
"Veranika Alamanda, aku cinta sama kamu, maukah kamu menjadi kekasih seorang sopir ini?" ucap Roman lantang dan berjongkok di hadapan Vera.
Seketika Vera menutup mulutnya, dia tidak menyangka kalau ternyata perasaannya terbalaskan, dia juga tidak menyangka kalau Roman akan melakukan ini.
"Iya aku mau menjadi pacar kamu," balas Vera sambil membantu Roman untuk berdiri.
"Terimakasih sayang karena kamu sudah mau menerima diriku yang hanya seorang sopir ini." Roman langsung memeluk Vera erat dan langsung mendapatkan balasan dari Vera.
"Aku gak nyangka lho kalau kamu bakal membalas perasaan aku, aku kira cintaku akan bertepuk sebelah tangan," ucap Vera sambil memeluk Roman.
"Aku lebih gak menyangka lagi bisa di cintai oleh orang sempurna seperti kamu," balas Roman.
Setelah cukup lama berpelukan, Roman pun melepaskan pelukannya dan menatap mata Vera.
"Aku juga ingin mengatakan sesuatu sama kamu, mungkin nanti akan membuat kamu terkejut bahkan bisa saja kamu bakalan marah sama aku tapi aku juga gak bisa menutupi ini terus terusan dari kamu," ucap Roman serius.
"Emang kamu mau mengatakan apa?" tanya Vera penasaran.
"Emm... sebenarnya badut itu...." Roman menggantungkan ucapannya.
"Badut itu?" tanya Vera yang tidak sabar dengan apa yang akan di katakan oleh Vera.
"Badut itu adalah aku," ungkap Roman jujur.
Tangan yang tadinya saling menggenggam pun akhirnya Vera menarik tangannya dan menatap Roman datar.
"Kamu pasti mau marah ya sama aku karena aku sudah bohong sama kamu, aku minta maaf karena gak jujur sama kamu, aku melakukan ini semua karena takut kamu nanti akan membenci aku kalau kamu tahu akulah yang ada di balik kostum badut itu, tapi sekarang aku memutuskan untuk memberitahu kamu sebelum nanti kamu malah tahu dari orang lain," jelas Roman.
Roman berusaha menjelaskan kepada Vera agar dia tidak marah kepada dirinya, Roman takut kalau Vera akan memutuskan dirinya padahal baru juga mereka jadian.
"Kamu gak akan meminta putus kan?" tanya Roman takut.
"Heh sembarang kamu kalau ngomong, masak baru jadian aku ngajak putus sih," balas Vera tak suka dengan apa yang Roman katakan.
"Ya siapa tahukan kamu ilfil gitu sama aku karena aku jadi badut, ehh tapi kamu tenang aja mulai sekarang aku tidak akan menjadi badut lagi kok, karena aku sudah mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi dari seorang sopir dan badut menjadi seorang sekertaris CEO di perusahaan besar," ucap Roman.
__ADS_1
"Heh kalau ngayal itu jangan ketinggian, aku terima apapun pekerjaan kamu kok, jadi kamu gak perlu berbohong seperti itu sama aku," balas Vera yang tidak percaya dengan apa yang Roman katakan.
"Ih aku serius sayang, mulai dari hari ini aku masuk training, dan satu Minggu lagi aku sudah mulai menjadi sekertaris di perusahaan," balas Roman meyakinkan Vera.
"Hah, serius, kamu gak bohong kan?" tanya Vera tak percaya.
"Iya sayang aku gak bohong, makanya kemaren aku gak bisa balas pesan kamu, itu karena aku sedang pusing harus memilih menjadi sekertaris atau tetap menjadi sopir, dan akhirnya karena aku ingin bersanding dan memantaskan diri buat kamu jadikan ya aku memilih untuk menjadi sekertaris perusahaan deh," jelas Roman.
"Kok bisa sih kamu jadi sekertaris, emang ada sekertaris yang lulusan SMA?" tanya Vera.
