Badut Tampan Itu Milikku

Badut Tampan Itu Milikku
Eps. 21


__ADS_3

"MasyaAllah...." seru Roman terkagum kagum dengan kecantikan Vera malam ini.


"Ya ampun, anak mami cantik banget sih," puji mami Ratih menatap anaknya penuh kekaguman.


"Iya lah, anak siapa dulu," sahut papi Vero membuat mami Ratih menatap papi Vero.


"Anak mami lah," balas mami Ratih.


"Anak papi lah," balas papi Vero tak terima.


"Enak aja, ya anak mami lah, orang mami yang mengandung juga," balas mami Ratih tak mau kalah.


"Mami kalau gak ada papi bagaimana bisa hamil coba," balas papi Vero.


"Papi juga kalau gak ada mami mana mungkin bisa punya anak coba," balas mami Ratih.


"Mi, Pi, udah deh, kalian gak malu apa ada Roman di sini kalian malah ribut ribut gak jelas kayak gini," tegur Vera membuat kedua orang tuanya itu berhenti berdebat.


"Maaf ya, kedua orang tua aku memang pada seperti ini," ucap Vera pada Roman.


"Emang kenapa, menurut aku kalau mereka lagi berdebat itu malah kelihatan romantis loh," balas Roman sambil matanya sedari tadi tak pernah lepas dari Vera.


"Ah kamu memang calon menantu idaman," puji mami Ratih yang mendengar penuturan Roman.


"Iya mi, nanti kita harus cepat cepat halalin mereka berdua," balas papi Vero setuju.

__ADS_1


Kedua orang tua itu sekarang sudah tidak berdebat lagi, malahan sekarang mereka satu pendapat.


"Iya pi, biar gak berduaan terus, nanti yang ada yang ketiganya malah setan lagi," balas mami Ratih.


"Papi sama mami ada ada aja deh, udah ah aku sama Roman berangkat dulu, takutnya nanti kita telat," pamit Vera, karena kalau tidak begitu nanti yang ada mereka berdua malah gak jadi berangkat berangkat.


"Ya udah sana, hati hati di jalan ya," balas papi Vero.


"Iya pi," balas Vera.


"Pi, mi, Roman bawa Vera dulu ya," pamit Roman sambil mencium punggung tangan kedua orang tua Vera.


"Iya, di jaga baik baik ya, jangan sampai lecet," balas papi Vero.


"Siap Pi," balas Roman.


"Kamu dari tadi kenapa sih, kok lihatin aku mulu?" tanya Vera saat mereka sudah berada dalam perjalanan.


Vera sebenarnya sedari tadi salting karena Roman terus menatapnya, tapi dia menahan diri untuk bertanya karena masih ada kedua orang tuanya.


"Emang kamu gak sadar kenapa sampai aku lihatin kamu terus?" balas Roman yang malah bertanya, bukannya menjawab.


"Emang kenapa, apa wajahku kelihatan jelek, di atau aku gak cocok pakai gaun ini, atau lipstik ku warnanya gak cocok, atau...."


"Ssttt... semua itu salah, karena yang benar itu kamu terlihat sangat cantik malam ini, makanya aku selalu lihatin kamu terus dari tadi, karena mata aku tak bisa berpaling dari kamu," potong Roman sambil menggombal.

__ADS_1


Blush.


Pipi Vera rasanya bersemu merah, untung saja tadi dia memakai blush on, sehingga tidak terlihat kalau pipinya sudah memerah seperti kepiting rebus.


"Kamu kenapa diam, apa aku ada salah dalam berucap barusan?" tanya Roman karena Vera malah diam saja, Roman takut kalau dia ada salah kata dalam berbicara tadi.


"Aku salting tauk," balas Vera sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"Aduh pacar aku salting, coba dong lihat bagaimana wajahnya kalau lagi salting," goda Roman sambil melirik Vera sebentar dan pindah lagi menatap jalanan yang agak padat malam ini.


"Iih kamu jangan godain aku terus, nanti bisa bisa aku temor," balas Vera yang masih menutup wajahnya dengan kedua tangan.


"Hahaha... kamu gemesin banget sih yang, aku jadi pengen gigit kamu deh,"


"Heh, apa kamu bilang," seketika Vera melepaskan kedua tangannya dari wajahnya dan menatap Roman tajam.


"Becanda sayang becanda, kayaknya benar deh apa kata mami papi tadi, kayaknya aku harus segera menghalalkan kamu deh, takutnya nanti kalau lama lama aku bisa khilaf,"


"Khilaf khilaf, emang mau khilaf ngapain hah?"


"Ya mau makan kamu lah," jawab Roman santai.


"Romaaannn...." teriak Vera kesal karena entah bagaimana bisa Roman sekarang jadi agak gak beres otaknya.


"Iya sayang," balas Roman santai dan tak mendapatkan tanggapan lagi dari Vera.

__ADS_1


Roman pun tersenyum melihat wajah Vera yang cemberut karena kesal kepada dirinya, hingga akhirnya mereka pun sampai di tempat acara barulah mereka segera turun dari mobil dan masuk ke dalam gedung sambil bergandengan tangan mesra.


...***...


__ADS_2