi, aku yakin pasti mereka akan main setelah ini," jelas Vera yang tak habis pikir dengan kelakuan Bayu.


Roman mengambil undangan yang ada di tangan Vera, dia melihat foto prewedding yang ada di sana memang bukan wanita yang tadi ada di hadapannya, Roman tak habis pikir ternyata masih ada laki laki breng**k seperti dia.


"Oh iya maaf ya tadi aku sudah lancang peluk peluk kamu," ucap Vera merasa tidak enak.


"Iya gak papa kok aku tahu kamu tadi juga terpaksa karena ada mantan kamu itu," balas Roman.


"Terpaksa, woy bukan yang tadi itu asli bukan terpaksa, aku memang ingin memeluk tubuh kamu dari tadi dan secara kebetulan ada momen yang bisa aku manfaatkan," batin Vera.


"Kamu gak tahu saja gimana perasaan aku tadi, hatiku benar benar sudah mau copot saat tangan kamu memelukku," batin Roman.


Sekarang mereka berdua malah sedang perang dengan batin mereka sendiri sendiri.


Lihatlah, mereka berdua sama sama bungkam dengan perasaan mereka yang sudah mulai ada, padahal mereka hanya beberapa kali bertemu dan hanya kali ini mereka bisa mengobrol lama.

__ADS_1


...***...


__ADS_2