"Sembarangan kamu kalau ngomong, meskipun aku jadi badut gini gini aku juga pernah kuliah, malah aku sudah lulus satu tahun yang lalu," balas Roman tak terima di bilang hanya anak lulusan SMA.
"Hah beneran, kok kamu gak pernah cerita sama aku?" balas Vera.
"Ya kan kamu gak tanya, masak iya tiba tiba aku harus cerita masalah hidup aku sih," balas Roman.
"Iya juga sih, berarti mulai hari ini kamu udah gak jadi sopir lagi dong?"
"Iya aku sudah gak jadi sopir lagi,"Jawab Roman.
"Ya gak jadi badut lagi lah," balas Roman santai.
"Iiih padahal badut itu yang paling di butuhkan orang orang lho untuk menghibur mereka, kalau kamu gak jadi badut siapa lagi dong yang akan hibur anak anak di taman?" balas Vera.
"Iya juga sih, mungkin nanti kalau waktu hari libur aku akan menjadi badut, di atau mungkin aku akan cari orang saja sebagai pengganti ku," balas Roman.
"Ya sudah terserah kamu saja, yang penting kamu suka dengan profesi yang kamu jalani, aku hanya bisa mendukung kamu saja," balas Vera.
"Terimakasih sayang, aku akan bekerja lebih keras lagi agar bisa menghalalkan kamu," balas Roman.
"Aku tunggu itu," balas Vera.
"Oh iya Minggu depan aku kan ada undangan pernikahan Bayu, kamu bisa kan anterin aku datang ke sana?" tanya Vera saat mengingat kalau dia mendapatkan undangan dari Bayu.
"Iya aku bisa kok, aku malah sudah memikirkan ini dari lama agar bisa menemani kamu, ehh taunya kamu sendiri ya lupa," balas Roman yang memang mengetahui tanggal pernikahan Bayu dari undangan yang dia lihat waktu itu.
__ADS_1
"Oh ya, wah berarti kamu emang cinta banget dong sama aku,"
"Iyalah, masak enggak,"balas Roman.
"Tapi kalau cinta kenapa waktu itu kamu jail banget sama aku, bahkan sampai ngata ngatain kamu ing...."
"Dasar cewek ingusan," potong Roman dengan senyuman tanpa dosanya.
"Romann...." teriak Vera kesal.
"Iya sayang ada apa hmm," balas Roman santai.
"Kamu jangan mulai deh ngeselin nya," cemberut Vera.
"Atu atu atu tu.. Roman minta maap ya kalau sudah buat sayangnya Roman marah, janji deh Roman gak akan mengulanginya lagi," ucap Roman sok imut hingga bisa membuat Vera tertawa.
"Apaan sih kamu ini, gak lucu tauk," balas Vera tapi dengan bibir yang menahan tawanya.
"Kalau mau ketawa ya ketawa saja jangan di tahan gitu, jelek tauk," balas Roman yang semakin membuat Vera kesal.
"Dasar Roman ngeselin, gak mau tahu pokoknya aku marah sama kamu," balas Vera sama dengan membalikkan tubuhnya tidak mau menatap Roman.
Roman yang melihat pacarnya merajuk pun tersenyum gemas, Roman langsung saja memeluk Vera dari belakang dan melingkarkan tangannya di pinggang Vera.
"Ayang, jangan marah dong, nanti cantiknya ilang lho," ucap Roman dari samping telinga kanan Vera sehingga berhasil membuat Vera geli.
"Apaan sih, geli tauk," balas Vera sambil tangannya menahan kepala Roman yang berada di samping kepalanya.
"Kamu gak mau jalan jalan kemana gitu?" tanya Roman sambil masih tetap memeluk Vera dari belakang.
"Kayaknya lain kali aja deh kalau mau jalan, aku mau ajak kamu pergi ke rumah aku aja," balas Vera.
"Ngapain ke rumah kamu?" tanya Roman.
"Ya ketemu orang tua aku lah," balas Vera santai.
__ADS_1
...***...